Dijodohin oleh orang tua, mungkin saat ini sudah tak terlalu populer bahkan tak sering anak-anak muda sekarang malah melihat “dijodohin” orang tua suatu hal yang buruk hingga tak jarang kalau dengar dijodohin oleh orang tua ingat kisah siti nurbaya. “Emang sekarang zamannya siti nurbaya?” begitu kira-kira celetuk seseorang kalau dibilang mau dijodohin oleh orang tuanya.

Padahal perjodohan seperti ini tak selamanya dan tak selalu buruk, jika kita lebih teliti lagi ternyata banyak sekali titik-titik kebaikan dari sebuah proses perjodohan oleh orang tua. Tapi sebelumnya kita perlu  sadari dulu tipe-tipe orang tua yang menjodohkan anaknya serta  apa dasar utama dari orang tua menjodohkan anaknya? Ada orang tua yang menjodohkan anaknya karena ego pribadi ingin dapat menantu yang kaya, ingin mendapat menantu dari keturunan terhormat, ingin menjaga hubungan baik apakah itu alasan bisnis atau hal lainnya dengan orang tua calon anaknya dan berbagai alasan sejenis lainnya. Untuk hal ini biasanya orang tua cenderung memaksakan kehendak pada anaknya, inginnya anaknya patuh dan nurut padanya, tipe-tipe seperti inilah yang terkadang meresahkan dan sering menghubungkannya dengan kisah siti nurbaya.

Namun perlu diketahui juga tak semua orang tua seperti ini, banyak sekali orang tua-orang tua lainnya yang benar-benar tulus ingin memberikan yang terbaik pada anaknya. Ia ingin anaknya mendapatkan jodoh terbaik dengan dasar utama agama, kepribadian, pekerjaan dan juga kebahagiaan anaknya, tipe yang kedua inilah yang menjadi bahasan kitani. Untuk sahabat semua yang masih sendiri dan dalam masa pencarian atau penantian jika orang tuamu menawarkan untuk mencarikan jodoh bagimu jangan antipati sejak awal karena ternyata pernikahan yang dijodohkan oleh orang tua memiliki kebahagiaan tersendiri.

Orang tua selau ingin yang terbaik untuk anaknya

Orang tua selalu ingin yang terbaik untuk anaknya mulai dari anaknya lahir hingga sang anak menikahpun. Kebahagiaan terbesar orang tua adalah saat melihat kebahagiaan anak dalam rumah tangganya dan kesedihan terbesar orang tua adalah saat anaknya gagal berumah tangga. Inilah alasan kenapa sebagian orang tua terlalu “protektif dan selektif” terhadap calon pasangan hidup sang anak dan juga ingin ikut andil mencarikan jodohnya.

Saat kita memahami hal ini tentu kita juga meyakini orang tua akan mencarikan calon terbaik untuk kita, dan sebagai orang yang paling mengenal anaknya tentu orang tua juga mengerti siapa pasangan yang cocok bagi anaknya.

Sebagai sumber kebahagiaan orang tua

Tentu semua anak ingin membahagiakan orang tua, dan salah satu hal yang bisa menjadi sumber kebahagiaan orang tua adalah saat anak menerima dengan tulus ikhlas pilihan orang tuanya dan meyakini itu adalah sebuah pilihan yang terbaik. Dan, yang lebih seru adalah saat menikah dengan orang yang dijodohin oleh orang tua adalah tak perlu pusing lagi mikirin negosiasi meyakinkan calon pasangan kita pada orang tua.

Dan, yang lebih penting menikah dengan pilihan orang tua adalah sumber kebahagiaan yaitu saat menyaksikan anaknya menikah dengan orang pilhannya.

Salah satu alternatif menikah tanpa pacaran

Menikah dengan dijodohin oleh orang tua adalah salah satu alternatif menikah tanpa pacaran, tanpa maksiat, tanpa sakit dan tanpa kecewa. Orang tua bijak dalam menjodohkan anaknya tentu tanpa paksaan, orang tua hanya memberikan pilihan soal keputusan tentu ada pada sang anak, sang anak tentu punya hak untuk melanjutkan perjodohan pada jenjang pernikahan ataupun tidak. Jika lanjut maka mereka akan sama-sama mensyukurinya dan berusaha menjadi yang terbaik bagi pasangannya dan jikapun pernikahan gagal maka tak akan ada kecewa di hati karena diantara mereka belum ada ikatan khusus layaknya orang yang pacaran.

Semua orang tua ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya namun terkadang cara orang tua mengekspresikan niat baik pada anaknya tak selalu sama dengan persepsi anak. Disinilah butuh komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, untuk saling menggali harapan masing-masing, saling menyampaikan pendapat serta menemukan titik temu. Pun, begitu dengan pernikahan yang dijodohkan oleh orang tua, perlu diskusi dan pikiran terbuka untuk menghadapinya. Memang ada orang tua yang egois dalam hal perjodohan anaknya namun tak sedikit juga orang tua yang bijak dalam memilihkan jodoh terbaik bagi anaknya.

Sumber foto : dhitayutantri.blogspot.com

Artikel Menarik Lainnya







comments