Pada suatu malam melati (bukan nama sebenarnya) membuka beranda facebooknya, tanpa sengaja di linimasa dia melihat ada sebuah undangan pernikahan yang dibuat menggunakan fitur acara facebook. Di sana tertulis “Walimatul Ursy Imron dan Kumala” (juga bukan nama sebenarnya). Tiba-tiba lutut melati menjadi goyah, keringat dingin bercucuran, dadanya terasa sesak, pandangannya mulai kabur. Dia tak dapat lagi menahan gejolak emosi yang dirasakan, dia berlari menuju kamar mandi, menghidupkan keran air lalu memuntahkan tangisannya disana. Tangisannya pun hilang bersama derasnya air keran yang mengalir.

Apa gerangan yang membuat melati begitu shock melihat undangan pernikahan tersebut ? Ternyata Imron adalah kekasih hatinya, meskipun mereka tak lagi bersama tapi nama Imron tetap melekat di hatinya. Walaupun Imron jelas-jelas sudah memutusnya 5 tahun silam tapi bayangan laki-laki tersebut tak memudar dalam ingatannya. Ia masih mencintai Imron, masih menyayanginya, masih mengharapkannya dan masih setia menunggunya. Dan semuanya pupus sudah, harapan itupun hilang. Saat ini tak ada yang bisa dilakukannya kecuali hanya menangis. Berharap tangisan itu menjadi penawar derita cintanya.

Saat mantan menikah duluan

Beberapa waktu  yang lalu kita dihebohkan oleh sebuah video yang menayangkan bagaimana seorang wanita yang datang ke nikahan mantannya. Tak kuasa menahan diri akhirnya wanita ini memeluk sambil menangis laki-laki yang sudah resmi menjadi suami orang itu. Dalam kesempatan lain melalui layanan konsultasi elmina tak sedikit juga mengeluhkan hal serupa seperti nggak mau makan, mengunci diri di kamar, menangis terus dan berbagai tingkah menyedihkan lainnya. Masalahnya sama. Masih mencintai mantan.

Satu hal yang perlu kita pahami adalah tentang jodoh. Jodoh itu kuasa Allah, hanya Allah yang tau dan menetapkan siapa orangnya dan kapan waktunya. Betapapun kamu cinta pada seseorang, berapapun lamanya menjalin hubungan pacaran serta sekuat apapun ikrar yang diucapkan untuk saling hidup bersama. Namun, Allah tidak mengizinkan ya tidak akan bertemu dalam mahligai pernikahan. So, tak ada jaminan seseorang akan selalu bersama denganmu. Segalanya hanya Allah yang tau. Lagi-lagi inilah salah satu kebaikan dari menikah tanpa pacaran .Tak menyisakan luka dalam hati.

Bagi kamu yang mungkin sudah terlanjur pacaran dan terlanjur juga punya mantan. Sadarilah kalau jodoh itu ketentuan dari Allah SWT. Selalu berprasangka baik pada Allah dan yakin Allah memberikan jodoh terbaik untukmu dunia akhirat menurut Allah. Saat mantanmu menikah duluan dengan laki-laki lain, bersyukurlah mungkin memang itu jodoh terbaik untuknya. Berbahagialah karena Allah telah menggenapkan separoh agamanya, dan doakanlah semoga pernikahan tersebut menjadikan dirinya lebih baik, lebih terjaga diri dan hatinya.

Berbahagia saat yang dicintai bahagia

Suatu ketika Salman Al farisi hendak menikahi seorang wanita yang dicintainya, ia sampaikan maksud baik tersebut. Akan tetapi gayung tak bersambut, cintanya pun tertolak. Wanita yang dicintainya itu dengan lugas menyampaikan melalui ibunya “Putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda’ (teman yang mengantarnya) memiliki keinginan yang sama seperti Salman,

Apa tanggapan Salman Al farisi ? Dengan senang hati ia mempersilakannya bahkan menghadiakan semua mahar yang sudah disiapkannya kepada Abu Darda’. Tak ada marah, tak ada dendam atau bahkan penyesala karena telah mengajak Abu Darda’ dalam dirinya. Sebab dia tau cinta itu ikut bahagia saat yang dicintai bahagia.

“Jodoh itu ketentuan Allah, hanya Allah yang tau kapan bertemunya dan siapa orangnya. Dan sebaik-baiknya hamba tentu adalah yang ikhlas menerima apapun ketentuan dari Allah padanya….”

Sumber foto : pexels.com

Artikel Menarik Lainnya







comments