Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr..wb

Saya wanita usia 26 tahun. Satu bulan lagi saya akan menikah dengan pria yang tidak terlalu sreg dihati. Awalnya saya kagum karena dia berani mengajak menikah meskipun kita baru berkenalan . Tanpa pikir panjang saya terima lamarannya ,tapi setelah saat itu ada beberapa sikap dan sifatnya yang kurang berkenan dihati saya ,contohnya ibadahnya ( solat) saya perhatikan jarang bahkan sering meninggalkan. Lalu kata-katanya kadang kasar kalo kemauanya tidak dituruti . Dia masih suka begadang dengan teman-temanya ,entah yang mereka lakukan itu hal positif atau sebaliknya. Terlintas di benak ingin rasanya mengakhiri hubungan ini,tapi saya takut melukai perasaan keluarga saya,keluarga dia ,karena posisi kita Sudan bertunangan.

Saya coba tahan dan sabar .Saya fikir semuanya bisa berubah .. Tapi makin kesni saya istikharah dan hati saya semakin enggan melanjutkan ,saya pun tahajud dan hati semakin enggan melanjutkan .rasanya ingin mengkahiri .Tapi persiapan pernikahan sudah 50% kesiapannya,Surat undangan,sewa salon,dll. Saya bingung,mundur pasti mengecewakan semua pihak ,tapi kalo maju saya tidak mau juga pertaruhkan hidup dengan pria yang tidak taat sama Allah. Pernikahan saya ingin sekali seumur hidup,saya tidak mau ada penyelasan. Saya ingin imam yang baik dunia dan akhirat.
Solusi apa yg harus saya lakukan ? Saya sudah sholat taubat, saya menyesali dosa-dosa saya ,saya menyesali mengambil keputusan terburu-buru. Jikalau memang jodoh,kenapa saya ragu? Ini pertanda apa?

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Alhamdulillah senang mendengar kabar anda akan segera menikah, meskipun ada beberap rasa sakit yang mungkin dirasakan. Sebelumnya perlu kami jelaskan sedikit tentang proses mengenal sebelum pernikahan. Yang pertama jika ada seorang laki-laki yang tertarik ingin menikahi seorang muslimah dan laki-laki tersebut ingin lansung melamar maka sebelum diterima perlu diperhatikan dulu beberapa hal diantaranya adalah . Yang pertama agamanya, lihat bagaimana shalatnya, bacaan Al-qur’annya. Untuk melihat hal ini bisa disuruh praktek lansung di depan orang tua wanita atau lihat secara diam-diam di lingkungan tempat tinggalnya, yang melihat tentu bukan wanita yang akan menikah tapi orang tua atau saudara laki-laki si wanita. Yang kedua lihat siapa teman-temannya, karena teman seseorang akan mencerminkan siapa dirinya. Yang ketiga lihat orang tuanya, dan yang keempat lihat sikap serta akhlaknya. Setelah menimbang semuanya baru diputuskan apakah akan diterima atau ditolak.

Sementara untuk kasus anda yang akan menikah lebih kurang 1 bulan lagi tapi menyadari ternyata calon anda tidak shalat, perkataan kotor dan itu semua membuat hati anda ragu. Sebagai solusinya tentu ada pada diri anda sendiri. Memilih membatalkan pernikahan dengan cara mengemukakan alasannya secara terus terang pada orang tua yang resikonya mungkin orang tua kecewa, renggangnya hubungan dua keluarga. Atau memilih terus melanjutkan pernikahannya dengan segala resikonya. Saran kami segera diskusikan secara terbuka dengan orang tua dan kerabat terdekat anda. Semoga Allah mudahkan ya urusannya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

6 + 13 =

Artikel Menarik Lainnya







comments