Ustadz Budi Ashari, Lc adalah seorang yang berkonstrasi dalam dunia sejarah Islam, sejalan dengan pendidikannya saat kuliah di Al Jami’ah Al Islamiyyah di Madinah Nabawiyyah yaitu Fakultas hadis dan Dirosah. Ustadz Budi Ashari juga membidani lahirnya sebuah lembaga kajian yang diberi nama Cahaya Peradaban Islam.

Hasil dari eksplorasi kajian beliau terkait sejarah Islam diaplikasikan dengan konsentrasi pendidikan dan parenting. Beliau mendirikan beberapa lembaga pendidikan berbasis sejarah Islam seperti Sekolah Khuttab Al Fatih, Parenting Nabawiyah dan juga Akademi Sirah Nabawiyah.

Dalam tulisan kali ini kami akan membagikan 3 konsep utama dalam parenting Nabawiyah yang digagas oleh Ustadz Budi Ashari. Parenting Nabawiyah adalah konsep pendidikan keluarga berbasis Nubuwah (kenabian).Sumber utama dari Parenting nabawiyah adalah Al-qur,an hadits serta sejarah-sejarah bagaimana ulama-ulama terdahulu mendidik anak sehingga melahirkan generasi yang luar biasa. Tak hanya bersinar di dunia namun juga gemilang hingga akhiratnya.

Berikut adalah 3 konsep utama dalam parenting Nabawiyah yang diusung oleh Ustadz Budi Ashari.

1.  Visi keluarga muslim

“Kalau orang hebat hari ini berpikir 250 tahun ke depan. Kita dibiasakan oleh Islam berpikir sangat-sangat jauh ; Sesudah kematian….” (Ustadz Budi Ashari Lc)

Ustadz budi Ashari menjabarkan visi dari keluarga Islam ada empat diantaranya adalah menyejukkan pandangan mata, pemimpin bagi masyarakat bertakwa, terjaga dari api neraka dan bersama hingga ke surganya. Empat hal ini harus menjadi cita-cita utama setiap rumah tangga muslim.

Rumah tangga ibarat sebuah kendaraan. Ia digunakan untuk menempuh sebuah perjalanan. Seluruh anggota keluarga adalah penumpang dengan masing-masing perannya. Penumpang ayah dan ibu ibarat nahkoda dan navigatornya. Merekalah yang memiliki rencana an mengumumkan kepada seluruh anggota keluaga; kemana tujuannya, lama perjalanan yang ditempuh dan apa yang akan dilakukan sesampainya. Begitu Ustadz Budi Ashari menyampaikan.

Beliau juga menambahkan keluarga adalah awal dari berdirinya peradaban Islam yang megah. Pemimpin yang istimewa berawal dari keluarga yang istimewa, pemimpin yang membahagiakan masyarakat berasal dari keluarga yang menyejukkan pandangan mata bagi keluarganya dan pemimpin yang Istimewa merupakan karya perpaduan harmonis suami istri. Dan inilah tugas utama dari sebuah keluarga.

Untuk mencapai setiap visi ini, tentu harus menggunakan cara-cara yang telah teruji dalam membangun peradaban Islam sejak dahulu kala yaitu metode parenting Nabawiyah.

2. Melahirkan generasi penegak khilafah

“Ternyata masa depan yang dipikirkan orang tua hanya masa kini. Masa depan sesungguhnya adalah kebesaran islam” (Ustadz Budi Ashari Lc)

Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh HR.Ahmad :

“Nubuwah ada pada kalian sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian Khilafah di atas manhaj (sistem aturan) nubuwwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerajaan yang menggigit sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerjaan yang diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian Khilafah di atas manhaj nubuwwah. Kemudia beliau diam.”

Akan hadir kembali fase Khilafah di atas manhaj Nubuwwah. Para pemimpinnya adalah pemimpin-pemimpin yang adil mensejahterakan rakyatnya. Rakyatnya adalah orang-orang beriman yang senantiasa berupaya berada dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Konsep parenting Nabawiyah salahnya satunya adalah menyiapkan generasi kita sebagai generasi penegak khilafah. Berdo’a kepada Allah, berusaha membentuk kepribadian yang shaleh/ha dalam diri anak sehingga menjadi generasi yang diperlukan dalam fase kebangkitan Islam nanti, fase Khilafah ‘ala minhaj nubuwwah.

3. Melahirkan generasi pembuka roma

“Carikalan pendidik yang bukan saja berilmu tinggi tapi juga berakhlak mulia. Karena seringkali sesuatu yang tidak terucapkan tetapi terajarkan” (Ustadz Budi Ashari, Lc)

Rasulullah SAW menyandingkan antara pembuka Konstantinopel dan pembuka Roma. Dari sini kita dapat belajar dan mengambil inspirasi kalau kualitas dan cara melahirkan mereka harus disejajarkan dan disamakan. Sehingga kita harus mempelajari bagaimana Muhammad Al Fatih sang penakhluk konstantinopel dididik sebagai inspirasi mendidik generasi kita agar menjadi generasi pembuka Roma.

Demikian konsep pendidikan Parenting Nabawiyah yang diusung oleh Ustadz Budi Ashari. Sebuah konsep yang tidak hanya teruji dari pengalaman serta hasil eksperimennya melahirkan generasi hebat tapi juga teruji dan terpercaya sumbernya, yaitu jalan kenabian.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments