Pertanyaan :

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Dulu waktu saya masih sekolah SMK, saya pernah mengagumi seorang teman pria yang beda jurusan dengan saya… Bulan juli 2016 kemarin kami lulus SMK… Saya pikir perasaan ini akan hilang setelah lulus, karena kami tidak bertemu… Tapi perasaan saya tidak berubah… saya masih terus mengagumi nya sampai sekarang, sesekali saya chat dia untuk tau apa kabarnya… Kemungkinan dia sudah tau kalau saya menaruh rasa dengan dia… karena sewaktu sekolah dulu teman dekat saya memberitahukan perasaan saya di parkiran sekolah… saya tidak menyuruh teman saya itu untuk mengatakannya… saya selalu berdoa pada Allaah andaikata kami bertemu, pertemukanlah untuk disatukan… andai kami tak disatukan saya berdoa agar tidak mempertemukan kami lagi… Saya wanita tidak bisa mengungkapkan perasaan, hanya bisa diam menunggu… Tapi jika tidak diungkapkan bagaimana ia tahu perasaan saya…? Tapi lagi lagi hati saya berusaha qanaah pada takdir Allaah, sehingga saya memutuskan tidak mengungkapkan perasaan saya… Apakah saya salah berpikir demikian…? Lalu harus bagaimana saya menyikapi perasaan saya…?
Syukron… Jazakumullah Khairan…
Judul Pertanyaan: Cinta Dalam Diam

Jawaban :

Salam, mbak Sya,

Sungguh terhormat wanita yang mampu menjaga dirinya dalam kesucian di saat perasaannya terhadap lawan jenis begitu menggelora. Namun akan lebih selamat apabila kita mampu menindaklanjuti kecenderungan rasa ini dengan cara yang dilegalkan dalam Islam yakni menikah. Karena memendam perasaan tanpa tindak lanjut yang jelas dapat mengotori hati dan membuka celah pada syetan.

Jadi jika Anda telah siap menikah dan dia yang Anda sukai juga telah siap, sebaiknya pernikahan disegerakan. Tidak ada larangan dalam Islam untuk wanita menawarkan dirinya untuk dinikahi seorang pria. Tetapi jelas, ia harus siap menerima resiko ditolak.

Jika memang mbak berminat dengannya, mulailah dengan mencari informasi tentang visinya dalam menikah dan berkeluarga, seperti apa kriteria calon pasangannya, apakah beliau bersedia menikah dengan perempuan yang memiliki karakter dan keadaan seperti Anda, dan sebagainya.

Tetapi jika Anda atau dia belum memiliki kesiapan, maka anjuran dari Rasulullah saw dapat kita ikuti, yakni menahan diri dengan berpuasa dan memperbanyak ibadah.

Berdoalah agar ditunjukkan yang terbaik dari Allah, karena apa yang kita sukai  belum tentu baik di sisi Allah, dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk di mata-Nya.

Demikian, mbak Sya. Semoga Allah menjaga kita selalu dalam ketaatan.

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

10 + 9 =

Artikel Menarik Lainnya







comments