Ibu adalah sekolah, apabila engkau mempersiapkannya
Engkau telah mempersiapkan sebuah bangsa

Ibu adalah taman, apabila engkau selalu menyiraminya
Taman itu akan memunculkan tunas begitu indahnya

Ibu adalah guru para guru nan utama
Prestasi mereka menyebar ke berbagai penjuru

Menjadi muslimah adalah anugerah sekaligus amanah. Dikatakan anuegrah karena Allah limpahkan banyak keistimewaan kepada para muslimah, Allah karuniakan keutamaan kepadanya. Disebut amanah sebab wanita memiliki tanggungan yang cukup besar, bahkan ia menjadi penentu tegak atau tidaknya suatu peradaban. Banyak peradaban yang hancur di dunia lantaran wanita-wanitanya biadab, begitu juga peradaban yang berdiri kokoh yang menyejarah di dalamnya berada wanita-wanita hebat nan beradab. Imam Hasan AlBanna mengatakan “Wanita adalah tiang negara, jika wanitanya baik maka baik jugalah negara tersebut begitu juga jika wanitanya buruk akan buruk pula negara tersebut.

Karena wanita sebagai kunci utama suatu peradaban, maka cara sederhana untuk merobohkan suatu peradaban adalah dengan ‘menghancurkan wanita-wanita” dalam peradaban tersebut. Inilah yang dialami oleh peradaban Islam saat ini. Wanita-wanita muslim ‘diserang’ dengan berbagai cara agar hatinya jauh dari Allah Swt, akhlaknya jauh dari akhlak yang diteladankan oleh Rasullullah Saw, cara berpakaiannya jauh dari yang Islam ajarkan serta juga gaya hidupnya jauh dari budaya Islam. Kenapa hal ini bisa terjadi ?

Saat muslimah krisis keteladanan

Semua hal itu terjadi karena muslimah hari ini krisis keteladanan. Mereka tidak memiliki keteladanan baik saat di lingkungan keluarga, lingkungan pendidikannya atau bahkan lingkungan masyarakat. Sehingga pada akhirnya mau atau tidak, suka atau tidak generasi muslimah hari ini meneladani apa yang ia lihat di l ingkungannya, apa yang dia saksikan di layar kacanya dan apa yang banyak dilakukan oleh perempuan lainnya. Tanpa peduli apakah itu benar atau salah, baik atau buruk mereka menirunya.

Maka tak heran jika saat ini kita menyaksikan banyak wanita muslim yang enggan mengenakan hijabnya, bermalasan untuk shalat, tidak membatasi pergaulannya, hidup orientasi duniawi, lebih memikirkan tampilan luar dibanding isi, jika sudah berkeluarga memilih menjadi wanita karir memburu rupiah, menitipkan anaknya, hidup hedonisme dan beragam hal-hal menyedihkan lainnya.

Jika ini terus dibiarkan tentu kita bisa bayangkan seperti apa generasi muslim 10 atau 20 tahun mendatang. Sebab, di rentang waktu 10 hingga 20 tahun mendatang mereka akan menjadi ibu atau bahkan nenek. Jika hal ini dibiarkan tentu mereka secara tidak lansung akan meneladankan juga hal-hal tersebut diatas kepada anak cucunya. Tentu hal ini tidak kita harapkan, kita tentu menginginkan perubahan dan memotong mata rantai keburukan ini.

Pentingnya memiliki keteladanan yang baik

Apa yang kita lihat dan dengar akan mempengaruhi apa yang kita ucapkan
Apa yang kita ucapkan akan mempengaruhi apa yang kita lakukan
Apa yang sering dilakukan akan mempengaruhi apa yang akan menjadi kebiasaan kita.
Kebiasaan yang terus dipupuk akan membentuk karakter
Karakter yang dibiarkan akan menentukan nasib kita kelak. Baik nasib di dunia maupun akhirat.

Cara paling sederhana pembentukan kebiasaan atau prilaku adalah dari proses meniru.Proses meniru dimulai dari mendengar dan melihat. Jika yang kita dengar dan lihat kebanyakan adalah nilai-nilai yang jauh dari Islam maka secara tidak lansung itulah yang akan membentuk kepribadian kita.

Untuk membentuk kepribadian baik yang sesuai dengan tuntunan islam maka kita perlu sering-sering melihat atau mendengar segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai Islam.

Shahabiyah adalah teladan terbaik bagi muslimah

Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu kita perlu meneladani kehidupan dari orang-orang terbaik. Dan, orang-orang terbaik dalam menjalankan agama ini tentu adalah generasi awal agama ini. Mereka yang hidup se-zaman dengan Rasulullah Saw, lansung dididik oleh Rasulullah Saw. Kehidupan orang-orang itulah yang perlu kita telusuri, pelajari dan teladani kehidupannya.

Untuk yang perempuan tentu kehidupan para shahabiyah Rasul paling pas untuk kita pelajari. Mereka adalah generasi terbaik dari umat ini. Setiap shahabiyah rasul memiliki keistimewaan, kehidupannya adalah mutiara yang tak ternilai harganya. Mereka adalah pejuang Islam, disamping itu juga istri yang hebat serta juga pendidik yang mumpuni hingga melahirkan generasi-generasi terbaik.

Mereka inilah para ibu kaum mukminin yang turut membangun pondasi peradaban Islam. Merekalah di balik lahirnya laki-laki hebat yang membanggakan peradaban Islam sebagaimana kalimat mansyur “Sesungguhnya di balik lelaki besar, ada wanita besar”. Mereka menjadi ibu bagi anak-anaknya, mendidik anak-anaknya agar mencintai, berjuang dan menjadikan hidup hanya untuk kemuliaan Islam.

Maka tak perlu ragu lagi untuk menelusuri kehidupan mereka, belajar dari apa yang telah mereka lakukan dan menghindari apa yang mereka juga tidak lakukan. Para shahabiyah rasul ini adalah mutiara berharga umat islam dan setiap muslimah diberi keleluasaan untuk menelusuri kehidupannya. Tinggal menjadi pilihan pribadi apakah bersedia untuk mempelajari kehidupan para shahabiyah ini atau tidak ? Pilihan tentu ada pada anda.

Kebangkitan muslimah adalah kebangkitan umat

Kebangkitan muslimah adalah kebangkitan umat, tidak perlu diragukan lagi memang pada saat ini kondisi muslimah umat islam berada pada titik yang sangat menghkhawatirkan. Padahal para muslimah ini adalah salah satu kunci utama dari kebangkitan umat. Maka sudah semestinya kita bangkitkan kaum muslimah generasi saat ini.

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
(Ali-Imran : 102)

Artikel Menarik Lainnya







comments