Pertanyaan :

Assalamualaikum wr wb Saya ingin bertanya. Keimanan saya naik turun, dua tahun yang lalu saya sudah beristiqomah dgn belajar memakai pakaian syari dan trs memperbaiki diri, lalu entah kenapa saya kembali memakai celana, bergaul dgn non-mahram karena berbagai aktivitas organisasi, hingga saya berkenalan dgn seorang lelaki melalui sebuah aplikasi. Saya dan lelaki tsb trs berhubungan sebatas chat, tanpa sadar saya menaruh harapan kepadanya. Meskipun chat kami tidak seperti orang pacaran. Hingga tiba-tiba kami memutuskan untuk bertemu. Hingga pertemuan selesai, saya merasa ada sesuatu yg salah -yg saya rasakan sejak dekat dgn lelaki itu- semakin menjadi. Saya memiliki prinsip utk menjaga diri, tidak berpacaran, dan bahkan baru kali ini merasakan perasaan yg orang sebut berbunga-bunga itu. Setelah pertemuan itu kami tidak semakin dekat, justru tak pernah chat lagi dan lost contact begitu saja.

Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana cara untuk menjaga hati saya dan keimanan saya? Saya merasa menjauh dari Allah, ingin memakai pakaian syari kembali, menjaga diri dan hati kembali. Karena hati ini sungguh tak tenang, selalu terpikirkan akan lelaki itu. Yang mana saya tahu bahwa itu adalah godaan syaitan. Saya ingin kembali kepada prinsip saya. Saya lelah terkadang menilik akun instagram nya. Saya tak tahu siapa jodoh yang tepat utk saya dari Allah, tapi ada sedikit dr hati ini yang mengharapkan lelaki itu. Saya juga terkadang memiliki keraguan, jika saya berpakaian syari, apakah saya akan mendapat pekerjaan yang saya impikan, tapi saya kembali sadar bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi hambaya. Bantu saya, terimakasih. Wassalamualakum wr wb.

Jawaban :

Sebagaimana karakternya, iman memang bisa naik dan juga bisa turun. Alhamdulillah, hidayah Allah tercurah pada diri Mbak sehingga muncul keinginan untuk kembali. 

Jika kita menginginkan ketenangan (tidak kepikiran dengan si dia, jadi lelah menilik akunnya dsb), maka kuncinya adalah berusahalah untuk berhenti melakukannya. Dan “hanya dengan mengingat Allah-lah, hati menjadi tenang”, seperti yang tertera dalam Al Quran surat ar-Ra’d.

 Menurut Imam Al Ghazali, ada beberapa cara meningkatkan keimanan.

(1) menyibukkan diri membaca al-Qur’an berikut tafsirnya, 

(2) membaca hadits disertai maknanya,

(3) menyibukkan diri dengan menunaikan berbagai ibadah. 

(4) menyaksikan kehidupan orang-orang shalih, bergaul dengan mereka, memperhatikan tindak-tanduk mereka, mendengar petuah-petuah mereka, juga melihat perilaku mereka dalam ketundukannya kepada Allah, rasa takut mereka kepada-Nya, serta kemantapan mereka kepada-Nya.

 dengan melakukan tips di atas, semoga keimanan Mbak terus bertambah, keyakinan mbak kepada Allah semakin menguat, dan Allah penuhi hati mbak dengan cahaya-Nya. 

gbr dari http://www.1freewallpapers.com/stairs-to-the-sky

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

9 + 13 =

Artikel Menarik Lainnya







comments