Pacaran (lagi) dan lagi, meskipun hampir semua mereka ( baca : pelaku pacaran ) menyadari dampak buruk dari pacaran, sadar jika pacaran tidak memiliki dampak kebaikan apapun. Ternyata pacaran itu seperti semacam energi yang bisa menular, jika kita berteman dengan orang yang pacaran maka akan dengan mudah ikut tertular pacaran karena ikut-ikutan. Selain itu pacaran juga menjadi semacam kecanduan, maka ada orang meskipun sudah gagal dan sakit hati dalam pacaran berkali-kali tetap saja masih ingin pacaran, tetap saja masih mau pacaran.

Banyak sekali penyebab orang-orang masih mau dan malah pengen atau malah iri dengan pacaran, tapi pada tulisan kali ini kita tidak membahas itu secara panjang lebar. Khusus pembahasan kita kali ini adalah tentang bagaimana menjaga hati agar terhindar dari aktivitas maksiat bernama pacaran. InsyaAllah akan ada 6 tips untuk kita semua.

1. Pahami pandangan islam terhadap pacaran

Meskipun tidak ada dalil yang menyatakan secara eksplesif kalau tentang pacaran didalam islam, baik dari Al-quran maupun hadist Rasulullah SAW. Sebab mungkin istilah pacaranpun baru ditemui baru-baru ini. Namun Allah dan Rasul menyatakan dengan tegas kepada kita setiap umat muslim untuk menjaga pandangan dan menjaga kemaluan (Q.S Annur : 30)  serta menjauhi zina (Q.S Al-israa : 32). Sementara pacaran tentu tidak menjaga hati, pandangan dan juga adalah aktivitas yang mendekatkan pelakunya pada perzinaan.

2. Memahami pacaran  sebuah kesia-siaan

Pacaran hanyalah kesia-siaan belaka, selain berpotensi kepada maksiat zina, pacaran juga melalaikan hati seseorang dari ibadah, Allah, dan bahkan keluarganya sendiri. Pacaran juga jalan mubazir untuk membuang-buang waktu, kita bisa menyaksikan berapa banyak waktu yang terbuang bagi mereka yang pacaran untuk hanya sekedar berdua-duaan dan juga sekaligus untuk membuang-buang uang sebutlah untuk beli pulsa telpon dan sms, traktir malam minggu, nganterin di do’i kesana kemari seperti tukang ojek dan lain sebagainya.

3. Memahami pacaran adalah hubungan tanpa komitmen dan hanya untuk bersenang-senang semata-mata

Setuju atau tidak pacaran adalah sebuah hubungan tanpa komitmen, hubungan yang hanya dijalin bagi mereka yang belum siap untuk menikah, belum siap bertanggung jawab untuk menjadi ibu atau ayah. Dan, pacaran hanya bagi mereka yang hanya mau nikmat dan kesenangan sementara saja.

4. Menjauhi semua media-media yang memungkinkan keinginan untuk berpacaran

Tak sedikit diantara mereka yang melakukan aktivitas pacaran dipengaruhi oleh media-media semacam televisi melalui sinetronnya, musik-musik dan berbagai drama film. Maka, agar terhindar dari pacaran hindarilah media-media tersebut yang memungkinkan menumbuhkan keinginan untuk pacaran.

5. Perbanyak dzikir, baca Alquran dan tingkatkan ketaatan pada Allah SWT. 

Ibarat sebuah ruangan, jiwa dan hati kita ini jika tidak diisi dengan kebaikan maka ia akan teris oleh kemaksiatan. Punya keinginan untuk pacaran, ingin memiliki hubungan dekat dengan lawan jenis merupakan sebuah fitrah dari Allah SWT. Nah, tugas kita adalah menjaga agar fitrah tersebut selalu terjaga kesuciannya dan tidak terkotori oleh syahwat.

6. Berkumpul dengan orang-orang shaleh/ha

Tips yang keenam adalah berkumpul dengan orang-orang shaleh/ha, berkumpul dengan orang-orang yang saling mengingatkan pada jalan kebaikan. Sebab energi itu menular, baik itu energi kebaikan maupun keburukan. Begitulah peran penting pergaulan

 

 

 

Artikel Menarik Lainnya







comments