Pertanyaan :

Assalamualaikum wr…wb..

Saya mahasiswi tingkat akhir disebuah PTS. Sudah 5 bulan ini saya putus dengan seorang laki laki, seorang kawan di organisasi. Sebetulnya bukan  putus, karena kami  tidak  pernah sepakat pacaran. Tetapi memang ya kami dekat. Saya tahu keluarganya diapun begitu. Hingga satu ketika saya mengetahui dia sudah bersama dengan yang lain.

Sejak saat itu, saya membatasi semua akses komunikasi dengan dia. Tidak ada lagi chat sampai malam ataupun sapaan hanya untuk tahu bagaimana kabar nya atau ibunya. Saya sadar mungkin bagi dia saya kejam karena saya seolah-olah tidak lagi mau kenal dengan dia. Tapi sungguh bukan itu maksudnya. Saya takut saya goyah lagi karena tanpa ia sadari dia berikan perhatiannya pada saya. Ataukah saya yang terlalu baper?

Selama lima bulanan ini pun saya coba untuk  menyibukkan diri dan lebih banyak mengevaluasi diri saya. Tapi selalu saja, saya terlintas terpiki dia. Walau saya tahu dia sudah berpacaran dengan perempuan. Tetapi saya juga tidak marah dengan keputusannya. Bahkan pada beberapa kesempatan saya suka bertemu dengan pacarnya. Tetapi sungguh saya tidak marah dan benci. Walau terkadang saya merasa kenapa seperti ini ?

Kenapa saya terus memikirkan dia? Dan yang lebih membuat saya sedih lagi terkadang saya rindu dan ingin sekali bertemu dengan ibunya. Ingin sekali bertemu dengan beliau. Karena dulu sempat beberapa kali saya bertemu. Dan beliau suka curhat dengan saya bagaimana si anak lelaki nya itu. Dan dari cuhat si ibu saya merasa saya bisa paham dengan apa yang beliau rasakan pun dengan karakter anak lelakinya

Bahkan sampai detik ini pun saya masih berpikir bahwa saya akan menikah dengan dia. Apakah saya sudah tidak waras? Apa yang harus saya lakukan??

Terimakasih
Wassalammualaikum wr abd

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr…wb..

Itulah salah satu dampak buruk dari hubungan dengan lawan jenis mbak, entah itu pacaran atau hanya sekedar teman mesra. Islam mengatur hubungan laki-laki dan perempuan terpisah. Laki-laki punya dunianya sendiri dan perempuan juga. Tidak ada semestinya curhat, tanya kabar, dan sebagainya ke lawan jenis. Karena aktivitas seperti ini banyak mudharatnya, salah satunya ya zina hati, zina pikiran, baper, dll.

Sekarang yang bisa mba lakukan adalah memahami kalau yang mba lakukan dengan dia itu adalah hal yang keliru. Setelah itu pahami kalau jodoh Allah yang menentukan. Jodoh mba nanti ya cerminan diri mba, jika ingin mendapatkan jodoh terbaik perbaiki diri. Berdo’a pada Allah agar Allah pertemukan dengan jodoh terbaik menurut Allah Swt. Pelan-pelan perbaiki ibadahnya, dekati Allah, banyak dzikir, baca Al-qur’an dan kerjakan ibadah sunnah. InsyaAllah mba akan bisa melupakannya saat cinta pada Allah sudah menjadi nomor 1 di hati mba. Semoga Allah mudahkan ya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

3 + 14 =

Artikel Menarik Lainnya







comments