Temperamental adalah sebuah keadaan dimana seorang anak mudah sekali terganggu emosinya, ekspresi yang dimunculkanpun beragam seperti tenang, menyendiri atau malah sebaliknya bergerak aktiv, marah meledak-ledak, melempar berbagai benda disekitarnya, menangis tantrum dan berbagai ekspresi emosi lainnya. Secara psikologi temperamental termasuk salah satu gangguan yang jika tidak diantisipasi atau dibiarkan bisa berlanjut hingga anak dewasa nanti. Salah satu hal untuk mengatasi temperamental pada anak adalah dengan mengetahui penyebab-penyebabnya serta menghindari hal ini sedari awal, hal ini tentu akan lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mengobati setelah terjadi.

Adapun faktor utama yang menyebabkan anak temperamental adalah :

1. Tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya

Banyak sekali anak-anak yang semenjak bayi sudah ditinggal pergi oleh ayah dan ibunya yang bekerja pergi pagi pulang malam. Ia pergi saat anaknya masih tertidur dan pulang lagi ketika anaknya tertidur kembali.  Akhirnya sang anak menikmati hari-hari bersama pembantunya, jauh dari belain kasih sayang orang tua. Terlebih lagi jika pembantu yang mengasuhnya memberikan pengasuhan hanya sebatas menyelesaikan tugas tanpa melibatkan rasa hati berupa cinta, kasih dan sayang pada anak tersebut.

2. Orang tua yang terlalu otoriter pada anaknya

Orang tua yang tidak memberi sedikitpun ruang diskusi pada anak, dan merasa dia paling tau dan mengerti tentang anaknya akan menyebabkan si anak temperamental. Terlebih jika hal ini dibarengi dengan kekerasan baik berupa suara maupun fisik seperti membentak, mengancam hingga memukul anak. Anak yang mengalami kekerasan semenjak kecil akan cenderung serba takut dalam melakukan sesuatu, memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, cengeng dan minder dalam pergaulan.

3. Orang tua yang terlalu memanjakan anaknya

Orang tua yang selalu mengikuti keinginan anak tanpa melihat butuh atau tidaknya anak terhadap hal tersebut akan cenderung membuat anak menjadi “bos” bagi orang tuanya, jika suatu waktu keinginannya tidak dituruti maka ia akan marah-marah, menangis dengan sekeras-kerasnya atau mempermalukan orang tuanya jika itu ditempat umum. Maka orang tua harus bijak dalam memberikan sesuatu pada anaknya, membudayakan diskusi dengan anak dalam menyikapi hal-hal yang dimintanya.

4. Orang tua yang selalu konflik 

Orang tua yang selalu bertengkar apalagi sampai mengeluarkan kata-kata kotor hingga tindakan KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) akan berdampak sangat buruk pada perkembangan mental anak. Anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang selalu konflik cenderung temperamental seperti mudah marah, mudah tersinggung hampir sama dengan yang dia saksikan dari orang tuannya.

5. Pengaruh dari kejujuran orang tua pada anak

Terkadang orang tua sering membohongi anaknya dengan tujuan agar anaknya tidak menangis atau sebagai cara untuk mengantisipasinya dalam meminta sesuatu yang orang tua tidak sanggup untuk membelinya. Contoh kasus adalah orang tua yang pergi dari rumah tampa pamit pada anaknya, membujuk anak agar menuruti orang tua dan menjanjikannya dengan hadiah tertentu namun pada akhirnya hadiah yang dijanjikan ini tak pernah diberikan, membohongi anak dengan menyebut tukang mainan sebagai orang gila agar anak tak meminta mainan, membohongi anak dengan menunjuk seseorang adalah pak polisi dengan tujuan agar anak berhenti menangis serta beragam teknik dan trik lainnya yang dilakukan oleh orang tua pada anaknya.

Jika hal ini dilakukan bahkan sering dilakukan akan berdampak buruk pada anak seperti hilangnya kepercayaan anak pada orang tua serta secara tidak lansung mengajarkan anak untuk berbohong.

6. Pengaruh kesehatan pada mental

Anak yang mengalami ganggun mental juga akan cenderung temperamental untuk hal ini cara mengantisipasinya adalah dengan membawanya pada terapis atau dokter yang ahli dibidang ini.

7. Pengaruh kesehatan pada fisik

Selain hal-hal yang bersifat psikologis serta kejiwaan seperti diatas, sifat temperamental juga bisa disebabkan oleh pengaruh kesehatan fisik seperti adanya gangguan kelenjar gondok, cacingan, epilepsi, gangguan pencernaan serta beragam penyakit fisik lainnya.

Anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT, selain itu ia juga amanah yang mesti dipertanggung jawabkan baik didunia maupun di akhirat kelak. Jika anak yang Allah amanahkan mampu kita jaga, rawat dan temani pertumbuhannya hingga ia menjadi anak yang shaleh, cerdas dan baik akhlaknya tentu kita sebagai orang tuanya jugalah yang akan memetik kebaikan-kebaikannya. Kala di dunia mungkin dia akan selalu menjaga nama baik orang tuanya dan saat orang tuanya telah tiada ia akan mendoakan orang tuanya hingga Allahpun pertemukan bersama kembali di syurga.

Sumber foto : www.centroone.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments