Dalam karyanya yang cukup populer, kitab Ihya’ Ulumiddin Imam Al-Ghazali mewasiatkan tentang pergaulan anak, beliau mengatakan :

“Anak harus dijaga untuk tidak bergaul dengan teman-teman sebaya yang dibiasakan hidup senang, mewah, dan mengenakan pakaian-pakaian yang mahal. Karena, apabila anak dibiarkan seperti itu sejak usia dini, kebanyakan akan tumbuh menjadi anak yang berperangai buruk, pendusta, pendengki, suka mencuri, suka iseng, suka menipu, dan suka berbuat seenaknya. Tiada cara lain untuk menghindarkan anak dari hal-hal tersebut kecuali memberikan pengajaran yang baik dan pendidikan yang menyeluruh”.

***

Terkadang para orang tua dengan dalih sayang pada anak menyediakan dan memberikan segalanya untuk mereka. Mulai dari membantu segala aktivitasnya, memenuhi semua keinginannya serta beragam fasilitas-fasilitas terbaik lainnya. Sejatinya anak membutuhkan pembelajaran yang mendidik mental, emosi, dan kemandirian berpikir serta bersikapnya semenjak dini, sementara dengan memberikan fasilitas mewah dan memfasilitasi agar kehidupannya selalu senang malah mendidik anak menjadi seorang yang manja.

Islam tidak melarang orang tua memberikan kasih sayang terbaik pada anaknya, akan tetapi bukan kasih sayang, perhatian dan kepedulian yang terlalu berlebihan sehingga anak menjadi manja. Dalam proses mendidik anak, orang tua juga perlu sekali-kali tegas pada anaknya, tidak memenuhi semua keinginan anaknya sekalipun itu membuat anak menangis meronta-ronta, orang tua perlu mengajarkan pada anak untuk mampu membedakan mana yang sebenarnya menjadi kebutuhan sang anak dan mana yang hanya sekedar keinginan, dan di lain waktu orang tua juga perlu memberi pengertian pada anak bahwa itu hidup ini keras, sulit dan jika ingin membutuhkan sesuatu harus mengeluarkan energi.

Tak sedikit anak-anak yang sudah terlanjur manja, setiap apa yang dia inginkan selalu ada dan diberikan oleh orang tuanya tatkala telah dewasa kerap kali membuat orang tuanya susah, apalagi jika si anak tidak dituruti keinginannya ia akan marah, menangis, bahkan mengancam kabur dari rumah. Orang tua tentu tidak menginginkan anaknya bersikap seperti ini, namun perlu juga dipahami kalau sikap anak kita saat dia telah dewasa nanti sangat dipengaruhi oleh bagaimana kita mendidiknya semenjak ia masih kecil.

Anak-anak yang dibiasakan manja semenjak kecil kebanyakan tumbuh menjadi anak yang susah untuk bertanggung jawab, tidak memiliki komitmen, sulit dalam mengambil keputusan dan selalu menggantungkan segalanya pada orang lain. Tentu sikap-sikap seperti ini akan sangat berbahaya baginya, terlebih lagi jika suatu saat anak kita berumah tangga apakah itu sebagai suami atau istri.

Begitu berbahayanya manja ini sampai-sampai Imam Al-Ghazali berpesan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anaknya bergaul dengan anak yang manja, karena jika terlalu sering bergaul dengan anak yang manja bisa saja mengakibatkan sang anak ketularan sifat manja temannya, akhirnya ikut-ikutan manja juga dengan minta untuk dimanjakan pada orang tuanya.

Dalam banyak kasus anak-anak yang bermasalah di masa remaja terkadang bukan anak yang kekurangan kasih sayang akan tetapi yang mendapat kasih sayang sangat berlebih dari orang tuanya. Untuk mendidik anak agar tidak manja tentu sangat baik semenjak dini, jika usia sudah beranjak dewasa maka orang tua akan merasa kesulitan untuk mengarahkan dan mendidiknya agar tidak manja. Sayang pada anak itu wajib, tapi hati-hati jangan sampai sayang kita yang berlebihan menjadikan anak manja.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments