Di era digital sebagaimana yang kita rasakan saat sekarang ini kita tak bisa terlepas dari yang namanya internet dengan beragam hidangannya yang melenakan sebutlah itu sosial media, video youtube, beragam instant messenger , game online, dan berbagai fasilitas lainnya yang bisa dinikmati cukup hanya dengan menggerakkan jari dan jempol melalui sebuah perangkat yang sering dikenal sebagai telepon pintar.

Kita bisa menyaksikan bagaimana “si telepon pintar” seolah-olah menjadi “nyawa” kedua bagi mereka yang benar-benar terperangkap dalam kegilaan benda ini. Mulai dari bangun tidur, saat sarapan, perjalanan berangkat kerja, ditempat kerja, saat ngumpul sama teman, saat berkumpul dengan keluarga begitu sulit untuk terlepas dari gadgetnya, dan ternyata hal ini tak hanya berlaku untuk orang tua akan tetapi juga untuk anak-anak. Bahkan anak dengan usia di bawah 5 tahun sudah dibekali gadget oleh orang tuanya apalagi bagi anak-anak yang sudah bersekolah di SD hingga SMA tentu gadget si telepon pintar sudah menjadi benda wajib yang harus dimilikinya bahkan melebihi wajibnya memiliki buku-buku sekolahnya sendiri.

Tentu kita sangat menyadari banyak sekali dampak kebaikan dari dunia internet ini, apalagi yang hari ini semakin didekatkan oleh si telepon pintar, dalam waktu yang singkat kita bisa terhubung ke berbagai belahan dunia, dalam waktu kilat kita bisa terkoneksi dengan ratusan informasi baru dan dalam waktu yang sangat cepat juga kita bisa mendapatkan bermacam jenis hiburan yang kita mau. Namun, ibarat sebuah mata pisau, dibalik banyaknya manfaat yang dimiliki tentu tak dipungkiri juga tersimpan beragam keburukan atau lebih tepatnya dampak buruk bagi yang menikmatinya lebih khusus untuk anak-anak.

Sebutlah kecanduan game online yang kalau seorang anak sudah kena virus yang satu ini dia akan rela untuk main game online berhari-hari siang dan malam tanpa merasa capek, begitu juga dengan bahaya pornografi yang pada akhirnya menjadi pemicu terjadinya pergaulan bebas, pelecehan seksual dan berbagai macam penyakit mental lainnya. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran kita semua khususnya para orang tua, terlebih sangat sulitnya untuk mengawasi anak-anak kita dalam melakukan akses internet dan mengontrol mereka karena ketika gadget sudah di tangan, saat dia berada ditempat yang sepi maka hanya dia dan tuhan sajalah yang tau apa yang di aksesnya melalui gadget tersebut.

Mencoba untuk menjawab kegelisahan ini maka pada tulisan kali ini kami hadirkan 6 tips Menjaga Anak Dari Dampak Buruk Internet.

1. Menanamkan  keimanan yang kuat sejak dini

Ini adalah hal penting yang mesti ditanamkan dalam hati dan pikiran hingga membentuk sebuah keyakinan yang kuat dalam dirinya semenjak dini. Sebuah keyakinan kalau kita hidup sebagai hamba Allah SWT, sebuah keyakinan Allah mengirim utusan nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan Al-quran sebagai tuntunan kehidupan, sebuah keyakinan tentang bagaimana semestinya mentaati setiap perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya.

Ketika keimanan sudah tumbuh, kecintaan kepada Allah dan Rasul sudah mengakar dalam pribadi seorang anak maka akan lebih mudah memberi nasihat dan mengingatkannya tentang bahaya-bahaya dan dampak buruk internet.

2. Mengajarkan pada anaknya mana yang menjadi kebutuhan atau hanya sekedar keinginan-keinginan belaka.

Dengan dalih sayang dan cinta pada anak tak jarang orang tua membekali anaknya dengan fasilitas internet mulai dari gadget hingga komputer atau laptop pribadi. Padahal sebenarnya anaknya belum membutuhkan hal itu, sehingga perangkat-perangkat tersebut tidak maksimal digunakan untuk kebaikan dan akhirnya lebih banyak dipakai dalam hal keburukan seperti main game, searching hal-hal yang tak diinginkan di internet dan berbagai hal-hal buruk lainnya.

Disinilah peran penting orang tua dalam mengajarkan mana yang sebenarnya kebutuhan dan hanya sekedar keinginan-keinginan saja. Jika untuk telepon hanya butuh telepon dan SMS saja maka tentu sangat mubazir dibelikan gadget dengan berbagai fasilitas wah, jika komputer hanya butuh untuk belajar mengetik saja tentu terlalu berlebihan jika dibelikan komputer khusus untuknya sendiri ditambah lagi dengan fasilitas internet tanpa batas.

