Pertanyaan :

Assalamualaikum…wr…wb

Saya mahasiswi berumur 21 tahun. Sudah hampir 1 tahun saya menyukai teman saya, partner di organisasi saya. Sejak pertama saya bertemu saya sudah suka dengan laki-laki itu. Dan ternyata diapun begitu. Walau begitu saya tidak pernah  mau jika dia mengajak saya pacaran.

Dan akhir-akhir ini dia dekat dengan perempuan lain. Kecewa? Iya. Sedih ? Iya. Karna sebelumnya saya sudah dibawa kerumah dan dikenalkan dengan ibunya walaupun hanya sebatas teman. Waktu itu entah bagaimana saya cerita dan mengakui kepada ibu dari laki-laki itu kalau saya menyukainya , Saya ungkapkan kekecewaan saya pada beliau. Ibu hanya bisa menyemangati saya untuk sabar dan semangat.

Hingga pada suatu hari saya berdoa dengan Allah. Saya minta yang terbaik untuk kami masing-masing. Karena saya tau saya tidak bisa terus menerus begini. Dan keesokan hari nya saya menerima sms dari ibu ” nak kamu siap engga nikah sama anak ibu habis lulus ?” Terkejut, senang dan bingung itu yang saya rasakan. Tapi saya tau, dan saya harus sadar posisi saya. Saya ingin tapi saya tidak di posisi utk mengiyakan permintaan ibu.

Yang ingin saya tanyakan. Apa keputusan saya ini benar atau salah ? Bagaimana saya harus bersikap ? Apa tanda jika orang yang kita sukai itu juga pilihan Allah ?

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr…wb…

Sebenarnya keputusan mba tidak menerima ajakannya untuk  pacaran itu adalah pilihan terbaik. Pacaran tidak ada dalam Islam, begitu juga dengan aktivitas-aktivitas berduaan seperti jalan berdua dengan laki-laki yang bukan mahram juga tidak dibenarkan dalam Islam. Sementara untuk perjodohan sebaiknya dibahas ketika laki-laki dan wanita sudah sama-sama siap menikah. Jika menikahnya nanti setelah lulus dan waktunya masih cukup lama sebaiknya tidak membahas masalah pernikahan dulu. Sebab, berpotensi membuat salah satu diantara mba akan dikecewakan, karena kan tidak ada jaminan nanti kalian akan menikah. Jika salah satu diantara kalian menikah dengan yang lain.

Sementara untuk mba ke depannya lebih menjaga hatinya dengan tidak mudah mencintai dan menyukai seseorang sebelum akad pernikahan. Karena lagi-lagi persoalan ini bisa menyebabkan kekecewaan dan maksiat hati (zina hati). Untuk saat ini yang bisa mba lakukan adalah belajar yang benar, raih prestasi, persiapkan diri menjadi muslimah yang taat dan patuh, persiapkan bekal menjadi istri dan ibu kelak. Untuk perkara jodoh InsyaAllah Allah yang akan mengirim laki-laki terbaik untuk mba. Allah sudah janjikan dalam surah An-nur ayat 26 “Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya”. Jadi tak perlu dihiraukan lagi persoalan jodoh, berdoa saja pada Allah dipertemukan dengan jodoh terbaik di waktunya nanti. Setelah serahkan semua pada Allah.

Untuk persoalan mba dengan laki-laki itu lupakan saja, sampaikan saja pada ibu laki-laki itu jodoh Allah yang menentukan dan bilang kalau mba tidak bisa mengiyakan. Hanya bisa menyerahkan pada Allah dan menunggu sampai waktunya tiba nanti. Semoga Allah mudahkan ya.

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

6 + 15 =

Artikel Menarik Lainnya







comments