Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita sering menemukan ada anak yang tidak mau berinteraksi dengan teman-temannya, ketika di ajak berbicara ia menjauh penuh ketakutan bahkan sering juga menangis. Ketika disekolahpun anak-anak yang memiliki sifat pemalu biasanya tidak mau bermain dengan teman-temannya disekolah, selalu ketakutan kalau-kalau ia akan ditanya oleh gurunya, bahkan dalam suatu kasus ada yang tidak mau sendirian di dalam ruang kelas, ia memaksa orang tuanya untuk ikut menemani proses belajar di dalam kelas.

Dampak buruk dari sifat pemalu seorang anak jika dibiarkan terus menerus tentu bisa menghambat kesuksesannya di masa depan. Menjadi salah satu penghambat dirinya untuk bekerja atau berkarir terlebih untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak interaksi, oleh sebab itulah semestinya setiap orang tua bisa mengindentifikasi hal ini sejak sedini mungkin. Apakah anaknya memiliki sifat pemalu yang terlalu berlebihan atau tidak.

Jika menemukan ada dampak serta ciri-ciri ini pada anak kita, ada baiknya kita menanggulanginya sejak dini. Berikut kami memberikan 5 tips menghadapi anak pemalu terangkum di dalamnya penyebab anak pemalu, serta bagaimana menanggulanginya.

1. Selalu berkomunikasi pada anak dengan penuh kasih dan sayang

Salah satu hal yang menyebabkan anak memiliki sifat pemalu adalah karena takut serba salah. Biasanya sedari kecil ia sudah terbiasa menerima bentakan ketika melakukan kesalahan oleh orang tuanya, bahkan hingga mendapat penyiksaan secara fisik seperti dipukul oleh orang tuanya. Ketika memberi nasihat orang tua cenderung memberikan ancaman pada anak sehingga membuat nyalinya ciut.

Ketika kebiasaan ini terus menerus dilakukan maka secara tidak disadari hingga dewasa anak jadi sangat takut melakukan kesalahan, takut salah kalau bicara, takut salah kalau melakukan sesuatu karena dalam benaknya sudah tertanam keyakinan melakukan kesalahan sama dengan bentakan, pukulan dan berbagai macam tindakan menyakitkan lainnya. Hal inilah yang membuat anak cenderung menjadi pendiam, menarik diri dari pergaulan dan pada akhirnya menjadi orang pemalu seumur hidup bila tidak cepat ditanggulangi melalui terapi.

Oleh karena itu sudah semestinya semenjak anak masih kecil orang tuanya berkomunikasi pada anaknya dengan penuh kasih sayang, banyak memberikan pujian, menghindari membentak anak, mengancam serta memukul anak. Agar terbangun kepercayaan diri dalam dirinya, yang mana kepercayaan diri ini akan menjadi modal penting bagi kesuksesannya di masa depan kelak.

2. Mengajak anak untuk berinteraksi dan bergaul semenjak usia dini

Memperkenalkan anak pada saudara, tetangga serta anak-anak yang seusia dengannya adalah salah satu cara untuk membangun kepercayaan dirinya dalam berinteraksi sejak dini. Akan tetapi perlu diperhatikan juga pergaulannya adalah pergaulan yang baik serta jauh dari hal-hal buruk yang bisa berakibat buruk pada pertumbuhan mental maupun kepribadiannya. Untuk hal ini memilih lingkungan yang baik, taat serta penuh kasih sayang adalah bagian terpenting dalam mendidik anak semenjak usia dini.

3. Berikan ruang untuk bergerak dan berekspresi bagi anak

Sebaiknya orang tua sudah memberikan ruang untuk bergerak dan berekspresi bagi anaknya sejak usia dini. Banyak cara bisa dilakukan seperti mendengarkan setiap kata-katanya meskipun masih terbata-bata, memujinya apabila melakukan kebaikan, serta memeluknya jika ia melakukan kesalahan sembari membisikan kalau ayah dan ibu sangat mencintainya serta memberikan nasihat penuh kasih sayang. Selain itu kita sebagai orang tua juga bisa menyediakan dia ruang khusus untuk bermain, menyiapkannya mainan yang memungkinkan dirinya bergerak dan mengekspresikan beragam keinginannya.

4. Hindari mencela anak dengan kata-kata kotor

Mungkin karena saking sibuk serta capeknya para orang tua dalam mencari nafkah untuk anaknya sehingga terkadang tanpa disadari emosinya sering meledak-ledak saat marah pada anaknya. Orang tua yang seperti ini mungkin beranggapan anaknya tidak memahami apa yang dilakukan oleh orang tuanya, anaknya tidak tau diri atau mungkin juga mengganggap anaknya adalah anak durhaka sehingga menjadi dalih baginya untuk marah sembari mencela anaknya dengan hal-hal yang buruk.

Jika dilakukan hal seperti ini tentu akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan mental dan psikologis anak. Untuk hal ini orang tua harus menyadari dampak buruk dari membentak anak, serta harus memiliki kesabaran yang lebih tinggi lagi ketika berhadapan dengan anaknya. Bahkan menurut penelitian bentakan pada anak sangat berbahaya bagi perkembangan otaknya, anak-anak yang sering mendapat bentakan dan kata-kata kasar akan cenderung menjadi pemalu dan minder dalam kehidupannya.

5. Menemukan bakat serta hal yang disukainya sejak kecil

Memiliki prestasi dalam suatu bidang akan menjadi modal utama untuk membangun kepercayaan diri anak. Misalnya ada anak yang sejak usia 3 tahun sudah terlihat bakatnya dalam melukis, orang tua memberikan dukungan, memberikan fasilitas baginya untuk berlatih hingga suatu saat ia mengikuti berbagai lomba maupun pameran lukisan. Dan dalam pameran atau lombapun ia menang dan mendapatkan hadiah. Pengalaman semacam ini tentu akan sangat meningkatkan kepercayaan dirinya dan akan menjadi bekal penting baginya untuk meraih prestasi-prestasi selanjutnya.

Jadi menemukan bakat serta hal yang disukai oleh anak semenjak kecil, mengasah bakat tersebut adalah hal penting yang mesti dilakukan oleh setiap orang tua pada anaknya. Orang-orang besar yang namanya menyejarah pada umumnya sudah ditemukan bakat serta di asah dengan sangat baik oleh orang tuanya semenjak ia masih kecil sebutlah tokoh-tokoh seperti Imam Syafi’i yang telah menghafal Al-quran sejak usia 7 tahun, Muhammad Al-fatih sang penakhluk konstantinopel yang sudah didik dengan Al-quran, dilatih berperang semanjak usianya masih di bawah 10 tahun dan banyak lagi contoh-contoh sukses lainnya.

Itulah 5 tips praktis agar anak tidak menjadi pemalu, dan harapannya tentu tidak hanya sekadar itu akan tetapi juga menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri yang bagus, mengenali dirinya serta menjadi kebanggaan bagi orang tuanya sebab dari prestasi-prestasi yang berhasil ia torehkan.

Sumber foto : tabloidnova.com

 

 

Artikel Menarik Lainnya







comments