Satu hal yang perlu diketahui oleh setiap orang tua terutama para ibu adalah pentingnya menjaga kestabilan emosi saat masa kehamilan. Karena setiap emosi yang dirasakan seorang ibu ketika hamil akan berpengaruh janin bayi yang ada dikandungnya.

Dokter Spesialis Anak Tumbuh Kembang, Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si menyebutkan “Tempramen anak  dibentuk sejak berada di dalam kandungan, jadi kalau selama hamil seorang ibu bahagia, maka anak yang dikandungnya lahir serta tumbuh menjadi anak periang. Sebab saat ibu hamil bahagia, akan mengeluarkan hormon-hormon yang disalurkan ke plasenta dan kemudian ditangkap oleh syaraf-syaraf otak janin. Kalau yang ditangkap hormon bahagia maka bayi akan jauh lebih sensitif pada perasaan gembira” seperti yang dikutip melalui rimanews.

Namun jika sang ibu saat hamil mengalami kesedihan yang mendalam seperti stress dan depresi akan mempengaruhi kondisi kejiwaan anaknya saat lahir. Berikut adalah 5 alasan kenapa ibu hamil harus bahagia.

1. Agar anak yang dilahirkan ceria

Saat seorang wanita hamil maka dia sangat dekat dengan anaknya, setiap nutrisi yang masuk ke tubuhnya juga turut dirasakan oleh janin. Jika nutrisi yang masuk adalah nutrisi terbaik tentu akan ikut membentuk perkembangan fisik janin menjadi lebih baik. Tidak hanya nutrisi untuk kebutuhan fisik, perasaan dan emosi yang masuk (dirasakan oleh sang ibu) akan ikut dirasakan oleh janinnya. Hal ini turut membentuk perkembangan emosional anaknya hingga lahir dan tumbuh besar nanti.

Saat ibu bersedih maka anak ikut merasakan kesedihan itu, saat sang ibu depresi anak juga turut merasakan dampaknya. Salah satu dampak buruk ibu yang bersedih saat hamil adalah anaknya terlahir dan tumbuh menjadi anak yang terlihat murung, mudah menangis dan sulit untuk bahagia.

Agar anak anda terlahir menjadi anak periang dan selalu ceria pastikan selalu dalam kondisi bahagia selama masih hamil.

2. Agar anak lahir terhindar dari gangguan IQ & perilaku saat lahir

Bayi yang terlahir dari ibu yang bermasalah emosi seperti sedih, stress, depresi maupun frustasi akan berdampak pada pembentukan otak janin yang tentu mempengaruhi tingkat kecerdasan anak saat terlahir nanti.

3. Menghindari resiko keguguran pada ibu

Seorang ibu hamil yang mengalami kesedihan serta stress berat berisiko pada keguguran. Tentu ini satu hal yang sangat kita takutkan.

4. Menghindari bayi terlahir prematur

Ibu yang sering bersedih saat hamil juga mempengaruhi plasenta ibu hamil. Kesedihan atau stress pada masa-masa awal kehamilan seorang ibu dapat memicu produksi hormon pelepas kortikotropin (CRH). Jika hormon yang fungsinya mengatur durasi kehamilan lebih banyak dari seharusnya maka akan mempercepat durasi kehamilan sehingga pada akhirnya menyebabkan bayi terlahir prematur.

5. Agar bayi yang dilahirkan memiliki kekebalan tubuh yang kuat

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Brain, Behavior and Immunity mengungkapkan bahwa ibu hamil yang sering mengalami tegang, panik, dan cemas yang berlebihan berdampak melemahkan sistem kekebalan bayi saat berusia 6 bulan keras.

Menjadi ibu yang selalu bahagia saat hamil 

Menjadi ibu yang selalu bahagia saat hamil, meskipun hal ini terlihat sulit tapi bukanlah sesuatu yang mustahil. Disini tentu dibutuhkan kerjasama suami istri bagaimana caranya agar saat ibu hamil selalu bahagia serta terhindar dari stress. Suami berperan untuk selalu mendampingi dan memastikan istrinya agar selalu bahagia, menjaga perasaannya agar tidak bersedih atau stress, serta berusaha menghibur saat istri saat mengalami kesedihan.

Sumber foto : pexels.com

 

Artikel Menarik Lainnya







comments