Pertanyaan :

Assalamualaikum..

Saya punya teman laki-laki yang bisa dikatakan dia ini sangat sholeh. Kita kenal waktu awal masuk kuliah, asalnya sih kita ga begitu dekat tapi semakin kesini dia semakin berani buat chat saya dan deketin saya. Saya bingung, dia kan terpandang sholeh di kampus dan semua orang punya pikiran kalo dia ga akan deketin cewe dan ga akan pacaran paling ta’aruf langsung nikah nanti. Dan anehnya dia menyatakan cintanya pada saya, tapi tidak meminta saya untuk jadi pacarnya. Saya ini wanita biasa yang bisa dikatakan belum mendekati bahkan masih jauh dari kata “sholehah” itu sendiri, dan saya merasa takut kalau misalnya saya memeberikan dampak negatif kepada dia dengan kedekatan kita ini, saya juga merasa minder dengan jarak level kita yg terbilang jauh. Saya mau tanya, bagaimana cara saya agar tidak menimbulkan ketakutan berlebih, dan saya ga mau kehilangan dia karena jujur saya juga tertarik sama dia. Lalu mengapa dia bisa bersikap seperti ini, yg jauh dari kata ekspektasi semua orang. Terimakasih:)

Judul Pertanyaan: Dia kenapa?

Jawaban :

Alaikumussalaam wrwb, mbak R.

Orang yang soleh/ah bagaimanapun adalah manusia biasa; bisa memiliki kecenderungan terhadap lawan jenis, bisa  jatuh cinta, dan sebagainya. Inilah yang terjadi pada teman Anda; sesuatu yang normal saja terjadi padanya dan pada kita semua.

Namun yang perlu kita perhatikan menyikapi munculnya perasaan ini adalah bagaimana kita sebagai orang beriman menindaklanjuti perasaan tersebut.

Orang yang beriman dan takut pada Rabb-nya, tentu akan berusaha agar tidak tergelincir atau melanggar syariat, seberapapun kuat dorongan perasaannya sendiri ataupun godaan lingkungan. Demikianlah yang dilakukan seorang solih bernama Yusuf alaihissalaam, saat beliau digoda,

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.
(QS: Yusuf Ayat: 23)

Berkaca dari kisah ini, telah jelas sikap yang kita bisa teladani jika kita berada di posisi yang mendapat godaan, yakni memohon perlindungan kepada Allah. Jika memang ikhwan tersebut berniat menikahi Mbak, maka sampaikanlah padanya agar menemui Ayah mbak untuk melamar. Ingat, tidak ada jalan lain dalam Islam untuk menyambut kecenderungan rasa kita pada seseorang, kecuali dengan menikah. Jadi segera perjelas apa yang ikhwan tersebut inginkan: jika mau menikah silakan temui Ayah mbak untuk melamar. Jika tidak, tegaskan sikap Mbak bahwa Mbak tidak ingin terjerumus godaan syetan untuk  berpacaran atau menjalin hubungan yang tidak halal –apapun namanya- di luar pernikahan.

kalau Mbak dan ikhwan tersebut sudah benar-benar siap menikah, maka segera urus pada orangtua masing2 untuk menikah. bukan menjalin hubungan tanpa status, pacaran islami dsb dsb.

Tidak ada pacar sholeh, maka hanya ikhwan yang benar-benar sholeh-lah yang akan menjaga dirinya dari perbuatan2 menjurus pacaran, dan menjaga lawan jenisnya agar tidak terjerumus karena dirinya. Begitu juga sebaliknya, tidak ada pacar sholehah.

Semoga Allah selalu menjaga Mbak dalam kebaikan.

gambar dari http://pixhome.blogspot.co.id/2014/02/roses-flower-background-template-for.html

Indra Fathiana

Indra Fathiana

Lulusan Fak. Psikologi UI ini sangat mencintai dunia keluarga, disamping minat lainnya pada dunia pendidikan dan bisnis. Selain fokus mendidik kedua putrinya di rumah, ia aktif menjadi pengurus komunitas ibu muslimah “Mommee”, terlibat dalam program remaja “Sahabatku” bersama sejawat, menyelenggarakan social entrepreneurship project untuk pemuda, serta menulis artikel di sela-sela kesibukannya. Baginya, sukses terbesar seorang wanita adalah saat Allah dan pasangan ridho kepadanya, melahirkan generasi yang gemilang, serta menjadi manfaat bagi semesta.

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

12 + 7 =

Artikel Menarik Lainnya







comments