Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb..

Beberapa bulan yang lalu. usai sholat lail. saya bermimpi seorang yang sangat saya sukai. mimpinya itu saya pulang mengaji di majlis tilawah mengendarai sepeda motor. arah pulang saya keselatan. pada waktu akan tiba di rumah ada segerombolan orang menuju utara saya pun mendekat karena saya mengenal segerombolan itu. ternyata segerombolan orang-orang itu adalah teman-teman saya di pondok. saya pun bertanya, mau kemana? ada apa? kog semua ke arah utara. segerombolan itu tak menjawab pertanyaan saya. bahkan melihat saya pun tidak seolah olah saya tak ada. lalu saya pun melanjutkan perjalan saya pulang. dibelakang gerombolan itu ternyata ada segerombolan lagi. saya mengenal gerombolan itu. karena segerombolan itu adalah gerombolan teman teman saya di majlis tilawah. tapi ada yang aneh.. ada seorang yang begitu saya sukai.  ia berada ditengah2 dari kejahuan sudah terlihat. saya pun mendekat dan bertanya. mau kemana? ada apa kog semua keutara. kelompok kedua ini juga responnya sama tp selain orang yang saya sukai. orang yang saya sukai malah yang menjawab pertanyaan saya. ia menjawab akan kepergi ke majlis tilawah. saya ditawari untuk ikut. dengan senang saya menjawab iya. tapi saya mengembalikan sepeda dulu dan ikut berjalan. orang yang saya sukai bilang ia akan menunggu saya. dan ia akan berjalan pelan-pelan untuk menunggu saya. saya pun bergegas pulang. tiba-tiba ada seorang nenek berkata pada saya. kalau saya sama orang saya sukai itu menikah.. insyaallah kami akan menjadi orang besar.
pertanyaannya..

Apa itu isyarah kalau kami berjodoh? Tapi kenyataannya kami jarang komunikasi hanya sebatas teman tapi dari pihak guru dan orang tua mendukung untuk bersama dia..

Jawaban :

Waalaikumsalam..wr..wb..

Mengutip pendapat Imam An-nawawi tentang mimpi, beliau mengatakan mimpi adalah perkara yang sangat lemah, apalah kualitas mimpi kita apalagi kita bukan manusia yang dijamin oleh Rasulullah SAW, Imam An-nawai juga menyampaikan mimpi kita adalah buah dari hawa nafsu-hawa nafsu yang muncul dari alam bawah sadar kita maka sesungguhnya janganlah kita meletakkan perkara yang haq ini pada perkara yang menduga-duga seperti mimpi. Jadi mimpi tidak bisa dan jangan dijadikan sebagai patokan dari Istikharah kita. Jadi yang bisa menjadi ukuran dari Istikharah kita adalah kemantapan serta keyakinan hati terhadap hal itu.

Btw, kalau misal saat ini masih sekolah lebih baik fokus belajar dan sekolah saja dulu jangan terlalu merisaukan permasalahan jodoh. Persiapkan diri, pantaskan diri dan keilmuannya. InsyaAllah jika waktunya sudah tepat Allah akan pertemukan dengan jodoh terbaik. Semoga bermanfaat ya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

13 + 8 =

Artikel Menarik Lainnya







comments