‘Urwah bin zubeir namanya salah seorang tokoh tabi’in kenamaan yang menjadi salah satu dari tujuh fuqaha (ulama) di Madinah yang terkenal keilmuan, kezuhudan, dan ketakwaannya. ‘Urwah juga menjadi salah seorang penasihat pribadi ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz tatkala menjabat sebagai gubernur Madinah.

‘Urwah bin zubeir Allah muliakan ia dengan dilahirkan  dari sosok-sosok keluarga mulia yang memperjuangkan Islam, kakeknya adalah Abu bakar ash shiddiq salah satu Khalifah Rasulullah SAW dan juga sahabat terdekatnya yang selalu menemani baik dalam keadaan senang maupun sulit. Ummul mukminin ‘Aisyah seorang wanita cerdas, juga istri tercinta dari Rasulullah SAW adalah bibinya. Itulah sebagian keberkahan yang Allah anugerahkan pada ‘Urwah.

‘Urwah bin zubeir, ia seorang yang hafal Al-quran dan hadits yang dihafalkan lansung dari ayahnya, amat rajin melaksanakan ibadah puasa, bahkan tatkala wafatpun ia sedang melaksanakan ibadah puasa. Setiap hari mengkhatamkan seperempat Al-quran, selalu bangun malam untuk mendirikan qiyamul lail kecuali satu kali saja yaitu saat kakinya diamputasi.

Ya, Allah uji ia dengan berbagai masalah dan cobaan. Kakinya yang diamputasi, dan tepat di saat kakinya diamputasi anaknya juga jatuh dari atap dan wafat. Apakah ‘Urwah mengeluh dengan cobaan yang bertubi-tubi ini? ternyata tidak bahkan ia bersyukur dengan mengucapkan hamdalah :

“Segala puji bagi-Mu ya Allah, mereka adalah tuju bersaudara yang satu di antaranya telah Kau ambil, namun engkau masih menyisakan enam bagiku. Sebelumnya aku juga memiliki empat anggota badan, lalu Kau ambil satu, dan Kau sisakan yang tiga bagiku. Meski Engkau telah mengambilnya, namun Engkau jualah pemberinya, dan meski Engkau telah mengujiku, namun engkau jualah yang selama ini memberiku kesehatan.”

Maa Syaa Allah, jiwa besar yang mungkin jarang dimiliki oleh manusia lain, ia begitu pandai melihat apa nikmat yang Allah beri padanya dibanding apa yang telah di ambil darinya. Dari manakah pribadi hebat ini lahir? siapakah orang di belakangnya yang telah dengan susah payah serta setulus hati mendidiknya, menanamkan keimanan dan menancapkan ketakwaan di dadanya hingga cintanya pada Allah SWT melebihi cintanya pada sesuatu yang fana.

Ya dialah ibunya, ‘Asma binti Abu bakar ash-shiddiq seorang wanita yang juga sangat tabah,dermawan, memiliki keberanian dan kepahlawanan serta sangat bijak  dalam bersikap dan mengambil suatu keputusan.

‘Asma binti Abu bakar ash-shiddiq selalu mengajarkan kepada anak-anaknya agar mencintai Allah dan Rasulnya adalah yang utama melebihi cinta pada sesuatu nan fana, ia juga mendidik anaknya agar tak melekat pada dunia dan seisinya tapi melekat pada setiap perjuangan kepada Islam untuk Allah dan Rasulnya.

Wanita tangguh yang juga tercatat sebagai shahabiyah rasul, termasuk kedalam golongan awal yang mengakui dengan segenap jiwa keesaan Allah SWT dan kerasulan nabi Muhammad SAW. Patut jadi contoh dan teladan bagi setiap wanita dan calon ibu masa kini.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments