Pertanyaan :

Assalamualaikum..wr..wb

Saya ingin bertanya tentang masalah restu orang tua saya terhadap hubungan saya dengan seorang wanita,. Saya jatuh cinta kepada seorang wanita yang pada saat ini belum menetapkan imannya di jalan allah swt, dia seorang umat nasrani untuk saat ini, dan dia ingin belajar tentang islam karena dia ingin tahu lebih dalam kenapa orang islam itu penuh kebaikan, dan dia berkata jika islam memang agama dari allah, maka dia akan mengimaninya dengan sepenuh hati tanpa keraguan,.

Saya meminta restu ibu saya, jika dia menjadi seorang mu’alaf karena keimanannya, maka saya berniat untuk ta’aruf dan ingin dijodohkan bersamanya, dan saya benar benar yakin akan pilihan saya, namun orang tua saya menolak dengan pertimbangan dia itu tidak cantik dan orang tuanya bukanlah muslim, bagaimana saya menaggapinya? Bagaimana saya bisa meyakinkan orang tua saya?, orang tua saya bahkan mengancam untuk memberhentikan saya kuliah dan berkata lebih baik anak ku bodoh daripada tak menuruti orang tuanya, apa yang harus saya lakukan? Mohon bantuannya.

Jawaban :

Waalaikumsalam…wr..wb..

Yang pertama harus diperhatikan adalah hubungan yang dijalin selama ini seperti apa ? Jika selama ini hubungan yang dijalin adalah pacaran atau sejenisnya lebih baik segera diakhir hubungan tersebut karena itu jelas maksiat. Sekecil-kecilnya maksiat pacaran adalah zina hati.

Yang kedua perlu diperhatikan adalah tujuan menikah untuk apa ? Apakah menikah hanya karena ingin hidup bersama dengan orang yang dicintai ? Tentu tidak kan. Dalam Islam pernikahan adalah ibadah, untuk menggapai ridho Allah Swt. Visi menikah menurut Islam adalah untuk membangun hubungan yang barakah di dunia dan bahagia hingga ke surganya. Selain itu pernikahan juga jalan untuk melahirkan generasi yang shaleh dan shaleha.

Dan istri memiliki peran sangat penting dalam kehidupan rumah tangga yaitu melayani suami dan juga menjadi guru bagi anak-anaknya. Jika ingin melahirkan generasi Islam yang berkualitas tentu dimulai dengan memilihkan ibu berkualitas untuk anak-anak kita. Tentu kualitas utama yang dilihat adalah agamanya, ketaatan dan ketakwaanya. Setelah itu yang perlu diperhatikan adalah keilmuannya tentang bagaimana mendidik anak sesuai Al-qur’an dan Sunnah Rasul.

Yang ketiga adalah ridho orang tua itu surga di dunia dan akhirat. Termasuk juga dalam memilih calon istri, selama nasihat orang tua baik yaitu agar anda menikah dengan wanita yang sudah islam, shaleha, taat dan berasal dari keluarga yang juga baik agamanya maka tak ada alasan untuk tidak menurutinya. InsyaAllah itu yang terbaik.

Yang keempat, untuk wanita yang membuat anda tertarik itu ada baiknya semua komunikasi, hubungan dan pertemuan diakhiri. Sampaikan padanya kalau interaksi lawan jenis tanpa ikatan pernikahan dalam Islam dilarang. Jika benar dia serius ingin mempelajari Islam sarankan dia belajar lansung pada seorang Ustadz atau Ustadzah. Jika memang Allah takdirkan dia mendapat hidayah InsyaAllah dia akan masuk Islam dengan cara yang indah menurut Allah.

Mengakhiri hubungan ini penting dilakukan agar anda bisa melihat permasalahannya dengan jernih, sebab seringnya interaksi malah akan membuat anda semakin jatuh cinta, dan pada akhirnya akan kesulitan membedakan mana yang sebenarnya cinta dengan nafsu ingin memiliki dan ingin hidup bersama yang mengatasnamakan cinta.

So, sekarang jika masih kuliah fokus pada studi, dekatkan diri pada Allah Swt, banyak bergaul dengan orang-orang shaleh dan untuk persoalan jodoh berdo’alah pada Allah agar dikirimkan pendamping hidup terbaik dunia akhirat menurut Allah.

Semoga bermanfaat, semoga Allah mudahkan urusannya.

 

Agus Aribowo

Agus Aribowo

Penulis buku-buku laris  seperti Indahnya Menikah Tanpa Pacaran, Makin Syar’i Makin Cantik dan Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu

Kontributor www.elmina-id.com dan www.diarypernikahan.com

Contacttanyaaghautsman@gmail.com

Kirim Pertanyaan

Kamu memiliki masalah, unek-unek atau sekedar pertanyaan seputar kemuslimahan? Kirim pertanyaan kamu ke rubrik konsultasi Elmina dan Insyaallah kami akan berusaha menjawab pertanyaan kamu. Pertanyaan yang dikirim sebaiknya ditulis dengan bahasa yang jelas, ringkas, dan sopan. Tim redaksi akan menyortir terlebih dahulu pertanyaan yang masuk sebelum ditampilkan di rubrik konsultasi.

Form Konsultasi

1 + 8 =

Artikel Menarik Lainnya







comments