Orang tua harus jeli melihat kebutuhan anaknya, berikan pelan-perlahan sesuai apa yang mereka butuhkan bukan berfokus pada apa yang mereka inginkan saja dan membuat di senang.

3. Selalu memberikan waktu berkualitas bersama anak

Terkadang alasan orang tua membelikan berbagai fasilitas wah untuk anaknya adalah agar tidak menganggu kesibukan orang tuanya bekerja atau tidak menganggu saat orang tua letih pulang bekerja. Dan, kebanyakan dari anak-anak yang pada akhirnya mengalami berbagai dampak buruk dari internet adalah mereka yang juga kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Selain makanan, uang, dan berbagai jenis fasilitas anak-anak kita juga sangat membutuhkan waktu berkualitas dari orang tuanya. Karena dengan waktu berkualitas inilah ikatan cinta kasih antara anak dan orang tua terbangun dengan baik, ketika ikatan sudah terbangun dengan baik maka anak akan lebih mendengarkan setiap nasihat-nasihat orang tuanya dan lebih mudah untuk diingatkan. Maka sesibuk apapun kita sebagai orang tua luangkanlah waktu-waktu berkualitas untuk anak kita, matikan sejenak gadget kita, televisi kita dan bermainlah bersama anak kita untuk memeluknya, melihat pertumbuhannya dan mendengarkan setiap kabar gembira maupun juga keluh kesah darinya.

4. Menyampaikan pada anak akan bahaya buruk internet dengan bijak

Saat akan memfasilitasi anak dengan internet ataupun gadget orang tua menjelaskan dengan detail akan bahaya dan dampak buruk yang banyak disebabkan oleh internet seperti game online, pornografi, perjudian online, zodiak dan ramalan, film serta musik-musik yang banyak muatan pornografi serta mudharat lainnya.

Orang tua harus bijak menjelaskan dampak buruknya baik dari sisi agama, kehidupan sosial serta mudharatnya untuk mental, otak dan masa depan. Dan, orang tua tak boleh lelah untuk selalu mengulang-ulang bahaya-bahaya dan dampak buruknya ini pada anaknya, karena dengan lebih sering maka hal ini akan tertanam dalam alam bawah sadar anak-anak kita sehingga ketika mendengar atau melihat sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal tersebut akan mengingatkannya lansung pada bahayanya.

5. Melakukan pendampingan dan kontrol saat anak terkoneksi dengan internet

Saat anak-anak baru memakai fasilitas internet orang tua mendampingi, sembari menuntunnya untuk hanya mengakses hal-hal yang bermanfaat serta mengingatkan apa-apa saja yang membahayakan dari internet. Dan, ketika telah selesai sebaiknya orang tua memutus akses internet sehingga tidak bisa di akses saat sendiri, lakukan hal ini sampai kita benar-benar yakin anak kita sudah mengerti dan paham akan menggunakan internet secara sehat.

6. Menemukan bakat atau hobi anak sejak dini serta menyalurkannya secara positive

Tak sedikit anak yang pada akhirnya terancam masa depannya adalah karena tak mengenal dirinya, belum menemukan jati dirinya ditambah lagi dengan kurangnya waktu dan perhatian dari orang tua sehingga anak ikut-ikutan temannya. Padahal jika orang tua mampu mengenali bakat dan keunggulan dari anaknya maka sang tentu akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menikmati apa yang menjadi bakat dan hobinya ini ditambah lagi dengan suntikan motivasi agar bisa menjadi lebih baik dari hari ke hari, mendorongnya untuk berprestasi dibidangnya, memberi ruang baginya untuk mengekspresikan hal disukainya serta memberi apresiasi atas capai-capainnya tentu akan menyibukkannya dengan aktivitas kebaikan serta menyelamatkanya dari berbagai dampak buruk internet.

Dari keenam tips di atas jika kita cermati maka sejatinya hanya berfokus pada satu hal yaitu kepedulian orang tua pada anaknya, ini sebenarnya yang akan menjadi solusi bagi permasalahan ini. Anak-anak membutuhkan orang tua yang peduli padanya dan tentu juga adalah orang tua yang peduli dengan cara yang benar, banyak yang mengaku peduli pada anaknya dengan cara memberi banyak hal namun lupa memberikan waktu, memberikan sentuhan cinta dan kasih sayang padahal sejatinya inilah yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita.

Sumber foto : tekno.liputan6.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments