Tahukah Anda salah satu organ tubuh kita yang sangat menakjubkan? Yup, dia adalah otak. Bagian tubuh yang memiliki 1.000.000.000 (1 milyar) sel saraf ini merupakan pusat pengatur perilaku. Kabarnya, Einstein baru menggunakan 8% saja dari fungsi otaknya. Wow, maasyaa Allah ya jika kita bisa mengoptimalkan lebih dari itu.

Pada anak-anak, otak tumbuh pesat dan bekerja 5x lebih banyak dari otak orang dewasa. Jika kita mampu memperlakukannya dengan tepat, maka ia akan tumbuh sehat dan maksimal.  Lalu bagaimanakah caranya merawat otak dengan baik? Yuk kita simak poin berikut ini :

  1. Gizi atau nutrisi.

Otak juga memerlukan asupan zat makanan yang sehat. Menurut dr. Annisa Karnadi, salah satu penyebab pertumbuhan otak yang buruk adalah malnutrisi. Anak yang mengalami malnutrisi memiliki prestasi yang lebih buruk saat di sekolah, cenderung tidak produktif saat bekerja dan sulit membangun relasi yang sehat dengan sesamanya. Anak dengan malnutrisi juga lebih rentan terhadap penyakit fisik dan gangguan kejiwaan.

2 makanan yang sangat direkomendasikan untuk menunjang tumbuh kembang otak dengan baik adalah ikan dan kacang-kacangan. Ikan air tawar kaya akan omega-3 asam lemak dan tinggi protein. Asam lemak ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak, yang pada akhirnya menjamin kesehatan otak secara keseluruhan menjadi lebih baik. Menurut James T. Becker (2006), seorang profesor psikiatri di Pittsburgh, orang yang diet dengan ikan panggang atau kukus, tapi bukan digoreng, memiliki volume otak lebih besar di bagian yang terkait memori dan kognisi.

Sementara itu, kacang-kacangan juga sangat baik bagi otak, karena ia adalah sumber terbaik kedua dari asam lemak Omega-3, Omega-6, folat, vitamin E, dan vitamin B6. Kacang kenari mengandung antioksidan yang bisa membantu menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Vitamin E dalam kacang juga akan membantu menunda memori yang melemah karena usia. Konsumsilah kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah, dan hazelnut. Makanan lain yang juga dapat menunjang kinerja otak adalah minyak zaitun, rosemaryy, sayur hijau, blueberry dan dark chocolate.

  1. Pengalaman/Stimulasi Emosi

Setiap hari anak mengalami emosi yang berganti-ganti. Penting bagi anak untuk mengalami hal ini, lalu kita bantu mengenalkan namanya dan mengajarkannya untuk mengelola dan mengisinya dengan hal positif. Menurut dr. Amir Zuhdi pakar neurosains, emosi ada 5 buah yaitu cinta/gembira,  marah, takut, sedih, jengkel/jijik.

Misalkan, anak menangis karena bonekanya jatuh ke selokan. Kita dapat mendekati anak dan berkata, “Adik kenapa menangis? Sedih ya?”. Begitu pula ketika dia bergembira, kita dapat bertanya, “wah adik senang sekali yaa.. alhamdulillaah”. Setelah ia tahu nama emosinya, ajarkan tahap selanjutnya yaitu merangkingnya. Berikan skala 1-10, dimana 1 tidak terlalu emosi, dan 10 amat sangat emosional. Misalnya, “adik marah ya. Marahnya angka berapa? Oh, 5.. berarti adik lumayan marah dong ya..”.

Setelah itu barulah kita ajarkan bagaimana menghadapi emosinya.   Misalnya dengan memberikan dialog yang logis atau mengubah kondisi emosinya saat itu. Contoh, “wah adik sedih karena bonekanya jatuh ya. Tidak apa-apa, lain kali lebih hati-hati ya..”, atau, “adik marah karena mainannya direbut ya. It’s okay, kita ambil mainan yang lain saja ya.”

Dengan mengenali emosi, anak kemudian akan belajar bagaimana menghadapinya dengan baik suatu hari nanti tanpa bantuan orang lain.

  1. Lingkungan

Otak anak yang serupa spons akan menyerap apa saja yang dipaparkan padanya. Maka kita perlu memastikan paparannya mengandung hal positif agar yang terserap hanyalah kebaikannya. Memperkaya pengalaman anak sehari-hari dapat membuat neuron sel syaraf bertambah banyak.

Stimulasi yang dapat dilakukan antara lain, memperdengarkan suara mengaji (bisa suara orangtua atau mp3 Qur’an), mendengar kata-kata yang baik, kalimat yang lembut dan berisi kebaikan, menceritakan kisah-kisah islam pada mereka, berdialog tentang dirinya dan hal sehari-hari dll.

  1. Rangsangan rasio

Otak logis anak dapat dilatih dengan memperbanyak dialog-dialog yang memancing anak berpikir, seperti tentang hubungan sebab-akibat. Ketika sedang melihat sampah, misalnya, ajak anak berdialog tentang akibat jika membuang sampah sembarangan. Bermain puzzle dengan berbagai level juga dapat meningkatkan kemampuan si otak logis.

  1. Latihan fisik

Ada 3 latihan fisik yang dapat merangsang perkembangan otak. Olahraga itu adalah memanah, berkuda dan berenang. Memanah dapat melatih prefrontal cortex atau kecerdasan kognitif. Berenang untuk melatih keterampilan motorik, sedangkan berkuda melatih kecerdasan emosi atau sistem limbik. Kesemua latihan fisik ini akan membantu meningkatkan sel syaraf otak dan sekaligus berdampak pada perkembangan otak secara keseluruhan.

***

Nah, sekarang sudah tahu kan bagaimana menjaga agar otak anak kita tumbuh dengan baik? Dengan menjalankan tips di atas, otak anak insyaa Allah dapat berkembang dan mampu menjalankan segala fungsinya dengan optimal.

 

sumber gambar http://msbraininjury.wildapricot.org/

Artikel Menarik Lainnya







comments