Belajar, menuntut ilmu, membaca dan menulis adalah tradisi umat islam semenjak dahulu kala, perintah pertama Allah SWT untuk umat inipun “Iqra” yang artinya bacalah, sebuah perintah untuk kita umat Islam untuk belajar, membaca. Dalam satu shahih bukhari Rasulullah SAW juga bersabda : “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR.Bukhari).

Belajar dan menyampaikan, dua hal inilah yang membuat kita hari ini bisa mengenal islam, karena dua hal ini jugalah Islam berjaya hingga pelosok dunia, islam membangun banyak peradaban ilmu di berbagai belahan dunia. Belajar dari Al-quran dan sunnah melalui ulama-ulama, mengikat ilmu yang didapat dengan menulis, menyampaikannya dalam taklim, tasqif, tablig serta berbagai macam majelis ilmu lainnya. Selain itu ilmu yang didapat oleh para ulama tersebut juga disusun dalam bentuk kitab, yang mana kitab-kitab ini didistribusikan keberbagai pelosok dunia. Sebut saja kitab-kitab yang masih tetap ilmunya bermanfaat hingga hari ini seperti karya Ibnu taimiyyah, Ibnul Qayyim Al-jauzy, imam syafii, Ibnu katsir, Ibnu sina dan banyak lagi ulama-ulama lainnya.

Sebagai pemuda islam sudah semestinya juga kita mewarisi tradisi keilmuan ini, belajar, membaca, menulis untuk menyampaikannya kembali. Sebagai motivasi untuk kita semua, ada 3 nasihat imam syafi’i untuk kita semua tentang pentingnya menuntut ilmu.

1. Barangsiapa yang tak pernah mengecap kehinaan dalam mencari ilmu walau hanya sebentar, akan meminum kehinaan kebodohan pada sisa hidupnya

Di kalimat mutiara diatas, Imam Asy-syafii berwasiat untuk kita semua agar menjadi pencari ilmu dan merasakan susah payahnya mencari ilmu, merasakan kehinaan dalam menuntut ilmu. Kalau kita coba baca sejarah para ulama terdahulu, untuk menuntut ilmu mereka harus menempuh dulu perjalanan panjang, meninggalkan hal-hal keduniawiannya, duduk di majelis ilmu belajar lansung kepada para imam dan ulama. Setelah ilmu didapat mereka ikat dengan menulis dilembaran-lembaran kertas menggunakan pena tinta celup, tak terbayangkan memang bagaimana sulitnya untuk mendapatkan ilmu di masa itu. Jauh berbeda dengan hari ini, jika kita ingin ilmu maka dengan mudahnya bisa “pencet” tombol search di google, atau tinggal Whasapp atau BBM sang ustadznya, jika tak memiliki waktu untuk belajar lansung ke majelis ilmu bisa mendengarkan ceramah-ceramah para ustadz di mp3nya atau mungkin menontonnya di youtube.

Pada intinya sudah sangat mudah sekali untuk menuntut ilmu hari ini, dukungan dan fasilitas terbaik ada dimana-mana, namun disayangkan malah kitanya sebagai anak muda yang malas untuk belajar. Semoga menjadi bahan renungan.

2. Baginya yang melewatkan mencari ilmu pada saat muda, maka bertakbirlah untuknya 4x karena kematiannya sudah terjadi

Ini adalah nasihat Imam syafii yang paling “jleb” , disini beliau mengibaratkan kalau anak muda ( baca : kita yang baca tulisan ini) jika melewatkan atau mengabaikan waktu muda dari mencari ilmu maka kita sudah disamakan dengan orang yang sudah mati oleh Imam syafii. Salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita, sebuah karunia dari Allah untuk kita yang tak ternilai harganya bahkan ini yang membedakan antara diri kita sebagai manusia dengan (maaf) binatang adalah AKAL, dan makanan akal ini adalah ILMU, maka tanpa ILMU akan tidak akan hidup, akal tidak akan berjalan dengan semestinya.

3. Kehidupan pemuda – demi Allah – adalah dengan mencari ilmu dan bertaqwa, bila keduanya tak mewujud, maka tak ada yg menandai keberadaannya.

Salah satu yang menjadikan dirinya mulia dibanding yang lain adalah keilmuan yang dimiliki. Orang yang berilmu akan diakui keberadaannya, bahkan dia hidup lebih lama dari usia hidupnya didunia. Walaupun dirinya telah tiada, namun keberadaannya tetap ada melalui wasilah ilmu yang dimilikinya. Contohnya adalah Imam syafi’i, ibnu katsir, ibnu taymiyyah, ibnu qayyim al-jauzi , buya hamka serta banyak lagi ulama-ulama lainnya yang dirinya telah tiada puluhan bahkan ratusan yang lalu namun keberadaannya tetap ada dan berguna manfaat hingga hari ini. Namanya selalu dikenang, kitab karyanya jadi pegangan bagi anak-anak muda yang haus akan ilmu.

Itulah 3 Nasihat imam syafii tentang ilmu, semoga menjadi inspirasi kehidupan untuk kita semua, semoga menjadi motivasi yang menggerakkkan diri kita untuk selalu menjadi “orang bodoh” tanpa merasa mengenal lelah untuk terus belajar, belajar dan belajar.

Artikel Menarik Lainnya







comments