Pertanyaan :

Assalamualaikum,
Saya seorang muslimah, wanita karir 31 tahun, tidak memiliki pasangan (belum menikah). Adik bungsu menikah dan punya anak, saya tinggal bersama orangtua. Senin-jumat kerja, sabtu minggu dengan keluarga. Saya sempat menyukai seseorang, tapi setelah putus hubungan, saya belum menemukan orang yang saya sukai. Saya sering menangis dan bertanya kenapa saya masih sendiri? Saya mencoba berkenalan dengan beberapa orang yang dikenalkan teman/saudara tapi hati saya belum mau menerimanya. Orang sekitar banyak berkata mau cari yg bagaimana, kenapa belum menikah, bukankah usia sudah “lewat” masa menikah, bukankah seharusnya sudah punya anak, jangan karir saja yang dikejar..

Saya harus bagaimana? Saya merasa sedih, tidak percaya diri, pesimis. Sebagai manusia beriman, saya harus bersabar, berdoa dan berusaha. Tapi disisi lain, ini sungguh menyiksa. Terima kasih.

Wasalammualaikum.
Judul Pertanyaan: Belum menemukan jodoh

Jawaban :

Alaikumussalaam wrwb

mba An  yg baik, sy sungguh bisa merasakan apa yg mbak rasakan. Memang tidak mudah bagi muslimah yang sudah masuk usia nikah tetapi belum juga menemukan jodohnya. Tiada yg bisa kita lakukan selain bersabar dan berserah pada Allah.
sabar disini bukan berarti kita diam, pasif, menunggu, tetapi sabar yang dimaksud dalam kehidupan seorang mukmin adalah sepenuh hati berikhtiar, berdoa, beribadah, memohonkan yang terbaik bagi diri kita.
kita tidak pernah tahu rahasia jodoh, maut dan rejeki. semuanya Allah yang atur. jadi,
1. bersangka baiklah selalu pada Allah,
dengan cara meyakini  bahwa setiap rencana Allah pasti terbaik untuk kita.
Allah yang ciptakan kita, Allah yang membuat kita ada di dunia ini, Allah Mahabaik, Maha Penyayang.. maka segala sesuatu yang terjadi adalah dengan seijin-Nya. begitu pula perihal jodoh yg tak kunjung datang, diijinkan pula oleh Allah. so yakinkan diri bahwa segala sesuatu yg terjadi adalah yg terbaik dari Allah.
2. sibukkanlah diri dengan hal yg positif
ketika kita tidak sibuk dengan kebaikan, maka kita akan sibuk dengan hal lainnya (keburukan).
menjadi sibuk akan membuat mbak lupa dengan masalah yg dihadapi, meski bukan berarti juga kita mengabaikan. hal ini kita lakukan agar tak melulu berkutat dengan perasaan sedih, minder dan hal2 negatif lainnya.
3. berkumpullah dengan orang2/komunitas yang positif dan shalih/ah
coba cek sekeliling, Mbak. ada banyaak sekali komunitas orang shalih/ah bertaburan di sekeliling kita. ada Odoj (one day one juz), remaja masjid, anti JIL (jaringan islam liberal) dsb dsb. biasanya mereka punya aktivitas maya dan nyata yang sangat bermanfaat.
bergaul dengan orang2 baik akan berpengaruh pada pribadi kita agar menjadi lebih baik pula.
4. banyak ibadah dan berserah pada-Nya
dengan banyak ibadah, kebergantungan kita pada Allah diharapkan semakin besar. dan Allah semakin cinta krn kita bersungguh2 mendekat pada-Nya. ibadah juga akan menjadikan jiwa kita kuat, keimanan kita lebih kokoh.
sering2lah mengucapkan, “ya Allah, aku terima keadaan ini. aku serahkan semua kepada-Mu. berikanlah jodoh yang terbaik menurut-Mu.”
mudh2an mbak semakin tawakkal ya..
5.terakhir, dibawa relax saja mba.
kalau kita sibuk insyaa Allah kita gak akan mudah terbawa perasaan. dan belum tentu keadaan lajang sekarang lebih buruk daripada menikah. tetap semangat dan optimis ya..
semoga tipsnya bermanfaat, doa sy selalu agar Allah menguatkan dalam ketaatan 🙂
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

12 + 2 =

Artikel Menarik Lainnya







comments