Pernikahan memang bukanlah hal yang sederhana, jika ada yang bertanya seperti apa rasanya pernikahan itu ?, seperti naik “roale coaster” mungkin adalah istilah yang tepat untuk membayangkan sebuah pernikahan. Di satu waktu kita akan merasakan perjalanan naik dengan tenang sehingga dengan mudah kita bisa saling berpegang tangan, namun dalam kondisi nyaman dan tenang tersebut kita dihempas turun dengan begitu cepat hingga kita hanya fokus untuk menyelamatkan diri sendiri. Di saat lain mungkin kita juga akan ada menikmati jalan datar, menurun dengan tenang atau berputar-putar dengan extrem hingga kita tak bisa menahan untuk tidak berteriak.

Bagaimana rasa pernikahan?, semua rasa bercampur jadi satu. Ada kebahagiaan, kesedihan, marah, kekecewaan, kegalauan dan juga rasa putus asa. Ya, intinya pernikahan bukanlah sesuatu yang sederhana makanya tak sedikit yang akhirnya gagal membangun istana cintanya yang rubuh dengan perceraian.

Masa-masa pra-nikah, kami menyebutnya sebagai masa-masa membangun pondasi utama pernikahan. Nah terkadang Allah menguji kita di masa-masa pernikahan ini salah satunya dengan gagalnya pernikahan.

  • Ada yang sudah pacaran 5-10 tahun, sudah mengikrarkan janji sehidup semati tapi pada akhirnya.
  • Ada yang memilih jalan menikah tanpa pacaran, sebutlah jalan taaruf tapi lagi-lagi taarufnya gagal.
  • Ada yang kedua calon sudah sama-sama saling menerima dan setuju akan tetapi pernikahan terkendala restu orang tua.
  • Dan tentu banyak lagi penyebab-penyebab lainnya gagalnya pernikahan seseorang.

Pada tulisan kali ini kami akan mencoba membahas setidaknya ada 3 pondasi utama bangunan yang bernama rumah tangga. Ibaratnya sebuah bangunan rumah tangga agar berdiri kokoh dan kukuh, tahan ketika diterjang angin dan badai juga harus memiliki pondasi yang kuat. Adapun 3 Pondasi rumah tangga tersebut adalah :

1. Ketaatan dan Ketakwaan.

Memiliki ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap muslimin dan muslimat. Ketika seseorang memiliki ketaatan dan ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT maka ia akan menjadikan setiap aktivitasnya termasuk pernikahan hanya karena Allah semata, hanya karena untuk ibadah dan meraih pahala dari Allah SWT. So, pernikahannya bukanlah karena harta, bukan tahta, tidak juga karena kecantikan atau ketampanan sehingga dalam memilih pasangan hiduppun mereka menjadikan ketaatan dan ketakwaan calon pasangannya sebagai parameter utama.

Ketika seseorang memiliki ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT yang bagus, maka ia akan menerima apapun ketentuan dari Allah SWT dengan lapang dada dan bahagia. Jika Allah beri kenikmatan maka ia bersyukur begitu juga jika yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan atau harapan ia bersabar dan tidak kecewa berlebihan.

2. Keilmuan dan Kepahaman tentang pernikahan 

Pondasi yang kedua adalah keilmuan dan kepahaman tentang pernikahan. Bekal penting yang harus disiapkan oleh setiap orang yang akan menikah adalah ilmu tentang pernikahan. Memang selama disekolah baik dari sekolah dasar hingga kuliah sekalipun tidak ada studi khusus yang membahas tentang rumah tangga. Padahal lebih dari setengah usia kehidupan kita akan dihabiskan dalam rumah tangga.

Ilmu untuk berumah tangga ini sangat kompleks, mulai dari komunikasi saling memahami suami dan istri, bagaimana menghadapi konflik dalam rumah tangga, bagaimana berkomunikasi dengan keluarga pasangan, bagaimana membangun hubungan sosial masyarakat, bagaimana mendidik anak dan membesarkan anak dengan jalan islam.

Mempelajari semuanya tentu akan menjadi hal yang berat apalagi jika selama ini kita sangat jarang sekali belajar tentang hal ini, namun tidak ada kata terlambat untuk memenuhi kebutuhan ini. Bagi yang belum menikah manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang ada untuk mempersiapkan diri, bagi yang sudah menikahpun teruslah belajar dan upgrade diri karena tidak ada kata terlambat dalam belajar.

3. Visi dan Misi Pernikahan

Pondasi ketiga yang juga tidak kalah penting adalah visi dan misi pernikahan. Kalau diibaratkan sebuah “game” maka visi dan misi inilah yang akan membuat serunya petualangan dalam perjalanan rumah tangga anda.

Membangun visi dan misi pernikahan adalah menyiapkan apa tujuan utama dari pernikahan kita, dan bagaimana langkah-langkah untuk mencapai visi yang telah ditetapkan tersebut. Visi dan misi pernikahan ini akan hadir sebagai pegangan dalam rumah tangga jika ada badai yang menerjang.

Setiap orang tentu memiliki visi dan misi pernikahan yang berbeda satu dengan lainnya. Sangat bergantung dengan latar belakang pengamalan, pemahaman, keluarga serta lingkungan. Ada yang mungkin visi pernikahnnya ingin melahirkan dan mendidik penghafal Al-quran, ada juga mungkin yang ingin membangun rumah tangga sakinah, mawadah, warahmah hingga akhir usia dan berbagai macam visi lainnya.

Itulah 3 Pondasi Utama Rumah Tangga, semoga dengan adanya pondasi yang kuat akan menjadi penopang yang kuat bagi bangunan rumah tangga kita kedepannya. Semoga dengan adanya pondasi rumah tangga yang kuat akan menjadikan perjalanan “roale coaster” menjadikan kehidupan rumah tangga menjadi petualangan yang indah.

Artikel Menarik Lainnya







comments