“Awal mulanya mungkin berat, tapi jika terus dipaksa dan dipaksa lama-lama jadi biasa, jika terus dilakukan maka akan terbiasa hingga lama-lama menjadi kebiasaan”

Kurang lebih begitulah pola terbentuknya sebuah kebiasaan dalam pribadi setiap individu, dari tidak bisa atau sulit sama sekali hingga sampai pada tahap menjadi kebiasaan tentu bukanlah suatu proses yang instan dan serba cepat. Membutuhkan waktu, ketekunan dan kesabaran. Selain itu pembentukan kebiasaan dalam pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh usia memulai membentuk kebiasaan tersebut, orang yang mulai membentuknya di usia anak-anak tentu akan jauh lebih mudah jika baru mulai ingin membentuknya di usia lanjut. Sebagaimana ungkapan sebuah syair

“Belajar di waktu kecil bagai melukis diatas batu..

Belajar sesudah dewasa bagai melukis diatas air..”

Meskipun tak sepenuhnya sepakat pada syair diatas, tentu kita sama-sama setuju kalau belajar di masa kecil itu mudah, begitu juga dengan membentuk kebiasaan pada anak diwaktu kecil tentu jauh lebih mudah dibanding saat usianya sudah mulai beranjak remaja, dewasa bahkan tua kelak.

Dalam tulisan kali ini ada 4 kebiasaan yang perlu kita biasakan pada anak sejak dini yaitu :

1. Mencintai, Membaca, Mempelajari, Menghafalkan serta mengamalkan Al-quran

Hal pertama yang perlu kita biasakan pada anak kita adalah cinta pada Al-quran, bisa membaca Al-quran dan juga mau mempelajari, menghafal dan tentu juga mengamalkan isi Al-quran dalam setiap detak nafas kehidupannya. Ketika hal ini telah terpatri dalam jiwa anak sejak dini, maka InsyaAllah hingga dewasa kelak ia akan selalu menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidupnya, sebagai landasan baginya dalam setiap mengambil sikap dan tindakan.

2. Mencintai masjid serta  memakmurkan masjid

Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk(QS. At Taubah: 18)

Masjid adalah jantungnya umat Islam, sejak masa Rasulullah Muhammad SAW, Nabi dan para sahabat menjadikan masjid sebagai pusat aktvitas umat islam tidak hanya ibadah namun juga pemerintahan, ekonomi dan sosial di atur dari masjid. Akan tetapi hari ini masjid mulai ditinggalkan, memang tak sedikit masjid mewah terbangun hampir disetiap ruang tempat tinggal kita, namun sayangnya sangat sedikit yang mau meramaikannya kecuali di hari jumat, 10 hari pertama Ramadhan, hari-hari besar semacam idul fitri dan idul adha. Sementara di hari-hari lain sangat menyedihkan kondisinya, sepi seolah-olah orang sekitar masjid itu sendiri enggan untuk menghampirinya.

Untuk itulah pentingnya kita membiasakan diri kita sebagai orang tua untuk meramaikan masjid dan juga anak-anak kita agar mencintai masjid sejak dini.

3. Belajar sejarah rasulullah, para sahabat dan ulama

Sebagian besar Al-quran isinya kisah-kisah, metode pembelajaran dan yang paling berpengaruh dalam pembentukan kepribadian dan karakter seseorang juga berasal dari kisah-kisah. Begitupun anak-anak sangat menyukai sesuatu yang berhubungan dengan kisah, tapi sangat disayangkan hari ini kepala anak-anak kita diisi oleh kisah-kisah semacam iron man, superman, batman bahkan mungkin juga ada cicakman. Yang mana kisah-kisah tersebut seperti yang kita ketahui memuat khayalan-khayalan semu.

Disisi lain anak-anak kita semakin jauh dari kisah-kisah para nabi, anak-anak kita asing dengan kisah para sahabat rasul, dia heran ketika ditanya siapa itu khalid bin walid, siapa itu saad bin abi waqqash, dia gagu saat di tanya siapa itu imam syafi’i. Kisah-kisah yang sering ditonton, sering didengar dan sering diceritakan akan menjadi teladan hidup bahkan role model dalam kehidupannya kelak. Kebayangkan seperti apa jadinya kalau yang menjadi role mode hidupnya kelak adalah tokoh-tokoh ilusi dan khayalan tersebut.

Disinilah perlunya kita membiasakan anak-anak kita untuk tidak menonton atau melihat lagi tokoh-tokoh semu dan khayalan itu, serta mulai mengajak anak kita untuk mengenal, mencintai, dan meneladani para nabi, para rasul, para sahabat rasul dan juga tokoh-tokoh umat islam.

4. Belajar bahasa arab

Arab, bangsa dan bahasanya Allah istimewakan dengan diturunkannya Al-quran di tanah arab, Rasul muhammad SAW juga dilahirkan ditanah arab, Al-quran berbasaha Arab, dan nantipun bahasa penduduk syurga adalah bahasa arab. Jadi sudah semestinya umat islam mulai mempelajari bahasa arab, belajar bahasa Al-quran tentu dengan tujuan agar tentu mudah memaknai Alquran selain mempelajari bahasa arab juga satu amal kebaikan yang mesti dimiliki oleh setiap pribadi muslim.

Artikel Menarik Lainnya







comments