Selain memastikan kebutuhan nafkah keluarga terpenuhi ayah juga memiliki peran penting dalam proses pembentukan karakter anak.Untuk itu peran seorang ayah sangat dibutuhkan oleh anak semenjak ia masih dalam kandungan hingga dewasa.

Anak yang kehilangan sosok ayah entah karena alasan ditinggal pergi ayah, ayah yang terlalu sibuk, ditinggal meninggal ayah atau alasan lainnya. Ternyata hal ini memberikan dampak buruk bagi anak, berikut kami sajikan bahasan tentang 3 dampak buruk ayah yang tidak dekat dengan anak laki-lakinya.

1. Emosi yang tidak stabil

Dampak buruk yang pertama adalah ketidakstabilannya emosi si anak. Anak laki-laki yang tidak dekat atau bahkan kehilangan sosok ayah akan cenderung mudah depresi, mudah frustasi , emosi yang mudah berubah, agresif dan mudah cemas.

Anak dengan emosi yang buruk seperti ini tentu akan memberi dampak juga pada kehidupan sosial, pengendalian diri serta pengambilan keputusan saat dia telah dewasa kelak.

2. Selalu berusaha cari perhatian dari lingkungan

Anak yang kurang kasih sayang ayah atau dalam psikologi diisitilahkan sebagai fatherless cenderung mencari perhatian dari lingkungannya. Anak dengan kondisi seperti ini sering berbuat hal-hal aneh, membuat kenakalan dan juga iseng untuk mendapat perhatian dari lingkungan.

Dalam beberapa kondisi anak yang tidak dekat dengan ayah mencari pengakuan dari lingkungan dengan ambisi menjadi ketua, public figur, artis. Mereka butuh pembuktian dan pengakuan dari lingkungan sekitar.

3. Kesulitan untuk menjadi ayah dan suami yang baik

Guru pertama kita tentulah ayah dan ibu kita. Jika ada anak laki-laki maka dia akan belajar pertama kali bagaimana menjadi seorang ayah sekaligus seorang suami tentu dari ayahnya sendiri. Dia melihat bagaimana ayahnya memperlakukan dirinya sebagai anak dan juga memperlakukan ibunya sebagai istri.

Anak yang tidak bersama dengan ayah semenjak kecil tentu akan kehilangan kesempatan untuk belajar hal ini. Sehingga pada akhirnya malah dia akan ikut-ikutan seperti pola yang dilakukan oleh ayahnya. Misalkan sang ayah pergi meninggalkannya sewaktu kecil maka saat menikah dia pun berpotensi untuk meninggalkan anaknya kelak. Seperti kata pepatah buah takkan jatuh jauh dari pohonnya. Tentu hal ini tidak terjadi jika sang anak belajar dan ingin menjadi lebih baik dibandingkan dari ayahnya.

Menghadirkan sosok ayah

Mungkin ada diantara anda yang bertanya, bagaimana dengan Rasulullah Muhammad SAW yang semenjak dalam kandungan ditinggal oleh ayah ? Dalam kehidupan Rasulullah SAW memang beliau tidak memiliki ayah biologis tetapi tetap memiliki sosok seorang ayah. Saat disusui beliau mendapatkan sosok ayah dari laki-laki shaleh Al-Harits bin Abdul Izzi bin Rifa’ah As-Sa’di suami dari Halimah Sa’diyah sang ibu susu. Saat masa kanak – kana hingga beranjak remaja Rasulullah SAW mendapatkan sosok ayah dari kakeknya Abdul Muthalib dan juga sang paman abu thalib.

Jadi jika kondisinya seorang anak kehilangan sosok ayah maka tugas ibunyalah untuk mencarikan sosok ayah bagi anak. Sosok ayah ini dari paman ataupun kakek.

Memastikan calon ayah bagi anak-anak adalah laki-laki paham akan pentingnya sosok ayah

Tips ini khusus untuk muslimah yang belum menikah. Sebelum menikah ada baiknya seorang muslimah mengenali lebih dalam apakah calon suaminya adalah laki-laki calon ayah yang baik. Hal ini bisa dilihat dari beberapa parameter seperti ketaatan dan ketakwaannya pada Allah, bagaimana hubungan dengan ayahnya serta bagaimana kepeduliannya terhadap anak-anak.

Komitmen untuk berubah menjadi ayah yang lebih baik

Bagi anda yang sudah menikah, dan ternyata selama ini suami anda kurang dekat dengan anaknya. Maka berbenahlah, belajarlah bagaimana menjadi orang tua yang baik, saling mengingatkan dengan pasangan agar menjalankan perannya masing-masing sebaik mungkin. Anak adalah titipan dari Allah SWT, saat Allah menitipkan anak pada kita maka secara tak lansung Allah tau bahwa kita sanggup menjaga amanah tersebut. Jadilah sebaik-baiknya penjaga amanah, jadilah sebaik-baiknya ayah dan ibu.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments