“Ketahuilah, sesungguhnya bagi kamu terhadap istri-istri kamu ada kewajiban dan bagi istri-istri kamu terhadap kamu ada pula kewajiban (HR Ashhabus Sunnah dishahihkan oleh At-tirmidzi)

Mawaddah atau cinta yang selalu bergelora adalah hal yang menjadi impian setiap pasangan, cinta yang selalu tumbuh dari masa ke masa, dari waktu ke waktu. Semakin bertambahnya usia pernikahan semakin bertambah juga rasa cinta adalah harapan setiap pasangan, suami ingin makin dicintai oleh istrinya begitu juga sebaliknya istri ingin lebih dicintai oleh suami.

Mawaddah atau cinta yang selalu menggelora tidak mudah memang untuk diraih karena yang sering terjadi pada kenyataannya adalah sebaliknya. Semakin bertambah usia pernikahan, maka semakin meningkat juga kejenuhan terhadap pasangan, rasa bosan terhadap pasangan yang mana hal-hal ini tidak jarang yang berujung pada pertengkaran, saling menyalahkan dan saling merasa benar sehingga pada tingkatan tertentu akan menyebabkan perceraian, suatu hal yang halal namun sangat tidak di sukai oleh Allah SWT.

Mawaddah atau cinta yang selalu menggelora bisa ditumbuhkan, bisa dihadirkan sehingga hal ini akan selalu mewarnai setiap pernikahan menjadi rumah tangga bahagia dunia akhirat. Pada tulisan kali ini kita akan belajar bersama tentang 3 hal yang bila di lakukan in syaa Allah akan membuat pasangan kita makin mencintai kita, yang mana tulisan kali ini konteksnya adalah untuk para istri agar makin dicinta oleh suaminya. Bagaimana, anda mau makin dicintai oleh suami ?, jika belum menikah ini adalah ilmu berharga yang mesti anda pelajari dan pahami.

1. Menerima dengan penuh ketulusan dan keikhlasan

Ketika sudah terucap kata “sah” oleh para saksi dalam prosesi akad nikah, maka laki-laki yang awalnya bukan siapa-siapa itu telah menjadi suamimu, ia telah resmi menjadi imammu. Semenjak itu pulalah berlaku kewajibanmu terhadap suami untuk selalu taat dan patuh. Semenjak saat itu jugalah anda mesti menerimanya baik kelebihan yang dimilikinya maupun kekurangan yang dimilikinya. Bersyukur atas kelebihan yang dimilikinya dan menerima dengan sabar atas ketidaksempurnaannya, karena sejatinya pernikahan adalah saling menyempurnakan, karena hakikatnya pernikahan adalah saling bersabar dan mengingatkan atas segala ketidakmampuan.

Sikap menerima dengan tulus ikhlas adalah pondasi terbaik untuk tumbuhnya cinta, karena kebanyakan perselisihan dirumah tangga terjadi karena tidak adanya sikap saling menerima. Sikap saling menuntut, saling merasa benar dan menyalahkan adalah penyebab utama kerapuhan sebuah rumah tangga.

2. Memperhatikan hal-hal kecil 

Pernah mendengar hukum Law of few (Hukum tentang yang sedikit) ?. Istilah ini dipopulerkan oleh Malcolm gladwell dalam bukunya Tipping point . Dalam buku ini ia menjelaskan bagaimana hal-hal kecil yang berhasil membuat perubahan besar. Hal ini berlaku dalam banyak konteks mulai dari bagaimana virus penyakit menyebar, bagaimana suatu karya berhasil dan sukses di masyarakat tentu juga bisa diimplementasikan dalam konteks percintaan rumah tangga. Karena bisa jadi cinta dalam rumah tangga itu tumbuh, bersemi dan mekar kembali layaknya bunga-bunga ditaman karena hal-hal kecil dan sederhana.

Menyambut suami yang pulang beraktivitas dengan pakaian terbaik, senyum terbaik, penampilan terbaik adalah salah satu contohnya. Menyiapkan minumnya, mendengarkan keluh kesahnya, memberikan pujian tulus dan ikhlas, ucapan terimakasih, atau mungkin hanya sekedar “emot” bertanda “love” di aplikasi pesan smartphone anda akan sangat berpengaruh dalam menumbuhkan cinta. So, mulai saat ini perhatikanlah hal-hal kecil yang mungkin karena hal kecil tersebut cintamu makin bersemi.

3. Mengakui dan menghargai pasangan

Kalau wanita ingin diperhatikan dan didengarkan maka laki-laki ingin dihargai, diakui dan dianggap keberadaannya. Banyak kesalahan komunikasi yang terjadi antara laki-laki dan wanita adalah ketika wanita memperlakukan laki-laki sebagaimana ia (wanita) ingin diperlakukan. Contoh sederhana ketika laki-laki (suami) menghadapi masalah, wanita hadir dengan niat baik dan ingin menunjukkan perhatiannya, ia menanyakan banyak hal, menawarkan bantuan dan solusi sambil terus bicara tanpa henti. Apakah hal ini akan menjadi solusi ? ternyata tidak, karena laki-laki tidak menyukai hal ini. Hal baik dan tanda perhatian menurut wanita belum tentu adalah hal baik menurut laki-laki. Laki ketika ada masalah cenderung diam, menyelesaikannya sendiri dan memberi tahu pasangannya ketika permasalahan tersebut telah selesai.

Untuk membangun rumah tangga yang bahagia tentu dibutuhkan bekal, salah satunya adalah 3 hal diatas, in syaa Allah akan sangat bermanfaat dan akan memberikan dampak yang bagus untuk rumah tanggamu bagi yang sudah menikah. Dan bagi anda yang masih sendiri tentu hal ini akan menjadi bekal berharga dalam menjalani rumah tanggamu kelak.

Sumber foto :  pinterest.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments