Pertanyaan :

Assalamualaikum ..
Saya merasa bingung hari2 ini ..
Dikarenakan seseorang yg sedang dekat sama aku ..
Kita tidak pacaran atau istilah2 lain nya .. cuma kita sama2 tau tentang perasaan kita ..
Akhirnya kita sepakat istiqarah bermunajat sama allah ..
Aku istiqarah lewat mimpi ..
All hasil rasanya kurang bagus dalam mimpi itu .. namun tidak membuat ragu perasaan saya ..
Begitupun dia yg perempuan melakukan n istiqarah ..
Tapi bukan dengan mimpi melainkan alquran ..
All hasil juga tidak membuat hati kita mantap ..
akhirnya saya minta tolong sama ibu orang yang saya percaya orang yang saya yakini mungkin bisa jadi petunjuk datang darinya..
namun saran  kalau bisa jangan dilanjutkan ..
Akhirya Sayang bingung ..
Dan salah satu juga yang membuat saya tak yakin akan istikharah ku ..
Karena keluarga kami sedikit percaya tentang weton kelahiran kecocokan kelahiran dan sebagainya.. sedangkan saya pribadi saya tidak terlalu meyakini akan perempuan-perempuan seperti itu..
Lantas Harus bagaimana aku ini musti Terus Berharap ataukah menyerah Jujur Saja dalam hati sebenernya ikhtiar nggak mau ngecewain ikhtiar mau dibenerin ikhtiar nya sih mau menikah ini bukan untuk main-main lagi
mohon jawabannya

-akh K-

Jawaban :

Dalam istikharah, kita memanjatkan doa agar keputusan yang kita pilih diberkahi Allah — jika ia baik menurut Allah maka kita mohon agar Allah  mudahkan, dan jika buruk menurut-Nya maka minta dijauhkan.

 

Ikhtiar kita adalah menentukan mana yang terbaik dengan cara bertekad dan menyerahkan segala urusannya pada Allah.

dari kasus Mas K, kami sarankan agar lakukan terus istikharah (tidak hanya 1x tapi bisa beberapa kali). Plus, perlu diperhatikan bahwa jawaban istikharah bukanlah lewat mimpi. Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah mengatakan,

Mimpi tidak bisa dijadikan acuan hukum fiqih. Karena dalam mimpi setan memiliki peluang besar untuk memainkan perannya, sehingga bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia. (Read more https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html)

Istikharah ini untuk memastikan bahwa dalam proses yang terjadi, Anda melibatkan Allah –berikhtiar sambil terus memohon petunjuk-Nya. Jika memang Anda sudah yakin dan sreg dengan pasangan Anda, cobalah berusaha mengatasi kendala yang terjadi, yang mana ini adalah bagian dari maksimalnya ikhtiar. Misalnya bermusyawarah terus dengan orangtua, mempertimbangkan saran ibu, dan lain sebagianya.  (tentu saja yang tidak melanggar aqidah seperti mempercayai kecocokan berdasarkan kelahiran dsb). Pertimbangkan lagi semuanya dan ambillah keputusan yang menurut Anda terbaik, yang sesuai dengan hati nurani. 

Jika memang sudah maksimal dan menurut Anda mentok.. apapun keputusan yg Anda ambil, insyaa Allah itu yang terbaik. Jika memang Allah kehendaki untuk berjodoh, insyaa Allah akan dibukakan jalan. Jika tidak, tidak akan terjadi. Memang diperlukan kesiapan terutama dari Anda dan calon pasangan untuk menerima konsekuensi2 dari pilihan yang diambil, baik itu lanjut terus (dengan resiko buruk agak ditentang keluarga krn melanggar adat weton, misalnya), atau menyudahi (dengan resiko kekecewaan).

Semoga yang terbaik bagi Anda dan Allah mudahkan jalannya.

***

gambar dari https://www.fromthegrapevine.com/nature/israels-hula-valley-bird-paradise

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

1 + 14 =

Artikel Menarik Lainnya







comments