Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr…wb..

Aku pacar yg sudah hmpir 7 th. Dia adalah laki-laki yang bisa membuat aku tertawa lepas. Dia membantu dalam kesulitan bahkan katanya dia sangat mencintaiku. Dia hanyalah laki laki yang biasa dan sederhana. Sedangkan aku bagi orang tuaku adalah putri yg berpendidikan dan pekerja keras, itu karna kami orang desa yang mungkin orang tua berfikir pendidikan adalah modal terbesar. Dan tentunya orang tuaku tidak menyetujui hubungan ini karena pekerjaannya, bertatonya (membikin orang tua berfikiran buruk terhadapnya) dan dianggap kurang dewasa bagi orang tuaku. Sebenarnya dia sudah tahu akan kondisi ini. Sempat aku mengakhiri hubungan ini namun dia masih saja berjuang mendapatkanku. Seperti waktu aku bekerja di luar kotaku di salah satu rumah sakit daerah klaten. Yang tadinya aku mau menghindar dari dia dan menyembunyikan kediamanku. Namun dia tidak berhenti di situ. Dia mencariku di seluruh rumah sakit klaten bertanya-tanya apakah ada karyawan baru yang bernama ini? Itu dilakukannya setelah bekerja tentunya malam hari sampai dia tidur dimasjid, dan bukan hanya sehari langsung menemukanku namun beberapa hari beberapa malam karena di klaten banyak banget rumah sakit.

Dan kebetulan rumah sakit tempat aku bekerja itu termasuk di pedalaman. Dan itu di temukan rumah sakit yang paling akhir. Dia menemukan rumah sakit itu karena bertanya kepada temanku yang malam-malam dia tanya dan langsung ke rumah sakit tersebut.

Dia mencari-cari kosku dan entah pada dasarnya dia tidak tahu kosku pada subuh dini hari aku keluar dan ternyata dia didepan kosku tanpa dugaan kami berdua. Kami berdua menatap denga berkaca-kaca karena kami sebenarnya saling mencintai. Dan disitu aku lansung menyuruhnya pulang dan nanti aku akan menemuinya setelah turun jaga nanti karena waktu itu aku piket pagi.

Itu sedikit cerita salah satu perjuangannya dari beberapa hal yang dia korbankan untukku. Namun sampai sekarangpun orang tuaku belum menyetujuinya. Sempat aku membuka hati untuk orang lain  namun selalu ada saja yang tidak aku suka. Dan bahkan aku mencari sosok dia pada org lain dan ternyata tidak ada pada diri org lain.

Bagaimana, apakah aku harus meninggalkan dia untuk orang tuaku. Apa bagaimana solusinya.  Tentunya aku tidak tega karena dia baik sekali  pada aku dan aku sayang sama dia. Namun disisi lain orangtuaku yang segalanya buat aku. Besok tepat tanggal 28 maret itu yang ke 7 tahun kita.pacaran  dan 27 maret adalah ultahnya.

Jawaban :

Cinta itu fitrah, anugerah dari Allah Swt. Tetapi ada aturannya bagaimana seharusnya kita saling mencintai, dan aturan itu adalah ikatan pernikahan. Selama sudah menikah silakan berkorban atas nama cinta, mencintai pasangan dengan sesungguhnya, menyayanginya dengan sebenarnya. Tetapi jika belum menikah ? Itu hanya akan sia-sia bahkan banyak mudharat yang ditimbulkan oleh cinta itu. Mba pacaran selama 7 tahun, waktu yang cukup lama. Tetapi sayangnya hal itu adalah keliru. Rumusnya dalam Islam menikah dulu baru mencintai, bukan sebaliknya.Makanya dalam Islam nggak ada pacaran, islam melarang pacaran karena pacaran mendekatkan seseorang pada perzinaan. Banyak maksiat disana, mulai dari memikirkan dan mengingat itu jadi zina hati. Saat bertemu saling bertatapan itu menjadi zina mata, berpegangan jadi zina tangan dan lain sebagainya. Dari sisi kejiwaan mudharat pacaran menyebabkan bimbang, patah hati, putus asa dan lain sebagainya.

Yang perlu mba lakukan saat ini adalah menyadari kalau yang sudah dilakukan selama ini adalah keliru. Lalu memohon ampunan pada Allah Swt. Untuk permasalahan mba dengan laki-laki itu solusinya mba harus tegas dan berani mengambil keputusan. Katakan dengan tegas padanya kalau dia benar-benar serius ingin menikahi mba segera temui orangtua mba dan yakinkan, beri dia waktu misal selama 1 bulan untuk meyakinkan orang tua mba. Dan mba juga bisa membantu meyakinkan orangtua mba agar mau menerima laki-laki itu. Jika dalam waktu yang ditentukan misal 1 bulan dia tidak berhasil meyakinkan orang tua mba maka segera akhir hubungan itu. Sampaikan padanya dengan tegas kalau hubungannya sudah berakhir.

Jika mba tidak berani mengambil keputusan dan tidak tegas akan hal ini, maka masalah ini akan terus berlanjut atau mungkin resiko terburuknya menikah tanpa ridho orangtua. Tentu ini sangat tidak baik. Sebesar-besarnya cinta laki-laki itu pada mba lebih besar cinta orangtua, sebesar-besarnya pengorbanan laki-laki itu pada mba lebih besar pengorbanan orangtua mba. Ridho Allah ada pada ridho orangtua, jangan sekali-kali menyelisihi orangtua. Semoga Allah mudahkan urusannya

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

14 + 9 =

Artikel Menarik Lainnya







comments