Sakinah yang mewujud dalam ketenangan hati saat bersama, mawaddah yang memunculkan gairah cinta dan kerinduan untuk saling bersama, dan warahmah yang membentuk sikap saling menerima. Itulah indahnya pernikahan, itulah makna dari barakah itu. Pernikahan yang indah, selalu bermesraan, selalu merasakan debar-debar cinta antar pasangan setiap menit bahkan detik pertemuan, tak pernah puas mata memandang, tak pernah cukup rasanya waktu untuk ingin selalu bersama adalah pernikahan yang menjadi impian setiap dua anak manusia yang menjalin cinta.

Harapan besar setiap pasangan yang menikah atau akan menikah tentu bisa merasakan nikmatnya berduaan dalam kondisi halal, yang mana setiap aktivitas yang dilakukan bernilai ibadah di hadapan Allah SWT. Namun, realitanya banyak yang sulit menemukan keindahan dalam pernikahannya. Tiga bulan pertama memang manis bagai madu setelah itu adalah bulan-bulan pahit yang menyakitkan kenang seorang wanita, tiga pernikahan terlihat begitu patuh dan lurus pekertinya, santun tutur katanya namun setelah itu kelihatan watak aslinya tak penurut, pembangkang dan susah diatur keluh seorang laki-laki.

Sejatinya pernikahan adalah ujian, suami menjadi ujian bagi istrinya, istri menjadi ujian bagi suaminya, hingga mereka punya anakpun bertambahlah ujiannya. Yang namanya ujian tentu tak selamanya manis, terkadang juga ada rasa asam, asin bahkan pahit hingga kita tak kuat untuk menelannya, memang begitulah hidup. Kehidupan rumah tanggapun tak akan selamanya berjalan mulus, lancar dan menyenangkan karena sewaktu-waktu kita harus siap dengan perseteruan, badai yang menghadang, kerikil-kerikil yang menghalangi serta angin-angin yang mencoba menggoyahkan. Jangankan pernikahan kita sebagai manusia biasa, pernikahan sang manusia teragung Muhammad SAW saja tak luput dari ujian.

Indahnya pernikahan akan terasa saat kita memaknai barakah bukan diukur hanya dari seberapa sering kita tersenyum tertawa dalam setiap nikmat-nikmat yang Allah anugerahkan akan tetapi juga saat seberapa besar kesabaran dalam menghadapi ujian berupa kesulitan dari Allah SWT.

Indahnya pernikahan

Sebagaimana pelangi yang bisa kita nikmati setelah turunnya hujan, sebagaimana fajar yang bisa kita takjubi setelah pekatnya malam. Begitunya juga dengan indahnya pernikahan, terkadang kenangan indah dan semain cinta itu hadir saat-saat menghadapi kesulitan, saat-saat dimana kesabaran sudah diambang batas, saat melewati badai yang hampir menghempaskan biduk rumah tangga. Namun anda mampu melewati semuanya, yakinlah diujungnya akan ada senyum bahagia, akan ada dekapan hangat penuh cinta, disinilah indahnya pernikahan bersua.

Sejatinya cinta dalam pernikahan ditumbuhkan oleh saling menerima, suami menerima segala kekurangan dan kelebihan istri begitu juga sebaliknya istri. Dan, cinta itu dijaga serta dirawat oleh saling memberi. Saat dua hal ini sudah tak ada lagi, saat itulah cinta mulai runtuh. Selama itu masih ada InsyaAllah cinta dalam pernikahan akan selalu bersemi dengan indah.

Sumber foto : www.tribunnews.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments