Selain memenuhi kebutuhan pokok, memberikan kasih sayang serta menyiapkan fasilitas pendidikan terbaik untuk anak ada 6 pembelajaran penting untuk yang harus diajarkan lansung oleh orang tua pada anaknya tanpa melalui perantara sekolah, guru atau orang lain. Adapun 6 pembelajaran penting tersebut adalah :

1. Menanamkan tauhid

Tauhid adalah pondasi akidah, ini adalah hal penting yang harus kita tanamkan pada anak semenjak anak masih berada dalam kandungan, saat lahir, anak-anak hinggga beranjak dewasa. Kalau pada saat dalam kandungan, kelahiran serta masa kana-kanak kita mengenalkan tauhid pada anak dengan memperdengarkan kalimat-kalimat yang mengandung makna tauhid. Pada saat beranjak remaja anak penanaman tauhid pada bisa dalam bentuk nilai-nilai kehidupan sebagaimana yang pernah dicontohkan oleh Luqman saat menanamkan nilai tauhid pada anaknya :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.s.Luqman [31] : 13)

Selain itu banyak lagi aktivitas-aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh para orang tua dalam menanamkan tauhid pada anakanya seperti mengajak anak berdiskusi tentang kebesaran ilahi, memberikan nasihat-nasihat yang berasal dari Al-qur’an pada anak, membentuk rasa selalu diawasi oleh Allah SWT dan juga termasuk memilihkan sekolah yang benar-benar memperhatikan nilai-nilai tauhid. Karena tak sedikit sekolah-sekolah yang telah menanamkan paham-paham liberal serta pluralisme dalam diri anak sehingga akidahnya menjadi rusak dan tauhidnya dangkal.

2. Mengenalkan anak pada konsep halal dan haram

Konsep halal dan haram adalah hal penting yang juga mesti ditumbuhkan dalam diri anak kita sejak dini. Kita kenalkan pada anak mana makanan atau minuman yang halal dan haram, pergaulan yang halal serta haram dan juga jenis pekerjaan yang halal dan haram. Jika konsep ini telah terpatri dalam diri anak semenjak dini tentu akan melekat dalam dirinya hingga dia dewasa nanti. Saat menemukan sesuatu yang haram “alarm” dalam dirinya secara otomatis akan memberi peringatan. Sehingga pada akhirnya anak-anak kita terbebas dari berbagai hal yang telah Allah dan Rasul-Nya haramkan.

3. Mengenalkan tentang Rasulullah SAW dan mengajak anak untuk mencintai Rasulullah semenjak dini

Yang ketiga adalah mengenalkan tentang sosok manusia yang menjadi inspirasi bagi umat manusia. Tak hanya kawan bahkan musuhpun banyak yang mengakui keagungan pribadinya serta mengambil hikmah dan pelajaran dari dirinya. Beliaulah Muhammad Rasulullah SAW.

Kita perlu mengenalkan sosok ini pada anak kita, anak kita mesti tau kalau ini teladan yang sesungguhnya patut ditiru serta diikuti. Banyak cara bisa dilakukan untuk mengenalkan serta menumbuhkan cinta pada Rasulullah SAW seperti menceritakan kisah perjuangan, menceritakan teladan-teladan kebaikannnya, mengajarkan anak bershalawat pada Rasulullah SAW serta juga berkunjung ke Makkah Al Mukarammah tanah kelahiran dan perjuangannya Rasulullah SAW.

4. Mengenalkan keluarga Rasulullah SAW dan juga mengajak anak untuk mencintainya

Salah satu cara kita mencintai Rasulullah SAW adalah dengan mencintai keluarganya Rasulullah. Mereka adalah istri-istrinya Rasulullah, putra-putrinya Rasulullah dan cucu-cucunya Rasulullah SAW. Caranya tentu dengan mengenali siapa mereka,  bagaimana kehidupanya dan mendoakan mereka.

5. Menanamkan kecintaan pada Al-qur’an dalam diri anak

Dari Utsman Radhiyallahu ‘Anhu Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan dan mengajarkan Al-qur’an” (H.R Bukhari) 

Banyak kita saksikan anak-anak hari ini tak bisa terlepas dari yang namanya gadget entah itu untuk bersosial media atau untuk main games. Saking melekatnya anak-anak ini pada gadget mereka seolah tak rela satu menitpun terpisah dari gagdet. Sekarang coba kita bayangkan jika anak-anak kita memiliki kecintaan yang begitu melekat dengan Al-qur’an. Sedikit-dikit buka Al-qur’an, sedikit-dikit baca Al-qur’an, sedikit-dikit menghafal dan mentaddaburi Al-qur’an. Tentu ini sungguh membahagiakan sekali bukan ?

Jika ini harapan kita, anak begitu cinta pada Al-qur’an maka tugas utama kita sebagai orang tualah untuk menanamkan kecintaan pada Al-qur’an dengan mengajarkannya membaca Al-qur’an, mendampinginya menghafal Al-quran serta membersamainya mentaddaburi ayat-ayat Al-qur’an.

6. Mengajarkan dan mencintai hadits Rasulullah SAW 

Hadits adalah pegangan umat Islam setelah Al-qur’an. Ia adalah ucapan-ucapan Rasulullah SAW yang menjadi pedoman hidup bagi kita, yang mana jika kita ikuti maka berlimpahlah kebaikan yang kita dapatkan. Maka, ini menjadi hal penting yang mesti kita ajarkan pada anak-anak kita, untuk mempelajari dan mengamalkan hadits-hadits Rasulullah SAW.

Itulah 6 pembelajaran berharga yang mesti kita ajarkan pada anak-anak kita dan kita pastikan juga kalau kitalah yang mengajarkannya lansung.

Sumber foto : pexels

Artikel Menarik Lainnya







comments