Pertanyaan :

Aku punya teman saat aku masih SD dulu aku fikir itu hanya cinta monyet tapi entah kenapa perasaan itu tetap ada dan ga hilang\” , saat lulus sd kami berpisah karna berbeda sekolah , selama kurang lebih 7 tahun kami tidak bertemu , dan suatu keajaiban terjadi di akhir 2016 , allah sepertinya menjawab doaku yg meminta untuk dipertemukan dengannya. Kita bertemu di sosmed kemudian kita sering chattingan , dia menunjukkan sikap seperti menyukai aku, entah kenapa setiap chattingan dengan dia selalu deg degan, dia juga tipe orang yg mau belajr banyak tentang agama karna itu dia nyantren, tapi aku ngerasa sedih karna kita sulit ketemu dan hanya bisa ngobrol via sosmed, tapi dari cara dia chatting dia menunjukkan tanda2 dia suka dengan ku, tapi dia ga pernah mengungkapkannya, aku bingung harus bersikap apa, apa tetap memendam perasaan ini dalam diam atau terus terang?
Judul Pertanyaan: apakah dia suka dengan ku?

Jawaban :

hai mbak R.. assalaamualaikum wrwb

Gimana rasanya memelihara rasa suka sejak lama? Hehe, pasti deg-deg-serr yaa.. apalagi sekarang dipertemukan kembali, makin gerah aja dunia 😀

well, dear, kalo memang saling suka, cara terbaik yang digariskan agama kita adalah dengan menikah. Tidak ada cara lainnya.

so apakah kalian sudah siap? apakah dia sudah siap jadi suami yang baik? jadi pemimpin rumah tangga yang sejati? jadi ayah yang solih dan bertanggung jawab?
dan mbak sendiri, apakah sudah siap menjadi istri shalihah? sudah ready jadi ibu madrasah pertama yang akan mendidik anak-anak kelak? sudah siap menjalani lika-liku kehidupan rumah tangga yang gak cuma madu tapi kadang empedu?
Kalau jawabannya “Sudah”, maka silakan diskusikan dengan orangtua masing-masing. Minta tolong pada pihak ke-3 yang dapat dipercaya (pastikan yang sudah menikah ya) untuk menanyakan keseriusan si dia. Kalau dia memang serius, insyaa Allah gak bakal lama lagi dia akan datang menghadap ayahmu.
Kalau jawabannya “Belum siap”, ya sudah… kita ikuti petunjuk dari Nabi saw Wahai para pemuda, barangsiapa dari kalian mampu memberi nafkah maka hendaknya dia menikah karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu maka hendaknya dia berpuasa karena ia adalah kendali baginya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
 
Selebihnya, sambil puasa, kita bisa perbanyak lagi bekal untuk jadi istri dan ibu yang baik. Gak ada jalan lain selain nikah, karena yang selain nikah cuma membuka pintu2 zina..  naudzubillahi min dzaalik.
 
Semoga dimudahkan yaaa untuk taat pada-Nya 🙂
***

picture : http://hdwallpapersrocks.com/love/love-umbrella-beautiful-wallpaper/

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

5 + 10 =

Artikel Menarik Lainnya







comments