Mau memiliki suami yang shaleh ? Tentu hampir semua wanita tidak bisa mengatakan tidak, semua ingin memiliki suami yang shaleh. Shaleh yang dimaksud disini adalah laki-laki yang menikah untuk meraih ridho Allah SWT, selalu menjadikan Al-quran dan as-sunnah sebagai panduan utama dalam kehidupan pribadi dan keluarganya serta selalu berusaha mencontoh akhlaknya Rasulullah.

Semua wanita berharap dipertemukan dengan laki-laki yang shaleh namun pada kenyataannya tak semua wanita benar-benar menemukan suami yang shaleh sebagai pasangan hidupnya, kenapa ? Karena laki-laki shaleh tentu juga akan memilih wanita shaleha sebagai pasangan hidupnya. Sederhananya jika berharap mendapatkan suami yang shaleh maka pastikan dulu dirimu menjadi wanita yang shaleha.

Nah berikut adalah sebagian dari keindahan-keindahan saat Allah anugerahi suami yang shaleh, sebagai motivasi diri bagi sahabat semua agar terus memperbaiki diri.

Bertanggung jawab penuh atas keluarganya 

“Dari Abdullah bin ‘Amr r.a, ia berkata : “Rasulullah Saw. telah bersabda : ‘Seseorang telah cukup dikatakan berbuat dosa karena menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya” (H.R. Abu Dawud, Nasa i dan Hakim )

Saat laki-laki memutuskan untuk menikahi wanita maka saat itulah ia  sadar kalau keputusannya tersebut harus disertai dengan komitmen serta tanggung jawab atas wanita yang dinikahinya. Saat ijab kabul dilakukan, semenjak para saksi serempak mengatakan “sah” maka semenjak itu pulalah semua tanggung jawab orang tua atas anak gadisnya pindah menjadi tanggung jawab laki-laki yang sudah berkomitmen menikahinya.

Laki-laki yang shaleh tentu akan sangat paham dengan tanggung jawabnya sebagai seorang suami, ia tak akan mengecewakan istrinya, ia akan menjaga kepercayaan mertua yang telah mempercayakan anak gadisnya pada dirinya dan dia akan selalu menjaga amanah Allah SWT karena dia sadar semuanya akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Menafkahi istrinya dengan yang halal dan baik 

Rasulullah SAW bersabda :

“…….Adapun tiga golongan yang mula-mula akan masuk syurga yaitu orang yang mati syahid, budak yang menjalankan ibadah kepada tuhannya dengan baik dan jujur pada tuannya, dan kepala keluarga yang menjaga kehormatannya dengan baik dalam menanggung beban keluarganya….” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi )

Suami yang shaleh tentu tak akan pernah menghinakan keluarganya dengan memberikan nafkah yang didapat dengan cara-cara yang tidak Allah ridhoi, ia akan selalu memastikan kalau sebutir nasi dan seteguk air yang dinikmati oleh anak dan istrinya adalah makanan dan minuman yang diperoleh dengan cara yang halal dan terhormat.

Saat syurga terasa semakin dekat bersamanya

Pemimpin keluarga yang shaleh tentu memiliki visi yang jauh ke depan, tidak hanya memikirkan bagaimana sukses dan bahagia bersama keluarga di dunia akan tetapi juga memikirkan bagaimana bisa masuk syurga sekeluarga. Saat bersama suami yang shaleh ketaatan istri akan semakin meningkat, keimanan akan semakin bertambah dan syurga terasa semakin dekat.

Melindungi diri dan keluarganya dari perilaku maksiat

” Tiga golongan yang Allah haramkan masuk syurga yaitu peminum minuman keras, anak yang durhaka pada ibu dan bapaknya dan “dayyuts” yaitu orang-orang yang membiarkan perbuatan maksiat pada keluarganya ” (H.R. Ahmad )

Suami yang shaleh akan selalu berusaha menjaga serta melindungi anak-anaknya dan istrinya dari perbuatan maksiat dengan cara memberikan pemahaman agama yang baik, memberikan pendampingan serta kontrol pada setiap anggota keluarga dan tak pernah lelah terus menngingatkan untuk segera memohon ampunan jika ada anggota keluarganya yang melakukan maksiat.

Suami yang shaleh akan selalu berusaha membimbing istri dan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi yang shaleh dan shaleha. Ia ingin menjadikan rumah tangganya menjadi syurga di dunia hingga ke akhirat kelak, selalu tenang dan bahagia dibawah ketaatan serta ketakwaan pada Allah SWT.

Artikel Menarik Lainnya







comments