Kalau kamu mau belajar tentang arti cinta maka belajarlah pada seorang ibu…

Jika kamu ingin paham makna pengorbanan maka belajarlah pada seorang ayah….

Ketika kita menyatakan diri siap untuk menikah, maka sudah semestinya kita juga siap untuk menjadi ayah atau ibu bagi seorang anak yang bertanggung jawab atas segala kebutuhan anaknya baik itu kebutuhan jasmani berupa makanan, pakaian, tempat tinggal serta juga kebutuhan berupa kasih sayang, cinta, pendidikan agama, pendidikan formal yang berkualitas untuk anak-anaknya.

Al-quran mengelompokkan anak menjadi 5 kedudukan bagi orang tuanya, setiap kita sebagai orang tua sudah semestinya mempelajari, memahami, serta mengamalkan setiap tugas dan tanggung jawab kita untuk setiap kedudukan tersebut.

1. Anak sebagai ujian bagi orang tuanya

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah ada pahala yang besar” (Q.S Al-Anfal : 28)

Allah menempatkan kedudukan anak sebagai ujian bagi orang tuanya, bahkan dalam firmannya di surah Al-Anfal ayat 28 diatas disejajarkan dengan harta. Anak bisa menjadi ujian yang melenakan dan melalaikan bagi orang tua jika keliru menempatkan cintanya. Sehingga terkadang kecintaan yang sangat berlebihan kepada anak dan cinta ini melalaikannya dari ketaatan kepada Allah SWT maka disaat inilah anak menjadi ujian bagi orang tuanya.

Anak menjadi ujian bagi orang tuanya, sebab dengan memiliki anak bisa menjadikan itu jalan yang lebih mendekatkan dirinya kepada Allah SWT namun juga bisa menjadi jalan yang menjauhkan dirinya dari Allah SWT.

2. Anak sebagai perhiasan dunia bagi orang tuanya

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus -menerus adalah lebih pahalanya disisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan (Q.S : Al-Kahf : 46)

Yang kedua adalah kedudukan anak sebagai perhiasan dunia bagi orang tuanya, anak menjadi suatu keindahan bagi orang tuanya, anak menjadi sumber kebahagiaan bagi orang tuanya. Namun di akhir ayat Allah SWT mengingatkan kita kalau beribadah kepada Allah SWT, meluangkan waktu bersama Allah SWT jauh lebih baik dari kedekatan serta belas kasih yang berlebihan kepada anak.

3. Anak sebagai penenang hati bagi orang tuanya

“Dan orang-orang yang berkata “Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa” (Q.S : Al-Furqan : 74)

Nah, yang ketiga adalah anak sebagai penenang hati bagi orang tuanya. Dalam pepatah minang dikatakan “Ubek jariah palarai damam” yang artinya “Obat dalam kelelahan dan penenang dikala demam”. Ini adalah salah satu keistimewaan anak bagi orang tua, ia bisa menjadi penenang hati, menjadi semangat dan juga penyejuk jiwa untuk orang tuanya.

4. Anak sebagai musuh bagi orang tuanya

“Hai orang-orang yang beriman! sesungguhnya di antara istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka ; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha penyayang” (Q.S : at-Taghabun : 14)

Ayat ini menjelaskan ketika anak menjadi sebab kedurhakaan dan kemungkaran bagi orang tuanya. Mungkin kita sering mendengarkan tak sedikit orang tua yang melakukan apa saja (tanpa harus melihat halal atau haram) untuk anak dan keluarganya. Atau mungkin disaat anak memaksa untuk memenuhi kebutuhannya namun orang tua belum sanggup secara ekonomi maka menjadikan orang tuanya melakukan perbuatan terlarang demi memenuhi kebutuhan anaknya.

Tentu hal seperti ini sangat tidak kita harapkan, semoga Allah menjauhkannya dari kita semua.

5. Anak sebagai amanah bagi orang tuanya

“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka  dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S : At-Tahrim :6)

Dan, yang terakhir adalah kedudukan anak sebagai amanah bagi orang tuanya, sebagai amanah orang tua tidak hanya bertanggung jawab atas kebutuhannya didunia. Namun orang tua juga bertanggung jawab untuk menyelamatkan anak-anaknya dari api neraka. Sebuah peringatan dari Allah SWT untuk kita para orang tua agar bisa menjaga amanah anak yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. (Uda Agus/Elmina)

Sumber foto : salamstock.com

Artikel Menarik Lainnya







comments