Allah menganugrahi kita waktu yang sama 24 jam, kita bebas mengisinya dengan apapun yang kita suka. Tentu kebanyakan dari kita mengisinya dengan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan kita pada tujuan atau visi hidup, tentang apa yang kita kejar di dunia ini. Setiap orang tentu mengejar hal yang berbeda, tetapi yang pasti mereka mengejar sesuatu yang mereka suka dan cintai. Ada yang hidupnya mengejar nikmat harta, maka iapun berlelah payah berjuang siang malam, banting tulang untuk menumpuk harta sebanyak-banyaknya, ada juga yang hidupnya mengejar kenikmatan yang bernama bahagia ia mencarinya kesana kemari agar bertemu dengan bahagia, ada juga yang hidupnya mengejar jabatan serta kenikmatan-kenikmatan lainnya.

Kenikmatan yang dikejar di dunia, bagai sebuah motivasi yang membuat seseorang untuk berpikir serta bertindak melakukan sesuatu untuk mengejarnya. Namun, yang menjadi pertanyaannya sudahkah kita mengejar kenikmatan yang benar ? Dan, sudahkah kita mengejarnya dengan cara yang benar ? Tak sedikit yang tertipu oleh semunya nikmat dunia karena mengejar sesuatu yang tak benar dan juga dengan cara yang tidak benar, yang pada akhirnya ia hanya seperti sudah berlari jauh namun sejatinya dirinya belum kemana-kemana, masih tetap di tempat semula.

Imam Ibnul Al-Jauzi mengingatkan pada kita agar tak keliru dalam mengejar kenikmatan dunia, agar tak salah dalam menempatkan cinta sehingga pada akhirnya berujung kecewa. Setidaknya, menurut Imam Ibnu Al-Jauzi ada lima kenikmatan dunia yang paling utama, yang jika kita merengkuhnya tentu akan menjadi mata air ketengan bagi jiwa dan sumber kelapangan bagi dada hingga kita menemukan hakikat bahagia yang sebenarnya.

1. Kemuliaan Ilmu

Kenikmatan yang utama kata Imam Ibnu Al-Jauzi adalah kemuliaan ilmu, orang yang berilmu jauh lebih mulia dari yang lainnya. Sebab, dengan ilmulah kita bisa paham dan mengerti mana perkara yang boleh maupun tidak boleh, ilmu bagaikan suluh penerang dalam kegelapan, ia menjadi secercah cahaya dalam kekelaman. Makanya perintah pertama dari Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW  “Bacalah” , dan membaca adalah jendela dari ilmu.

So, belajarlah, membacalah, karena dengan ilmulah kita akan selamat dunia dan akhirat, tentu dengan syarat ilmu bermanfaat serta tidak bertentangan dengan syariat Allah serta sunnah rasul.

2. Kesucian diri

Yang kedua adalah kesucian diri, termasuk di dalamnya suci pikiran, suci hati dan suci tubuh. Untuk mendapatkan nikmat ini tentu kita senantiasa menjaga pandangan mata kita, menjaga pendengaran kita, serta menjaga mulut kita dari makanan-makanan yang haram lagi tidak baik.

3. Kesejukan jiwa

Berbicara tentang kesejukan jiwa adalah tentang bersihnya hati dari berbagai macam penyakit-penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, amarah, sakit hati serta beragam penyakit hati lainnya. Orang yang mencapai kenikmatan ini tentu orang yang selalu menjaga hatinya dengan cara menjaga lisannya dari perkataan yang menyakiti orang lain dan selalu mengutamakan kesabaran jika disakiti oleh orang lain.

4. Puas dengan yang ada

Merasa cukup dengan yang telah Allah berikan padanya adalah makna sejatinya dari syukur, merasa puas dengan setiap nikmat yang Allah karuniakan dan selalu mampu melihat nikmat-nikmat Allah yang tersembunyi ketimbang menyesali apa-apa yang belum Allah beri.

5. Pemberian kepada sesama

Pemberian kepada sesama, adalah kenikmatan utama dalam hidup kita. Disaat kita mampu memberikan sebagian harta yang Allah berikan, atau mungkin juga membagikan ilmu yang Allah karuniakan serta beragam pemberian lainnya. Berbagi dengan yang lain adalah hal yang menyenangkan dan menyehatkan, makanya jika kita mempelajari sejarah nabi maka kita akan menemukan Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang dermawan, suka berbagi dan memberi pertolongan.

Itulah, 5 kenikmatan dunia yang utama menurut sesosok ulama besar yang hidup 1000 tahun yang lalu, Imam Ibnu Al-Jauzi. Meskipun sudah sekian abad berlalu namun nasihat ini tetap sangat berharga dan bisa kita implementasikan dalam setiap kehidupan kita sehari-hari, agar tak sesat dalam memaknai kebahagiaan serta tak keliru dalam mengejar kenikmatan.

Sumber foto : muslim.or.id

Artikel Menarik Lainnya







comments