Saya sangat mencintai laki-laki tersebut. Orangnya baik, taat dan tutur katanya lemah lembut. Laki-laki ini sangat menghargai saya sebagai seorang muslimah, dia menjauhi hubungan yang bernama pacaran. Dia tunjukkan komitmen dan tanggung jawabnya dengan menemui ayah untuk melamar saya.

Dengan alasan laki-laki belum mapan, tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap serta juga berasal dari keluarga tingkatan ekonomi menengah ke bawah ayah menolak lamaran laki-laki ini. Ayah khawatir laki-laki tersebut tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk saya, ayah juga takut hidup saya menjadi terlantar setelah menikah dengannya, ayah ingin saya menikah dengan laki-laki yang lebih mapan atau setidaknya memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

***

Karena ayah sayang padamu

Tak sedikit hal seperti yang dikisahkan diatas terjadi dan dirasakan oleh banyak muslimah. Terbentur restu dari orang tua untuk menikah. Salah satu alasan orang tua menolak adalah karena laki-laki tersebut belum mapan. Sebuah realita yang mesti coba kita terima adalah saat banyak para orang tua lebih memperhatikan kemapanan dibanding dengan ketaatan.

Tak salah memang, karena orang tua khususnya ayah tentu tidak menginginkan kehidupan anaknya menjadi terlantar setelah menikah. Orang tua tidak ingin anaknya hidup bersusah payah, orang tua ingin anaknya bahagia. Satu hal yang bisa dilakukan oleh ayah agar anaknya bahagia tentu dengan memastikan penghasilan laki-laki yang akan menikahinya.

Jika kamu mengalami hal seperti ini bersyukurlah, karena itu pertanda orang tuamu sangat mencintai dan menyayangimu.

Membangun komunikasi penuh cinta 

Saat terjadi penolakan oleh orang tua respon yang diberikan anak berbeda-beda. Ada yang menangis, ada yang mengajak orang tuanya berdebat, ada yang kabur, dan tidak sedikit juga yang nekat nikah lari.

Sebelum memberi respon terhadap orang tua ada satu hal yang mesti dipahami terlebih dahulu yaitu konsep tentang jodoh. Jodoh itu Allah yang menentukan, bukan kita, bukan calon kita dan juga bukan orang tua kita. Jika memang di jodoh terbaik menurut Allah untuk anda maka Allah yang akan mudahkan jalannya.

Kalau kamu terbaik untukmu sampaikanlah hal itu baik-baik pada orang tuamu. Katakan kalau kamu InsyaAllah akan bahagia dengannya. Jauhi berdebat dengan orang tua, selalu santun dalam bicara dan tunjukkan bakti sebagai seorang anak meskipun orang tua belum merestui pernikahanmu. Ajak calonmu untuk menemui orang tua, minta padanya untuk meyakinkan orang tuamu dengan sebaik-baiknya cara. Sebab memang salah satu indikator siap menikah adalah saat dia bisa meyakinkan orang tuanya sendiri dan calon mertuanya.

Minta pendapat orang ketiga

Saat ayahmu begitu keukeh tidak merestui pernikahanmu, cobalah minta pendapat anggota keluarga lain selain ayah dan ibu. Mereka adalah kakak, paman, atau tantemu sampaikan pada mereka tentang calon suamimu, minta pendapat mereka. Jika mereka setuju, maka kamu bisa minta tolong pada mereka untuk bantu meyakinkan orang tuamu.

Tak sedikit juga orang tua yang tak percaya pada anaknya dan lebih percaya pada orang-orang terdekat lainnya. Disinilah peran dari orang terdekat tersebut dalam membantumu meminta restu.

Jika memang masih terasa sulit dan gagal padahal cara-cara diatas telah dilakukan boleh jadi itu bukan jodoh terbaik untuk anda menurut Allah SWT. Jika memang kamu dan calonmu belum mampu meyakinkan orang tua maka solusi terakhirnya ikhlaskanlah. Jangan berlanjut terus hubungan tanpa kejelasan dan kepastian sehingga berpotensi menimbulkan maksiat diantara kalian berdua.

Sumber foto : www.ummi-online.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments