Tak dipungkiri memang jika media televisi adalah salah satu sarana untuk mendidik anak menjadi lebih baik selama yang ditonton adalah sesuatu yang bermanfaat, menonton dengan durasi dan waktu yang tepat.

Tapi terkadang televisi bisa menjadi sumber petaka yang bisa membawa banyak dampak buruk bagi putra-putri kita yang menontonnya, bahkan seringnya ini malah yang terjadi itu jugalah penyebabnya kami menulis tentang permasalahan ini.

Alhamdulillah dikeluarga kecil kami sejak awal pernikahan kami memutuskan untuk tidak memiliki televisi dirumah. Untuk video dan media pembelajaran yang memang bermanfaat serta menarik kami memutarnya melalui dvd player di laptop. Ini adalah solusi terbaik menurut kami bagi diri kami sebagai orang tua serta anak-anak kami.

Hari ini televisi sudah masuk menjadi suatu “kebutuhan” bagi sebagian keluarga, sehingga memiliki televisi adalah satu hal yang wajib, tidak memiliki televisi serasa memiliki aib. Televisi menjadi sahabat istirahat bagi ayah yang pulang bekerja, selain itu televisi juga menjadi teman bagi ibu ketika lelah bekerja dirumah dan menjadi alat “membujuk” paling efektif bagi anak-anak yang masih kecil jika ia menangis.

3 Dampak buruk menonton televisi bagi putra-putri kita adalah :

1. Mempengaruhi pembentukan kepribadian dan karakter si anak

Boleh percaya atau tidak, hampir 80% (hanya asumsi pribadi) yang ditayangkan televisi dalam 24 jam berisi “sampah” .  Mulai dari berita-berita yang menyebarkan informasi sesuai pesanan, sehingga tak jarang terjadi pemberitaan yang berbeda antara satu pemiliki media dengan media lainnya, lagi-lagi sesuai dengan permintaan, sejalan dengan kepada siapa media tersebut berpihak.

Setalah berita, layar kita akan dipenuhi oleh berbagai macam tayangan ghibah yang mengulik kehidupan pribadi orang lain, masalah orang lain, kehidupan pernikahan mulai dari kawin cerai hinga perselingkuhan menjadi bahan tontonan. Lagi-lagi “sampah”

Musik, sinetron dan perfilman diwarnai oleh ragam corak ajakan maksiat melalui pacaran,kekerasan hampir semuanya bertema cinta, menampakkan pakaian yang tak senonoh, dan secara tak lansung mengajak generasi muda ini untuk memasuki gerbang perzinaan melalui gaya hidup yang bernama pacaran.

Tentu kita semua memahami setiap yang kita lihat dan dengar akan memberi pengaruh terhadap apa yang kita pikirkan, setiap yang kita pikirkan akan mempengaruhi ucapan kita lalu tindakan dan setiap yang sering kita lakukan akan menjadi kebiasaan kita.

Jika terus dibiarkan menonton maka mau atau tidak, setuju atau tidak setiap apa yang ditonton oleh putra-putri kita akan mempengaruhi kepribadian dan karakternya yang ini tentu juga akan mempengaruhi masa depannya baik didunia maupun akhirat.

2. Melalaikan anak dari mengingat Allah serta beribadah kepada Allah SWT

Waktu magrib adalah salah satu waktu yang diistimewakan oleh televisi, karena khusus diwaktu ini ada tayangan adzan magrib. Biasanya di waktu magrib yang ditayangkan adalah sinetron-sinetron terbaik dengan target penonton adalah anak-anak hingga remaja waktu “prime time” begitulah mereka memberi istilah terhadap waktu ini.

“Yah, adzan”

Nah, itu adalah celetukan yang sering terlontarkan oleh anak-anak yang sedang menikmati tontonan favoritnya dan tiba-tiba harus diberhentikan oleh adzan. Secara tidak lansung anak tidak suka dan kesal terhadap adzan yang notabene adalah panggilan untuk menunaikan shalat.

Anak menjadi malas beribadah, mengutamakan menonton televisi daripada ibadah, takut kehilangan momen menonton tontonan favoritnya ketimbang kehilangan kesempatan untuk beribadah di awal waktu. Ketika yang sering mereka lihat dan dengar adalah hal-hal yang berbau maksiat serta melalaikan, maka hal juga berpengaruh semakin menjauhkan mereka dari kebaikan-kebaikan seperti menghafal Al-quran, beribadah tepat waktu, membaca buku-buku bermanfaat.

3. Anak-anak Meniru hal-hal buruk dari televisi

Mungkin anda pernah mendengar berita tentang kematian seorang anak yang badannya dibanting oleh temannya ketika mempraktekkan adegan kekerasan yang dia tonton ditelevisi. Kasus lain kita juga sering disuguhi berita anak-anak yang melakukan pemerkosaan, anak-anak yang terjerumus pergaulan bebas padahal usia mereka masih sekolah menengah pertama maupun atas.

Anak yang durhaka kepada orang tuanya, tidak hormat kepada guru, sombong kepada teman sebaya serta sikap-sikap buruk lainnya?, darimanakah mereka mencontoh hal ini?, tak lain dan tak bukan tentu dari media televisi, dari apa-apa yang mereka lihat dan tonton. Secara tidak sadar hal itu mempengaruhi sikap dan perilaku mereka. Anak meniru hal-hal buruk dari tontonannya karena memang tayangan-tayangan ditelevisi masa kini berisi contoh-contoh keburukan.

Itulah 3 Dampak dari menonton televisi bagi putra-putri kita, pembahasan ini tentu tidak akan selesai sampai disini. Masih banyak hal lain mengenai televisi dan pengaruhnya terhadap anak ini akan kita bahas di tulisan-tulisan mendatang.

Sumber foto : lensza.co.id

 

Artikel Menarik Lainnya







comments