Sejarah mencatat banyak ulama, ilmuwan dan penemu yang lahir dari rahim islam. Sebutlah seperti Imam Asy Syafi’i sudah hafal Al-qur’an sejak dini, hafal ribuan hadist dan kitab-kitab ulama. Al-khawarizmi, Ibnu Sina, Ibnu Batutah dan banyak lagi yang lainnya. Karya mereka, temuan mereka dan pendapat-pendapat mereka masih terpatri dalam sejarah peradaban hingga masa kini.

Islam yang taat dan kuat tentu tidak akan mengabaikan masalah kecerdasan intelektual pada setiap generasinya. Salah besar jika orang-orang menyebut jika seseorang taat dan patuh beragama maka ia akan ketinggalan zaman dan terbelakang. Banyak ayat-ayat di Al-quran serta hadits dari Rasulullah SAW yang mengajak umatnya agar menjadi umat yang cerdas, berilmu dan memanfaatkan ilmunya untuk peradaban umat islam ini.

Dan, menjadi tugas serta kewajiban kitalah sebagai orang tua untuk memperhatikan aspek kecerdasan intelektual putra-putri kita. Kita tidak hanya memastikan dia taat dan patuh namun juga menjadi anak yang cerdas dan pintar. Berikut adalah 7 hal positive yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan kecerdasan putra-putrinya.

1.  Memilihkan guru terbaik untuk sang anak

Memilihkan guru terbaik untuk anak adalah tugas penting orang tua, kalau zaman dulu Ibundanya Imam Asy Syaf’i mengantarkan lansung putranya belajar pada ulama-ulama terbaik mungkin untuk kondisi hari ini adalah saat orang tua memilihkan sekolah terbaik untuk putra-putrinya. Sekolah terbaik tentu bukan hanya sekolah yang  hanya mengejar aspek kecerdasan intelektual semata namun juga mengutaman kecerdasan spiritual sang anak.

Semakin bertambah ilmunya, semakin meningkat juga ketaatannya pada Allah SWT serta semakin meninggi komitmennya berjuang untuk umat ini. Guru yang hebat tentu tidak hanya mengasah otak namun juga menempa hati dan menajamkan nurani sang murid.

2. Menjadikan Al-qur’an sebagai pembelajaran pertama dan utama

Rasulullah SAW bersabda :

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.” (H.R Bukhari)

Dan sebaik-baiknya pengajaran dari orang tua pada anak tentu adalah pembelajaran Al-qur’an. Ibarat akan membangun rumah maka Al-qur’an adalah pondasi utama dalam pendidikan anak. Al-qur’an bisa kita kenalkan pada anak semenjak anak berada dalam rahim ibunya mulai dari memperdengarkan lantunan ayat suci Al-qura’an, mengenalkan hurum-huruf Al-qur’an padanya, mengajarkan anak membaca Al-qur’an hingga membimbing anak untuk memahami setiap makna yang terkandung dalam setiap ayat Al-qur’an.

3. Mengajarkan anak membaca dan menulis

Mengajarkan anak membaca dan menulis semenjak dini merupakan hal paling bagus untuk meningkatkan kecerdasan intelektual anak. Karena saat telah pandai membaca kita bisa memotivasi anak untuk membaca buku-buku lain dan juga dengan menulis kita bisa membimbing anak belajar menulis sejak dini. Dan, kita tau membaca serta menulis ini adalah budaya ulama-ulama muslim semenjak zaman dahulu.

4. Mempelajari kehidupan tokoh-tokoh hebat muslim

Satu hal yang dibutuhkan oleh anak untuk bertumbuh menjadi pribadi hebat adalah keteladanan. Anak butuh keteladanan yang akan ditiru dan diteladaninya atau bahasa sekarang disebut sebagai idola. Anak-anak kita hari ini banyak yang kehilangan teladan yang seharusnya diteladani sehingga mau tak mau putra-putri kita mengidolakan tokoh-tokoh ilusi ciptaan barat seperti spiderman, superman, batman dan sejenisnya. Anak kita tidak tau kalau di bumi ini ada manusia-manusia yang benar-benar hebat seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khattab, Imam Asy Syafi’i, Muhammad Al Fatih dan tokoh-tokoh muslim hebat lainnya.

Tugas kitalah sebagai orang tua mengenalkan tokoh-tokoh hebat ini pada mereka anak – anak kita untuk menjadi idolanya, menjadi inspirasi hidupnya serta penyemangat dirinya di kala muncul kemalasan.

5. Mengajarkan sejarah peradaban muslim pada anak

Sejarah masa lalu adalah satu pembelajaran penting yang juga mesti kita ajarkan pada anak-anak kita. Kita perlu memberi tahu dan menjelaskan bagaimana sejarah-sejarah dunia, sejarah para nabi, sejarah peradaban muslim, sejarah bangsa dan sejarah-sejarah kehidupan muslim lainnya. Tentu tujuannya adalah agar anak kita tidak kehilangan jadi dirinya sebagai umat muslim maupun sebagai anak bangsa Indonesia. Dengan mengetahui sejarah juga akan menumbuhkan jiwa patriotisme dalam diri anak baik untuk agama maupun bangsanya.

6. Mengajarkan anak berbagai bahasa 

Bahasa, juga termasuk hal penting yang mesti dikuasai anak karena ini adalah modal utama bagi anak kita untuk mengenal dunia lebih jauh serta lebih dalam. Sebagai warga negara Indonesia tentu kita perlu mengajarkan anak kita bahasa Indonesia yang baik dan benar, setelah itu sebagai umat muslim kita juga dianjurkan untuk mempelajari dan menguasai bahasa arab bahasanya Al-qur’an dan selanjutnya adalah bahasa-bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa jerman, bahasa mandarin dan lain-lain.

Dengan menguasai banyak bahasa tentu akan memudahkan anak kita untuk belajar kemana dan kepada siapa saja baik di dalam maupun luar negeri.

7. Mengajarkan anak bisa mengelola waktu dengan produktif semenjak dini

Mutiara berharga yang Allah amanahkan kepada kita semua adalah waktu. Mungkin ilmu kita berbeda, kemampuan belajar kita berbeda, banyaknya harta yang dimiliki berbeda tapi Allah memberi kita waktu yang sama artinya disini Allah memberi kita peluang dan kesempatan yang sama untuk melakukan banyak kebaikan.

Pandai mengelola waktu, produktif memanfaatkannya adalah hal penting yang mesti kita tuntunkan pada anak sehingga dia menyadari betapa penting dan berartinya waktu. Pada akhirnya dia tidak akan menyia-nyiakan waktu, tak ada waktu yang berlalu kecuali bertambah juga kebaikan yang dilakukannya.

Itulah 7 hal positive yang akan meningkatkan kecerdasan intelektual anak. Bagi sahabat yang masih sendiri sebelum punya anak kita bisa melakukan 7 hal ini untuk diri kita sendiri terlebih dahulu sehingga nanti mudah memberikan keteladanan pada anak.

Sumber foto : pexels.com

Artikel Menarik Lainnya







comments