Foto sesi prewedding, adalah sesi foto yang sering dilakukan oleh banyak pasangan sebelum menikah, sebuah ritual yang seolah sudah menjadi suatu budaya yang kekinian. Foto prewedding dilakukan dengan pakaian tertentu, di tempat tertentu dan juga dengan gaya tertentu yang lebih sering mengesankan kemesraan dan romantisme.

Selain mengikuti trend dan untuk mengabadikan kenangan indah sebelum masa pernikahan ternyata bagi sebagian pasangan hasil jepretan dari sesi foto prewedding ini biasanya sering di letakkan di undangan pernikahan mereka. Lalu bagaimana islam memandang sesi photo yang dilakukan oleh pasangan yang belum halal ini? dalam beberapa literasi kami menemukan banyak pendapat  para ulama dan mereka sepakat bahwa dalam islam tidak ada aktivitas foto prewedding dan dilarang dengan dalih sesi photo sebelum pernikahan ini mengandung maksiat yang akan mendekatkan pasangan tersebut pada perzinaan. Seperti pegangan tangan, saling bertatapan dan memandang, saling bersentuhan dan bahkan berpelukan.

Meskipun sudah jelas akan menikah, sudah ada kepastian tanggal dan segala hal telah dipersiapkan untuk menyambut pernikahan tentu hal ini tetap tidak dibolehkan karena pasangan tersebut tetaplah pasangan belum halal karena belum melewati proses yang menghalalkan mereka yaitu akad nikah.

Lalu, jika ingin tetap mengabadikan kenangan-kenangan indah selama proses pernikahan atau mungkin ingin tetap memasang photo berdua pada undangan bagaimana?  berikut kami bagikan tiga alternatif solusinya, semoga ini membantu.

1. Berfoto di dua tempat terpisah

Mengambil foto di dua tempat terpisah, lalu foto tersebut digabungkan di undangan pernikahan dengan syarat penggabungannyapun dibuat terpisah. Jadi orang yang melihat foto itupun tahu kalau foto yang di undangan adalah foto terpisah, jika digabung berdekatan dengan menggunakan teknologi edit foto tentu ini bisa menimbulkan pertanyaan bagi orang-orang yang melihatnya, apalagi jika hasil editan dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat berdekatan, dan tentu hal ini kurang baik.

Namun, kami menyarankan sebaiknya tidak ada tempelan foto pada undangannya sebab esensi dari undangan adalah untuk memberi tahu orang lain tentang informasi pernikahan kita dan adanya foto bukanlah sesuatu yang begitu penting dalam undangan. Baca juga : 6 Ide Kreatif Membuat Undangan Pernikahan yang Tidak Mubazir 

2. Berfoto di hari pernikahan setelah akad menikah

Karena memang esensinya adalah sebagai kenangan, maka tidak ada salahnya kan kalau sesi foto-fotonya setelah halal? lebih puas dan lebih berkah tentunya.

3. Menjadwalkan hari khusus setelah pernikahan untuk sesi foto-foto 

Hal menarik yang kami perhatikan dalam berbagai foto prewedding adalah mengambil foto dengan pakaian berbeda, tempat berbeda yang ditentukan oleh berbagai tema. Contoh ketika temanya adalah tradisional maka sesi fotonyapun dengan pakaian tradisional dan juga di tempat yang sesuai dengan tema tersebut.

Nah, jika memang memiliki keinginan seperti ini tentu bisa juga dilakukan setelah pernikahan. Lagi-lagi karena hubungannya sudah halal maka tak ada masalah mau pegangan, gandengan bahkan pelukan sekalipun. Berfoto hukumnya mubah (boleh) meskipun ada sebagian pendapat ulama yang melarangnya. Alangkah baiknya dalam pernikahan kita lebih mengutamakan terlebih dahulu hal-hal yang dianjurkan oleh Al-quran dan disunnahkan oleh nabi, memilih aktivitas mana yang lebih besar nilai kebaikannya dan meninggalkan aktivitas lain yang itu ternyata tidak memiliki nilai kebaikan apalagi menjauhkan kita dari ketaatan pada Allah SWT.[Uda Agus/Elmina)

Sumber foto : alienco.net

Artikel Menarik Lainnya







comments