Salah satu parameter tergapainya pernikahan yang sakinah, mawaddah wa rahmah adalah rumah mereka serasa syurga. Baiti Jannati atau rumahku adalah syurgaku. Rumah menjadi tempat terindah bagi masing-masing penghuninya apakah itu suami, istri dan anak-anak, rumah menjadi sebuah kerinduan disaat sang suami berada di luar sehingga ia takkan betah berlama-lama di luar rumah.

Namun tak sedikit juga pasangan suami istri yang hanya menjadikan rumah sebagai terminal persinggahan untuk sementara, datang di waktu malam menjelang, bertegur sapa basa-basi dengan pasangan, tertidur pulas, bangun lalu pergi lagi. Padahal karakteristik “rumahku syurgaku” adalah menjadikan rumah sebagai pusat aktivitas utama masing-masing pasangan, tempat membangun ide serta cita-cita besar, ruang untuk belajar saling menerima dan saling memberi, tempat terbaik untuk meluapkan keluh kesah serta juga mengekspresikan kebahagiaan.

Namun yang terkadang menjadi persoalannya adalah saat pasangan tak betah dirumahnya, dalam hal ini suami. Ini menjadi kendala utama untuk mewujudkan “rumahku adalah syurgaku” dan sebagai solusinya tentu para istri menemukan penyebab-penyebab seorang suami tidak betah dirumah. Berikut adalah 4 penyebab suami tidak betah di rumah :

1. Istri tidak mengambil perannya sebagai ibu rumah tangga

Saat istri tidak mengambil peran sebagai ibu rumah tangga tentu ia menjalankan peran lainnya apakah itu bekerja atau aktivitas lain yang menyebabkan dia lebih banyak berada di luar rumah tanpa di dalam rumah. Saat hal ini terjadi tentu rumah akan tinggal saat suami juga bekerja di luar, alhasil rumah akan diurus oleh orang lain jika mereka memiliki pembantu atau malah tinggal kosong begitu saja jika belum memiliki anak.

Suami dan istri sama-sama pergi pagi dan pulang malam. Tentu saat pulang ke rumah suami belum tentu ada yang menyambutny dengan menyiapkan segelas teh atau kopi panas, menyambut dengan pakaian rapi, wangi dan penuh kebahagiaan. Ditambah dengan tersedianya lengkap hidangan masakan suami yang menjadi elemen penting untuk mengikat cinta suami dan istri. Mereka sama-sama pulang larut malam, sama-sama pulang dalam keadaan capek, sama-sama pulang dengan masalah atau beban pekerjaan di kantor masing-masing dan kalaupun makan tentu karena telah sama-sama capek akhirnya memilih makanan juga di luar.

Kasus lain yang sering terjadi adalah saat istri tidak menjalankan perannya sebagai rumah tangga tentu waktu mengurus rumah akan berkurang sehingga rumah berantakan, tidak teratur dan tertata dengan rapi sehingga hal ini menambah ketidaknyamanan.

Saat-saat hal ini terjadi rumah menjadi tak dirindukan lagi, dan mungkin ini jugalah hikmah kenapa dalam Islam dituntunkan agar istri di rumah saja melayani istri dan mendidik anak-anaknya. Kalaupun ada pembantu yang menyiapkan tentu tak akan se-spesial hidangan istrinya.

2. Istri menjadi manusia supersibuk di luar rumah

Penyebab kedua yang menjadi suami tak betah di rumah adalah saat istri menjadi manusia super sibuk. Senin-jumat misalnya bekerja di kantor yang pada malam harinya sering membawa pulang pekerjaannya sementara sabtu dan minggu juga diisi dengan kesibukan seperti aktivitas di berbagai komunitas, organisasi dan hal lainnya. Istri yang supersibuk seperti ini tentu kelihatannya bagus karena produktif namun sejatinya hal ini sangat tidak efektif apalagi sampai melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga.

3. Istri yang memiliki sifat pemalas

Kalau 2 penyebab diatas adalah kesibukan seorang istri yang berada diluar rumah, pada kasus ini seorang istri tetap di rumah namun ia memiliki sifat pemalas. Dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah dengan menonton televisi, bermain dengan gadgetnya, ngumpul bareng ibu-ibu lainnya sembari nge-gosip serta aktivitas-aktivitas tidak bermanfaat lainnya. Akibat ini tugas rumah tangganya terbengkalai dan tidak dijalankan dengan baik

4. Istri yang memiliki sifat buruk tidak bisa berterimakasih

Pada kasus ini adalah seorang istri yang selalu melihat sisi buruk suaminya, selalu menyalahkan suaminya, selalu membandingkan suaminya dan selalu menuntut hal-hal yang di luar batas kemampuan suami. Hal ini tentu membuat suami menjadi malas serta tidak betah untuk berada di rumah karena saat di rumah ia jarang sekali menemukan wajah kebahagiaan dari istrinya, hanya wajah cemburut dan kesal yang menghiasi hari-harinya saat di rumah.

Sumber foto : gugundesign.wordpress.com

Artikel Menarik Lainnya







comments