“Salah satu kemuliaan terbesar bagi seorang wanita adalah menjadi seorang ibu”

Kapan  terakhir kali memeluk erat tubuh ibu anda ?, kapan terakhir kali mencium tangan ibu anda? kapan terakhir makan bersama ibumu?.

***

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Begitulah istimewanya seorang ibu, sampai Rasulullah menyebut dan mengulang namanya tiga kali “ibumu…..ibumu…..ibumu..”. Rasulullah memuliakan seorang ibu juga sebagai bentuk memuliakan seorang wanita.

***

Ketika Rasulullah mengingatkan kita dengan ibumu…ibumu..ibumu sampai tiga kali, tersirat pesan disana agar lebih mencintai, lebih menyayanginya tiga kali juga lebih banyak dibanding ayah begitu penjelasan Imam Al-qurthubi tentang hadits shahih diatas.

Rindu kepada seorang ibu, apalagi bagi yang jauh dari ibunya sebutlah anak-anak muda yang tinggal negeri orang (merantau) merupakan suatu hal yang tak ternilai harganya. Entah bagaimana rasanya ingin berjabat tangan dan mencium tangan ibunya, memeluk erat tubuh ibunya serta dan melakukan aktivitas-aktivitas yang membahagiakan bersama dengan seorang wanita yang telah merawat dan membesarkan kita ini.

Tak semua orang bisa melepaskan rasa rindu kepada ibu yang sangat dicintainya, namun sangat disayangkan cukup banyak juga anak-anak yang menyia-nyiakan kesempatan untuk berbakti kepada ibunya padahal ia dekat dan selalu bersama dengan ibunya. Sangat menyedihkan jika anak-anak yang mencari kebahagiaan diluar rumah bersama temannya, pacarnya atau mungkin melalang buana ke berbagai tempat hiburan namun melalaikan mutiara kebahagiaan yang ada dirumah yaitu ibunya.

Rasa rindu kepada ibu tak ternilai harganya, kemuliaan dan keistimewaan berbakti padanya syurgalah balasannya. Akan tetapi rasa rindu terasa muncul ketika sudah tak bersama ibu, ketika sudah jauh dari ibu sebutlah seperti merantau atau menikah. Tapi selama masih ada kesempatan untuk berbakti kepada ibu kita maka manfaatkanlah kesempatan itu, jangan sia-siakan peluang itu hingga akhirnya yang tersisa hanyalah tangis penyesalan yang tak berarti.

Waktu berputar, masa terus berganti hari ini kita yang menjadi anak tapi suatu saat kelak kitalah yang akan menjadi ibu bagi anak-anak kita. Banyak terjadi dalam kehidupan ternyata bagaimana kita diperlakukan oleh anak-anak kita kelak sebagaimana kita memperlakukan ibu kita dahulu. Sudahkah kita membahagiakan ibu kita? sudahkah kita menjadikan ibu kita yang pertama ?. Hanya diri kita sendiri yang tau jawabannya. Semoga kita semua menjadi anak yang berbakti pada ibu.

Sumber foto : skismanti.snackblogger.com

Artikel Menarik Lainnya







comments