Ini tentang arti cinta..

Ini tentang memaknai cinta..

Ini tentang memahami cinta..

Ini tentang kisah cinta kita…

(Antara Aku, Kau dan Ayahku )

Dalam sebuah seminar yang bertajuk perjodohan tersaksikan hal yang sungguh mencengangkan. Dari 1000 kursi seminar yang disediakan untuk acara tersebut lebih dari 95%nya terisi oleh kaum wanita. Entah ini sebagai pertanda semakin langkanya kaum laki-laki atau karena hanya wanita yang terlalu menggelisahkan perkara jodoh atau mungkin juga karena sebagian besar laki-laki tidak mau tau untuk perkara yang satu ini.

Di beberapa forum diskusi juga muncul kegelisahan-kegelisahan dari raut wajah kaum wanita tentang perkara yang satu ini, tentang jodoh. Khawatir jika usia telah berlanjut menua, pertanyaan sana-sini yang selalu hadir bagaikan rentetan peluru menanyakan “kapan menikah?” atau mungkin juga karena ingin segera terbebas dari meringankan beban orang tua yang membiayai hidupnya.

Ternyata kegelisahan ini menjadi peluang bagi banyak laki-laki dalam mendekati wanita dengan dalih ingin menikahi namun akan mengenali lebih dekat terlebih dahulu yang pada akhirnya terpatri dalam satu ikatan bernama pacaran. Bak gayung bersambut, wanitapun menerima hal ini sebagai angin syurga berharap yang datang padanya adalah laki-laki berhati tulus yang benar-benar serius dengannya. Namun sayang pada akhirnya tak sedikit kisah ini meninggalkan air wanita, kekecewaan dan putus asa. Laki-laki yang pada awalnya dikira berhati tulus ternyata tak lebih dari laki-laki tak pertanggung jawab yang berotak modus, hanya ingin nikmat sementara.

Antara aku, kau dan ayahku. Adalah sebuah cara bagi seorang wanita untuk memilih dan memilah mana laki-laki yang benar-benar serius dan mana yang sekedar modus, mana yang benar-benar ingin memberikan bukti atau hanya sekedar mengumbar janji.

Antara aku, kau dan ayahku. Adalah cara menguji keseriusan seorang laki-laki, sebab laki-laki yang serius tentu tak hanya mendekati wanitanya namun ia dekati ayahnya. Orang yang paling berhak dan pemegang keputusan atas wanita tersebut. Memang tak banyak laki-laki yang berani seperti ini, tapi tak banyak bukan berarti tidak ada kan? ya laki-laki itu ada, ia selalu mempersiapkan diri dalam ketaatan dan ketakwaan yang tentu juga akan menemui ayah wanita yang selalu menjaga diri dalam ketaatan dan ketakwaan.

Antara aku, kau dan ayahku. Adalah sebuah wujud cinta, kasih sayang, penghormatan dan kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya. Seorang anak yang menyadari kalau dirinya adalah milik orang tuanya, dirinya adalah tanggung jawab orang tuanya dan termasuk dalam pertimbangan memilih calon pendamping hidupnya tak mengabaikan peran orang tuanya.

Antara aku, kau dan ayahku. Adalah cara terbaik untuk memulai kisah yang panjang yang suatu saat nanti akan terpatri dalam satu ikatan bernama rumah tangga. Antara aku, kau dan ayahku adalah cara wanita mengartikan cintanya kepada Allah SWT, antara aku, kau dan ayahku adalah cara wanita memahami seberapa besar cinta orang tua padanya, antara aku, kau dan ayahku adalah awal sebuah kisah cinta yang indah, kisah yang bermula dalam ketaatan kepada Allah SWT. [Uda Agus/Elmina]

 

Artikel Menarik Lainnya







comments