Kalau langit memiliki bintang yang membuatnya semakin menarik dan cantik, maka dunia ini memiliki perhiasan yang membuatnya menjadi lebih indah dan mempesona, dialah wanita shaleha begitulah kata Nabi Muhammad SAW. Wanita, label perhiasan dunia melekat dalam dirinya, di balik beragam kemulian lainnya. Mulai dari mulianya menjadi seorang wanita, mulianya menjadi seorang istri hingga mulianya menjadi seorang ibu.

Wanita, tanpanya entah seperti apakah dunia kita hari ini dan mungkin juga kita tak pernah ada. Sembari berseloroh seorang seniman berucap “Adam saja tetap merasa kesepian dan tak bahagia tanpa adanya hawa di syurga” . Tiang negara, sebuah amanah yang juga disematkan pada dirinya, jika di wanitanya baik maka baik jugalah suatu negara begitu juga sebaliknya, jika wanitanya buruk maka buruk pulalah suatu negara.

Wanita, menjadi sebab atas sukses atau gagalnya seorang laki-laki sebagaimana peribahasa yang sering kita dengar “Di balik laki-laki yang sukses tentu ada wanita hebat dibelakangnya yaitu istri dan ibunya, dan di balik kegagalan seorang laki-laki biasanya juga ada wanita di belakangnya yaitu selingkuhannya atau wanita-wanita nakal lainnya”. Tidak berlebihan memang, karena sebagai perhiasan dunia Allah menciptakan wanita dengan berjuta keindahan, dan keindahannya itulah yang menjadi ujian dan cobaan bagi para lelaki.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita…… (Q.S : Ali-imran : 14)

Wanita, keindahannya sebagai perhiasan dunia menjadi ujian bagi hati, ujian bagi mata laki-laki yang terkadang ujian ini melenakan serta memperdayakan hingga tak jarang yang pada akhirnya sebab dari petaka dunia. Sebab wanita adalah perhiasan nan indah, karena dia adalah ujian maka Allah tuntunkan agar ia menjaga perhiasannya, melindungi dan menutupinya bukan untuk menyembunyikan perhiasan tersebut akan tetapi untuk membuatnya semakin indah, dan juga memenenangkan hati yang memandangnya.

Rambut yang berurai di kepala, hitam berkilau yang tampak begitu mempesona adalah mahkotanya wanita. Inilah satu dari sekian perhiasan wanita yang begitu indah, namun Allah memerintahkan untuk setiap wanita agar menjaga mahkota ini dengan menutupnya dengan pakaian mulia, hijab kita mengenalnya. Pakaian mulia itu, yang menutup dikepala, hingga juga menutup semua perhiasan lainnya kecuali yang biasa tampak (muka dan kedua telapak tangan).

Mahkota wanita dan pakaian mulia itu, meskipun banyak kebaikan dalam menjalannya serta tak sedikit mudharat jika meninggalkannya berhijab secara syar’i, menutup mahkota wanita dengan pakaian yang sempurna memang bukanlah hal yang ringan bagi sebagian wanita. Ya, hanya orang-orang yang terpilih dan memilih jalan orang-orang terpilihlah yang memakainya. Dan, semoga anda termasuk kedalam bagian dari mereka.

 

Artikel Menarik Lainnya







comments