Anugerah terindah menjadi seorang wanita adalah saat Allah beri  banyak sekali keutamaan-keutamaan. Di masa kecil ia membuka pintu syurga bagi ayahnya, saat dewasa dia menyempurnakan agama suaminya dan ketika menjadi seorang ibu ada syurga di telapak kakinya. Ya, setidaknya dengan keutamaan-keutamaan ini saja tak ada alasan bagi seorang wanita untuk tidak bahagia, apalagi ditambah dengan keutamaan-keutamaan menjadi seorang ibu serta menikmati setiap tahap demi tahap perjuangannya mulai dari menikah dengan sang suami hingga Allah merawat dan membesarkan anak-anak yang Allah karuniakan padanya.

Menjadi ibu paling bahagia, kenapa ibu paling bahagia ? Apakah ada ibu yang menyedihkan ? Mungkin itu pertanyaan yang muncul dibenak sahabat semua. Kalau boleh di jawab maka jawabannya ada, ya ada ibu yang sedih, ibu yang tidak bahagia bahkan merasa menyesali statusnya sebagai seorang ibu. Dan, selain itu ada juga ibu yang berat hati bahkan tak mau menjalani profesinya menjadi seorang ibu. Mereka adalah yang selalu merasa capek dengan anak-anaknya, mereka adalah yang hanya menganggap anaknya hanya sebagai beban hidup saja. Ibu yang menyedihkan bukanlah sejatinya menjadi orang tua bagi anak-anaknya, akan tetapi ia hanya memiliki usia lebih tua saja dari anak-anaknya. Ibu seperti ini tak menyadari kalau saat menjadi ibu ada syurga dibawah telapak kakinya, ibu yang seperti ini adalah mereka yang lupa kalau menjadi ibu adalah sebuah kesempatan besar baginya dalam membangun peradaban manusia yang lebih baik, dan harapan kita semoga Allah jauhkan diri kita dari sifat-sifat ibu yang seperti ini.

Lalu bagaimana bisa menjadi ibu paling bahagia ? Berikut adalah 3 alasan untuk menjadi ibu paling bahagia. Cocok untuk para ibu sebagai bahan bakar tambahan untuk menjad

1. Ketika syurga terasa begitu dekat

Menjadi ibu syurga terasa begitu dekat. Sebuah tempat yang didamba umat manusia, sebuah hadiah yang Allah janjikan hanya untuk hamba-hambanya yang terpilih. Dan, ibu adalah salah satu hamba istimewa yang telah Allah muliakan syurga begitu dekat dengannya. Saat ia taat dan patuh pada suaminya syurga buahnya, saat ia melahirkan dan meninggal dunia terhitung syahid dan syurga juga untuknya, saat ia hamil dan keguguran maka anak-anaknya akan menjadi kunci syurga baginya, dan saat ia menjadi seorang ibu ada syurga di bawah telapak kakinya.

Maka jika sudah seperti ini, masih adakah alasan untuk tak bahagia bagi seorang ibu ? Tentu tak ada alasan untuk tak bahagia, tak ada aktivitas terbaik selain bersyukur atas nikmat-nikmat Allah ini dan menjalankan peran sebagai seorang ibu dengan sebaik-baiknya.

2. Di saat do’anya menjadi keajaiban

Tersebutlah salah seorang perawi hadits yang paling banyak meriwayatkan hadits, Imam bukhari namanya. Di masa kecil ia pernah mengalami kebutaaan dan tersebab do’a tulus dan ikhlas dari sang ibulah pada akhirnya ia bisa melihat lagi. Begitulah do’a seorang ibu, ia adalah sebuah keajaiban bagi anaknya.

Hikayat lama dari ranah minang terkenal dengan kisah malin kundang, terlepas dari nyata atau tidaknya kisah ini namun yang jelas disini kita bisa mengambil hikmah betapa do’a seorang tua menjadi sebuah keajaiban mengubah sosok anaknya yang durhaka menjadi batu yang bersujud.

Saat do’a menjadi sebuah keajaiban ini sebagai pertanda betapa dekatnya seorang ibu dengan Allah SWT dan juga betapa Allah SWT memuliakan dan mengistimewakan seorang ibu. Bertambah lagi satu alasan bagi seorang ibu untuk menjadi wanita paling bahagia, syukurilah InsyaAllah akan terasa indahnya.

3. Ketika ibu menjadi kunci peradaban

Peradaban besar selalu dikawan oleh orang-orang besar, dan satu hal yang mesti kita tak boleh lupakan adalah setiap orang besar lahir dari ibu yang taat lagi cerdas. Orang-orang besar adalah buah dari cinta kasih seorang wanita yang rela berlelah payah membersamainya semenjak ia lahir kedunia, saat ia kecil, menunjuk mengajarinya berbagai ilmu pengetahuan.

Nabi Ismail AS didik shaleh, taat dan berbakti pada orang tua oleh ibunya tatkala sang yah pergi meninggalkannya atas perintah Allah SWT. Nabi ISA AS lahir dan dibesarkan oleh maryam seorang ibu yang suci dan menjaga diri, nabi Muhammad SAW juga lahir dari seorang ibu yang taat pada pada Allah SWT. Begitu juga dengan para ulama semisal Imam bukhari, imam syafi’i, hingga sayyid nursi baiduzzaman ada peran penting seorang wanita hebat yang menjadi ibunya dibalik kilau prestasinya menyinari peradaban hingga masa kini.

Ya, itulah 3 alasan agar setiap wanita menjadi ibu paling bahagia, dan sekarang saatnya bagi anda untuk memulai memutuskan tuk bahagia.

Sumber foto : ummi-online.com

 

 

Artikel Menarik Lainnya







comments