Tak sedikit kaum feminisme beranggapan kalau setiap ketentuan-ketentuan islam terhadap wanita adalah sebuah penghinaan, merendahkan wanita, kuno dan peradaban yang tertinggal. Padahal sejatinya Islam hadir untuk mengangkat derajat dan harga diri kaum wanita. Dan, lintasan-lintasan peradaban sebelumnya sangat rendah serta dihinakan, seperti paparan Dr. Zakir Naik berikut bagaimana peradaban-peradaban terdahulu menghinakan wanita.

1. Peradaban Babilonia

Dalam peradaban Babilonia perempuan dihinakan dan tidak diberi hak apapun. Menurut hukum Babilonia ketika seorang laki-laki membunuh seorang perempuan, sebagai ganti atas hukuman bagi laki-laki itu isterinya dihukum mati.

2. Peradaban Yunani

Yunani, adalah salah satu peradaban kuno yang sering digadang-gadang sebagai peradaban hebat, besar serta menyejarah. Namun sayangnya dalam sistem peradaban yunani perempuan tidak memiliki hak apa-apa serta dipandang rendah. Dalam mitologi yunani seorang “perempuan imajiner” bernama pandora adalah akar penyebab nasib buruk manusia. Orang – orang yunani menganggap perempuan adalah manusia rendah dan berada dibawah laki-laki, pelacuran menjadi praktik biasa dalam semua strata masyarakat yunani.

3. Peradaban Romawi 

Lebih mencekam lagi peradaban romawi, bahkan dalam puncak kejayaan dalam peradaban Romawi seorang laki-laki mendapatkan hak untuk menghabisi nyawa istrinya. Pelacuran serta tradisi tidak mengenakan pakaian bagi seorang perempuan dan laki-laki dalam suatu kelompok di tempat tertentu adalah hal biasa di kalangan bangsa Romawi.

4. Peradaban Mesir

Bangsa mesir menanggap perempuan sebagai sosok jahat dan sebagai lambang iblis.

5. Peradaban Arab Jahiliyah

Sebelum Rasulullah Muhammad SAW datang membawa risalah suci kepada kaumnya di jazirah Arab masyarakat ini sangat merendahkan wanita seperti memperjual belikan wanita, menjadikan ia budak-budak rendahan serta menguburnya hidup-hidup. Sehingga pada masa ini memiliki anak wanita adalah sebuah aib bagi suatu keluarga.

Cahaya islam menerangi wanita dan mengangkat derajatnya

Hingga pada akhirnya Allah SWT mengutus Rasulullah SAW ke jazirah Arab membawa risalah suci yang salah satunya adalah mengangkat derajat kaum wanita. Jika sebelumnya wanita memiliki masa depan yang kelam, menjadi wanita adalah sesuatu yang gelap mencekam serta menakutkan dan memiliki anak wanita adalah aib maka Islam dengan cahaya membuat para wanita bersinar. Tak hanya dihargai bahkan diangkat derajat menjadi manusia yang mulia.

Dalam Islam wanita menjadi seorang istri yang shaleha dan taat maka jaminan syurga baginya, dalam Islam wanita menjadi seorang ibu maka ada syurga di telapak kakinya, kedudukannya begitu dipandang bahkan sebagai “guru dan sekolah bagi anak-anaknya” .Tak hanya itu, keberadaannyapun juga dijamin dan menjadi tanggung jawab bagi empat orang laki-laki yaitu ayahnya, kakak laki-lakinya, suaminya serta anak laki-lakinya.

Rasulullah SAW mengatakan dunia adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita yang shaleha, dalam Islam wanita dijaga dan dilindungi kehormatannya melalui hijab yang dikenakannya menutup aurat, kemuliannya dijaga dengan peran utama sebagai ibu rumah tangga, dirumah mendidik anak-anak serta melayani suaminya sehingga kehormatannya terus terjaga serta kemuliaannya terus bersinar.

Artikel Menarik Lainnya







comments