Salah satu masalah yang sangat ditakuti oleh semua ibu hamil adalah saat mengetahui janin yang ada di dalam rahimnya tidak berkembang. Seharusnya seiring berkembangnya waktu, janin ini menjadi besar dan semua organ di dalamnya mulai tumbuh. Saat mengalami gangguan yang fatal, janin tidak berkembang dan harus dikeluarkan karena tidak memiliki kemungkinan untuk hidup.

Berikut tujuh penyebab utama mengapa janin tidak berkembang dengan baik saat kehamilan:

1. Infeksi Virus

Infeksi Virus

Infeksi Virus / Elmina / www.skalanews.com

Wanita yang sedang hamil sangat rentan terhadap infeksi virus yang masuk dari luar tubuh. Virus-virus yang berbahaya itu meliputi Taksoplasma, Herpes, dan Rubella. Virus ini menginfeksi janin hingga membuatnya gagal tumbuh. Untuk menghindari infeksi ini, seorang ibu hamil harus menjaga tubuhnya agar selalu bersih dan menghindari kontak dengan sesuatu yang mengandung virus. Misalnya kotoran kucing yang membawa virus Taksoplasma.

2. Kekurangan Asam Folat

Kekurangan Asam Folat

Kekurangan Asam Folat / www.istrihamil.blogspot.com

Asam folat atau Vitamin B9 adalah nutrisi yang sangat penting bagi ibu hamil. Setidaknya setiap hari saat hamil, seorang ibu harus mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat. Jika kekurangan asam folat, janin tak bisa berkembang dengan baik. Sistem saraf akan terganggu, dan menyebabkan bayi cacat jika lahir nanti. Untuk menghindari hal ini, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan tinggi asam folat, seperti bayam, brokoli, hati ayam, dan kacang-kacangan.

3. Faktor Genetis

Faktor Genetis

Faktor Genetis / Elmina / www.ciputraentrepreuneurship.com

Saat terjadi pembuahan, belum tentu sel sperma dan sel telur berada dalam kondisi terbaiknya. Hal ini menyebabkan janin yang terbentuk tak dapat berkembang dengan baik. Kromosom yang menjadi hal penting dalam pembuahan dan perkembangan bayi, kadang tak terbentuk dengan sempurna. Untuk menghindari hal ini, calon ibu dan calon ayah harus sehat saat melakukan program memiliki momongan.

4. Calon Ibu Seorang Perokok Aktif atau Pasif

Calon Ibu Perokok Aktif atau Pasif

Calon Ibu Perokok Aktif atau Pasif / Elmina / www.topiktrend.asia

Merokok akan menyebabkan kesehatan janin yang ada di dalam kandungan terganggu. Bahkan jika sudah parah, janin akan langsung berhenti berkembang hingga tak ada harapan untuk diselamatkan. Saat hamil, seorang wanita disarankan untuk tidak merokok. Selain itu suami juga diharapkan menjauhi istri saat merokok, agar istri tidak menjadi perokok pasif dan mengganggu kesehatan janinnya.

5. Usia Ibu yang Terlalu Muda atau Tua

Usia Ibu yang Terlalu Muda atau Tua

Usia Ibu yang Terlalu Muda atau Tua / Elmina / www.prenagen.com

Wanita yang sedang hamil diharapkan berada pada usia produktif. Artinya, tidak terlalu muda maupun tidak terlalu tua. Saat berada di luar usia produktif, rahim belum tentu bisa berfungsi dengan baik. Akhirnya, janin yang menempel belum tentu bisa berkembang dengan baik. Bahkan kemungkinan janin keguguran sangatlah besar. Itulah mengapa saat berada di usia produktif, seorang wanita dianjurkan untuk segera melakukan program kehamilan.

6. Memiliki Ketergantungan pada Obat-Obatan Terlarang

Memiliki Ketergantungan pada Obat-obatan Terlarang

Memiliki Ketergantungan pada Obat-obatan Terlarang / Elmina / www.dokter.id

Seorang calon ibu yang memiliki ketergantungan terhadap obat terlarang akan cenderung gagal dalam mempertahankan bayi dalam kandungannya. Janin yang tumbuh di dalam rahim akan terus mengalami gangguan akibat zat kimia yang berada di dalam tubuh. Akibatnya, janin tidak berkembang dengan baik hingga susah untuk diselamatkan.

7. Berat Tubuh Tidak Ideal

Berat Tubuh Tidak Ideal

Berat Tubuh Tidak Ideal / Elmina / www.health.liputan6.com

Saat hamil, seorang wanita disarankan untuk memiliki berat tubuh yang ideal. Artinya tidak terlalu gemuk ataupun kurus. Jika tubuh terlalu kurus, maka nutrisi yang diterima oleh bayi akan sangat sedikit. Sementara itu, jika ibu terlalu gemuk, maka lemak dalam tubuh akan mengganggu bayi yang tumbuh di dalam rahim. Jadi disarankan saat hamil, ibu menjaga kebutuhan nutrisinya agar tidak kekurangan ataupun kelebihan.

Demikianlah tujuh penyebab janin tidak berkembang di dalam rahim. Semoga kehamilan yang Anda alami bisa berjalan dengan baik dan bayi Anda bisa lahir dengan sehat dan selamat.

Artikel Menarik Lainnya







comments