Waktu itu singkat, anda akan merasakannya setelah anak anda nanti berusia belasan tahun. Ketika anak sudah jarang di rumah, di saat mereka sudah lebih betah bersama teman-temannya dari pada orang tua sendiri, dan juga ketika anak anda memiliki banyak masalah dalam kehidupannya. Terlebih lagi kesalahan tersebut akibat ketidak dekatan anda dengannya sewaktu dia kecil. Waktu kecil anak adalah masa emas dalam pembentukan kepribadiannya, dia butuh dekapan dan kasih sayang dari orang tua di saat itu.

Terkadang dengan dalih sibuk bekerja orangtua tidak memiliki waktu yang memadai dengan anaknya. Orangtua lebih sibuk menyiapkan kebutuhan anak yang bernilai materi tapi mengabaikan kebutuhan anak berupa waktu luang, kasih sayang, perhatian dan kedekatan. Anak yang mengalami hal ini secara terus menerus akan menumbuhkan rasa kurang percaya diri. Dia merasa tidak diterima oleh lingkungannya, dia takut untuk bergaul secara lebih luas, dia menganggap orang tidak peduli kepadanya. Tentu alasan ini muncul karena si anak melihat sendiri bagaimana orang terdekatnya –orangtua- abai terhadap dirinya.

Anak yang tidak dekat dengan orangtua akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit percaya kepada orang lain. Kurangnya percaya diri dan tidak bisa mempercayai orang lain akan menjadi masalah sendiri yang akan dibawanya hingga saat dewasa nanti. Untuk itu jika saat ini anak anda masih kecil maka anda perlu mengenali tanda-tanda apakah anda sudah dekat dengan anak anda atau belum.

Mungkin beberapa dampak buruk anak yang tidak mengalami kedekatan dengan orangtuanya berikut bisa membantu anda mengenali anak anda, dan juga menjadi motivasi bagi anda agar lebih dekat dengan anak ke depannya.

Takut dan tidak mau tinggal sendirian

Dampak buruk yang pertama anak yang tidak dekat dengan orangtua adalah merasa ketakutan saat ditinggal sendiri. Selalu minta untuk ditemani. Apalagi jika ditinggal dalam waktu yang lama.

Lebih suka menyendiri daripada bermain dengan teman-temannya

Dampak buruk yang kedua adalah lebih memilih untuk sendiri dan menghindari bermain dengan teman-temannya. Karena dalam diri anak tumbuh perasaan tidak akan diterima oleh teman-temannya, ia kurang percaya diri untuk bermain bersama.

Kurang percaya diri dan minder

Anak yang tidak dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri dan suka minder. Merasa dirinya tidak bisa, takut melakukan hal baru dan tidak mau mengekspresikan dirinya.

Tidak berani keluar rumah

Saat tidak ada kegiatan anak lebih memilih bermain sendiri di rumah, ada semacam ketakutan yang muncul dalam dirinya untuk keluar rumah dan bermain dengan yang lain.

Ekpresi datar dan merasa biasa saja saat berpisah dengan orangtuanya

Anak memiliki ekspresi datar saat ditinggal atau berpisah dengan orangtuanya, bahkan ada sebagian anak yang takut ketika di dekati oleh orangtuanya dan dia tidak mau dipeluk oleh orangtuanya.

Cengeng, mudah menangis dan mudah cemas

Anak yang tidak dekat dengan orangtuanya akan tumbuh menjadi anak cengeng, mudah menangis, selalu ketakutan, mudah stress dan pencemas.

Mengalami permasalahan dalam belajar dan di sekolah

Anak yang tidak memiliki kedekatan dengan orangtua cenderung sulit dalam belajar, sulit bergaul dan prestasi rendah di sekolah.

Sulit dinasehati dan diberi masukan

Anak yang tidak dekat dengan orangtua memiliki satu sikap sulit untuk percaya pada orang lain, indikasinya dia akan sulit juga untuk dinasehati dan diberi masukan, Anak seperti ini cenderung menjadi keras kepala dan menganggap setiap yang dilakukannya itulah yang paling tepat dan paling benar.

Jika terus dibiarkan tentu dampak buruk tersebut bisa berakibat buruk bagi perkembangan kepribadiannya hingga masa dewasa nanti. Tentu anda tidak ingin anak anda tumbuh dengan diri bermasalah ?

Artikel Menarik Lainnya







comments