Ibaratkan air yang memiliki mata air sebagai sumbernya, begitu juga dengan kebahagiaan yang dirasakan dalam kehidupan kita. Benar memang kebahagiaan itu dekat dengan kita, ada didalam jiwa kita namun juga membutuhkan sesuatu untuk mengalirkannya keluar dari lubuk jiwa kita. Dan, pernikahan adalah salah satu ibadah yang memunculkan banyak sumber kebahagiaan bagi setiap yang menikah termasuk juga muslimah. Pernikahan, ibadah yang menggenapkan agama tentu juga menggenapkan kebahagiaan bagi setiap insan yang melaksanakannya.

Jika kita benar-benar jeli melihat dan memahami maka akan banyak sumber kebahagiaan yang ditemukan setelah masa-masa pernikahan, namun untuk kali ini kita akan bahas 5 sumber kebahagiaan yang menurut kami InsyaAllah paling sering dan paling mudah ditemukan.

1. Saling memberi dan menerima

Sumber kebahagiaan yang pertama adalah saling memberi dan menerima dengan pasangan. Setelah ijab kabul diucapkan dan para saksipun kompak mengatakan kata “sah”. Maka disaat itulah proses saling menerima dan memberi dimulai. Masing-masing pasangan mesti siap menerima apapun itu tentang pasangannya baik itu tentang kelebihan atau keunggulan yang dimiliki pasangan maupun kekurangan bahkan sesuatu yang sama sekali tidak disukai dari pasangan kita.

Selain menerima juga siap memberi, memberi perhatian terbaik kepada pasangan, memberi pelayanan terbaik terhadap pasangan dan juga memberi sesuatu yang akan melengkapi kekurangan yang dimiliki oleh pasangan kita. Menerima dan memberi adalah sebuah pekerjaan hati, ia melibatkan emosi banyak rasa yang ikut serta disini. Mungkin itu bahagia, mungkin itu sedih, mungkin itu kecewa, dan  mungkin juga itu kesal. Butuh elemen sabar dan ikhlas agar semuanya menjadi sumber kebahagiaan yang sejati.

2. Ketika berbakti kepada suami

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Maa Syaa Allah, betapa agungnya keistimewaan yang Allah berikan kepada seorang wanita dengan menjadi istri yang taat dan berbakti kepada suaminya dengan memberikannya kesempatan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki, tentu ini suatu yang indah, bukan?. Pernikahan adalah proses dimana orang tua perempuan menyerahkan anak perempuannya kepada seorang laki-laki. Dan setelah menikahpun kewajiban untuk taat dan berbakti seorang wanita kepada suaminya menjadi lebih utama daripada orang tuanya sendiri.

Taat dan berbaktilah kepada suamimu InsyaAllah syurga bagimu, tentu tidak hanya syurga diakhirat kelak namun juga merasakan syurga didunia seperti ketenangan hati dan jiwa, hati yang selalu berbahagia, rumah yang terasa lapang dan anak-anak yang shaleh.

3. Di saat hamil dan melahirkan

Hamil dan melahirkan, adalah kemuliaan yang Allah berikan hanya kepada wanita. Sebuah kemuliaan yang juga akan menjadi benih-benih hadirnya generasi peradaban baru. Hamil memang terlihat tak ringan, namun cobalah tanya kepada setiap wanita maka mereka akan menjawab ada kebahagiaan tersendiri disaat masa-masa kehamilan, sehingga begitu banyak kita melihat wanita-wanita yang merasa bersedih jika belum hamil saat telah menikah. Begitu juga dengan melahirkan, terlihat begitu menyakitkan, melelahkan bahkan nyawapun menjadi tantangannya hingga Allahpun menganugerahkan syahid bagi para ibu yang meninggal dunia saat melahirkan.

Namun disaat bayinya lahir, terdengar tangisan pertamanya disaat itu jugalah hilang segenap rasa sakitnya, tidak hanya hilang bahkan ia lupa terhadap rasa sakit tersebut. Sehingga melahirkan tidak menjadi trauma bagi seorang wanita namun malah menjadi sesuatu kenangan indah yang dirindukan.

Seorang wanita memiliki rasa cinta yang istimewa kepada putra-putrinya, yang konon katanya cinta ini disemai, ditumbuh, dipupuk dan dirawat sejak masa-masa ia hamil dan melahirkan.

4. Disaat menyusui anaknya. 

Aktivitas menyusui selain sebagai nutrisi terbaik bagi bayi yang hingga saat ini belum ada dan tentu tidak akan ada tandingannya juga merupakan sebuah aktivitas yang akan membangun kedekatan serta kelekatan antara seorang anak dengan ibunya. Tidak hanya tentang air susu itu yang diminum, namun juga pada prosesnya di waktu menyusui, disaat ibu mendekap anaknya, menatap mata anaknya, mengelus-ngelus kepala anaknya sembari terus membacakan ayat-ayat ilahi ataupun do’a-do’a agar kelak Allah jadikan anaknya anak yang shaleh dan berbakti kepada orang tua. Pada proses inilah sebenarnya sumber kebahagiaan sejati itu, bagi wanita yang benar-benar melakoni aktivitas menyusui ini, maka ia akan merasakan ada kesedihan disaat masa-masa menyusui dengan anaknya berakhir.

5. Di saat bersabar dan berbagai situasi dan kondisi

”Wahai orang-orang yang berIman jadikan lah sabar dan sholat sebagai penolong mu.” (Q.S  Al-baqarah : 153)

Sumber kebahagiaan yang kelima adalah bersabar, tentu kita sama-sama menyadari kalau perjalanan kehidupan pernikahan tidak akan selamanya berjalan dengan mulus, berjalan dengan lancar tanpa rintangan dan hambatan sekalipun, tak ada pernikahan yang terlepas dari masalah, dan tidak ada juga pernikahan yang terbebas dari konflik. Bahkan adanya masalah, adanya konflik, adanya goncangan serta kerikil-kerikil kecil dalam kehidupan rumah tangga adalah sesuatu yang penting dalam kehidupan rumah tangga, bahkan ini semua menjadi sumber kebahagiaan utama bagi kehidupan berumah tangga. Tentu dengan syarat kita mesti menghadapi semuanya dengan penuh kesabaran dan juga shalat sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-baqarah ayat 153 diatas.

Itulah, 5 sumber kebahagiaan bagi setiap muslimah ketika sudah menikah. Ketakwaan, ketaatan serta menjadi Al-quran dan sunnah sebagai standar nilai dalam kehidupan berumah tangga tentu menjadi persyaratan utama untuk menemukan 5 sumber kebahagiaan diatas. Semoga ini menjadi motivasi tersendiri bagi setiap muslimah dalam menyiapkan dan menyegerakan pernikahannya.

Sumber foto : www.beradab.com

Artikel Menarik Lainnya







comments