Salah satu kebiasaan baik yang bagus dibiasakan oleh seorang muslimah adalah menulis. Entah itu menuliskan berbagai pengetahuan tentang suatu ilmu yang dikuasai, mengarang cerita untuk dibuat menjadi cerpen atau novel, menuliskan opini yang berasal dari keresahan dan kegelisahan ataupun hanya sekedar curhat kegiatan sehari-hari dengan menulis buku catatan harian atau diary.

Menulis sendiri memiliki banyak manfaat yang sangat berdampak bagi kehidupan seorang muslimah baik untuk dirinya pribadi maupun dalam menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Sebagai penguat berikut adalah 5 alasan kenapa seorang muslimah harus menulis.

1. Menulis sebagai jalan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (HR. Ahmad )

Banyak orang yang terinspirasi, hidupnya berubah, mendapat ilmu pengetahuan baru dari tulisan yang dibacanya. Baik itu tulisan dari website yang menyediakan tulisan-tulisan bermanfaat, dari sosial media, koran, majalah ataupun buku. Disinilah peran penulis sebagai jalan berbagi kebaikan. Tentunya adalah penulis yang menulis hal-hal bermanfaat dan bernilai kebaikan. Sebab tak sedikit juga penulis yang menulis sesuatu yang keliru sehingga berdampak buruk bagi pembacanya.

2. Dengan menulis secara lansung menumbuhkan minat baca

Seorang penulis apalagi yang terus-menerus menulis tentu membutuhkan wawasan dan ilmu baru untuk bahan penulisannya. Sehingga mau atau tidak penulis harus membaca sebagai salah satu jalan untuk menambah ilmunya. Semakin sering ia menulis maka semakin banyak juga bahan bacaan yang ditbutuhkan. Sehingga secara tidak disadari menulis meningkatkan minat baca seseorang.

Hal ini juga perlu bagi seorang ibu rumah tangga, saat sang ibu memiliki minat baca yang tinggi secara lansung akan menularkan hobi membaca pada anak-anaknya. Sehingga menulis juga bisa sebagai sarana membangun budaya baca dalam rumah tangga.

3. Menulis itu menyehatkan otak

Menulis itu menyehatkan, khususnya dapat menyehatkan otak. Dengan menulis tentu akan melatih otak kita untuk terus bekerja apakah itu berpikir, mengingat dan menyusun kata-kata agar bisa menjadi sebuah tulisan. Selain itu menulis juga meningkatkan daya ingat anda. So, menulislah.

4. Menulis bisa sebagai terapi masalah psikis

Anda tau film Habibie Ainun ? Kisah percintaan yang mengisahkan Habibie dan Ainun ini ditonton hingga 4.529.633 orang. Tapi tahukah anda ternyata film laris tersebut diangkat dari novel yang ditulis boleh B.J Habibie ? Presiden ke tiga republik Indonesia ini menulis novel Habibie Ainun sebagai sarana terapi untuk mengobati kesedihan yang mendalam setelah meninggal dunia.

Ya, menulis sebagai sarana yang efektif untuk terapi masalah psikis seperti depresi, kesedihan yang mendalam, kecewa dan berbagai masalah psikis lainnya. Seorang clinical psycholgist dari University of New South Wales Karen Baikie melakukan studi dengan meminta partisipannya menulis 3-5 peristiwa penuh tekanan selama 15-20 menit. Alhasil dari studi tersebut memberikan kesimpulan bahwa menulis peristiwa penuh tekanan dapat memperbaiki kesehatan fisik dan mental dibadingkan dengan mereka yang menulis topik-topik yang netral.

Untuk kamu yang mungkin mengalami masalah psikis seperti patah hati, galau, depresi, sakit hati dan sejenisnya mungkin bisa mencoba aktivitas ini sebagai terapi.

5. Sebagai sumber penghasilan yang cocok untuk seorang ibu rumah tangga

Nah, ini yang asyik. Menulis juga bisa sebagai sumber penghasilan tambahan yang cocok apalagi bagi wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Aktivitas ini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah, cukup bermodal laptop atau gadget ditambahkan akses internet anda bisa memulai aktivitas menulis. Banyak hal yang bisa ditulis dan bisa dijadikan sumber penghasilan diantaranya menulis buku lalu mendapatkan royalti, membuat blog lalu ikut lomba menulis blog dan lain sebagainya.

Itulah 5 alasan kenapa seorang muslimah harus menulis. Sebagai motivasi tambahan banyak penulis-penulis muslimah di negeri ini yang bisa anda bisa jadikan sumber inspirasi seperti Mbak Asma Nadia, Mbak Helvi Tiana Rossa, Pipiet Senja, Afifah Afra dan lain-lain.

Sumber foto : pexels.com

Artikel Menarik Lainnya







comments