Pertanyaan :

Skitar umuran sy smp, sy prnh melihat sosok laki” secara sekilas dia kelihatan pndiam dan perfect
sejak itu sy sdikit mengaguminya mskipun begitu sy tdk trlalu memikirkannya krn itu cuma sekilas
Bberapa thun kemudian stlh sy dewasa keaadan mmbwtku utk mengingat sosok laki” trsbt. Krn trnyata dia mch saudara jauh antara nenek sy dan ibu laki” itu prnh ngobrol utk mnjodohkan entah itu obrolan serius atau tdk. Tp nenek ku brhrp itu obrolan serius
Disuatu wktu nenek dan ibuku mmprtanyakn laki” trsbt,,” apakah sy mw dijodohkan dgn nya”
Cpa org nya yg ga senang dijodohkn dgn org sy kagumi dulu
tp ibu laki” trsbt tdk trlalu menanggapi obrolan prjodohan yg prnh diobrolin sm nenekku dlu
Laki” itu jg krja diluar kota ,, jarang pulang paling 1 thun sekali
Dan skrg sy slalu brharap kpd Allah agar laki” itu kelak mnjadi jodohku,,,tp ada kegundahan dihati sy krn apa mungkin laki” yg blm sy kenal apa lg dia pun blm kenal sy , dia jg jarang pulang , apa mungkin sy bza bertemu dan dia mencintai sy klw pun kita bz dipertemukan
Dan smpai ckrg hati sy slalu trs mrasa brhrap laki” yg blm sy kenal dan dia jg blm mengenal sy
Apa sy salah mnghrpkn sprti itu mohon sarannya agar hati sy tdk trlalu gundah memikirkn sswt yg tdk pasti
Judul Pertanyaan: sebuah harapan

dari Ans

Jawaban :

dear mba An,

yg harus kita pahami sebagai orang beriman adalah menyandarkan harapan sepenuhnya kepada Allah.
untuk masalah jodoh, maut dan rejeki, semua adalah rahasia Allah yang tak satupun manusia tahu.
ada orang2 yang sudah lama pacaran, 5 tahun, 8 tahun.. saling mengenal luar-dalam masing2, tapi tidak berjodoh di pelaminan, atau berjodoh kemudian bercerai dalam waktu yang singkat. naudzubillah.
banyak juga orang2 yang taaruf, mungkin baru kenal beberapa bulan, atau bahkan hitungan hari, tapi rupanya berjodoh.
demikian Allah berkehendak.. jika harus terjadi, maka terjadilah.
saya melihat adanya ketidakpastian dalam kasus Mbak. apalagi sikap orangtua si ikhwan ini juga tidak terlalu menanggapi.
jika kita yakini bahwa “kalau jodoh pasti bertemu”, dan “kalau tak jodoh pasti tak akan bersatu”, maka, sudah seharusnya kita memancangkan tawakkal kita sedari awal.
berharap dan  berdoa boleh-boleh saja, Allah sangat senang pada hamba-Nya yang suka meminta.
tetapi, jangan sampai harapannya menjadi berlebihan.. karena jika tidak terwujud, rasa kecewanya akan besar.
oleh sebab itu hemat saya, daripada harapan Mbak itu kemudian malah mengotori hati, membuat angan-angan yang tak tentu, memunculkan maksiat2 dan membuat waktu2 mbak terbuang sia-sia karena terus memikirkannya, maka lebih baik Mbak tidak usah terlalu pusingkan.
ingat, jika Allah berkehendak, apapun caranya, insyaa Allah akan bersatu dalam pernikahan.
tapi jika tidak, mau usaha sekeras apapun, tidak akan bertemu.
jadi buat apa memikirkan hal yang belum pasti?
lebih baik waktu2 kita digunakan untuk hal2 yang produktif, berkarya, beribadah, banyak bergaul dengan teman2 yang sholihah, dan membekali diri dengan banyak beramal.
karena “jika kita tidak sibuk dengan kebaikan, maka kita akan sibuk dengan selainnya (keburukan)” (hasan al bashri).
semangat ya Mbak.. tetap produktif beramal! 🙂
Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

1 + 11 =

Artikel Menarik Lainnya







comments