Sebagai muslimah yang punya banyak kesibukan, terkadang kita kelimpungan sekali mengelolanya. Kegiatan mana yang perlu didahulukan, pekerjaan mana yang perlu diselesaikan duluan, dan… me time? Mana sempaaaattt…!

Tapi Alhamdulillah ya, Allah membuat kita sibuk dalam kebaikan. Dengan begitu kita tidak lalai dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Meski kadang kepenatan menghampiri, namun kesibukan ini tetap perlu kita syukuri. Tidak semua orang lho, diberi anugerah sibuk dalam hal-hal positif. Malah terkadang jika kita banyak waktu luangnya, lebih sering kita lewati dengan kesia-siaan. Kongkow dengan teman, shopping, atau hanya bermalas-malasan di rumah.

Pepatah Arab mengatakan, “Waktu adalah pedang. Jika kau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan menebasmu”. Bahkan seorang ulama Mesir bernama Hasan Al Banna mengatakan bahwa “Kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia”.

Alhamdulillaah, sibuk membuat kita tak sempat melakukan hal yang tak jelas manfaatnya. Dan sibuk membuat diri ini terus produktif menghasilkan sesuatu.

Namun tentu saja, waktu yang rasanya tak cukup untuk segala macam kegiatan ini perlu dikelola agar pemanfaatannya benar-benar optimal. Oleh karena itu simak tips berikut agar kita semakin pandai memaksimalkan waktu yang ada :

  1. Buatlah Rencana Dan Jadwal Harian

Membuat rencana kegiatan dan jadwal harian sejak bangun tidur hingga tidur lagi di malam hari membantu kita menata waktu sedemikian rupa. Kita akan terdorong untuk menaati jadwal dan mengefisienkan alokasi waktu untuk suatu aktivitas. Membuat jadwal harian melatih kita untuk disiplin dan lebih teratur. Jika waktu sudah dijadwalkan dan itupun masih ada yang belum teroptimalkan, apalagi jika kita membiarkan waktu mengalir begitu saja. Tentu akan banyak kesia-siaan lagi dan waktu yang terbuang percuma.

  1. Tentukan Prioritas

Menentukan prioritas bisa dengan memilah berbagai aktivitas ke dalam kriteria berikut :

  1. Penting – mendesak
  2. Penting – tak mendesak
  3. Tidak penting – mendesak
  4. Tidak penting – tidak mendesak

Jika dalam seminggu, berbagai aktivitas sudah kita pilah dan golongkan dalam berbagai skala prioritas ini, insya Allah kita akan lebih mudah menentukan pekerjaan mana yang akan lebih dulu kita tuntaskan, dan mana yang dapat kita tunda sejenak.

  1. Jangan Lupa Sediakan ‘Me Time’ Atau Waktu Bersantai

Tak hanya fisik yang  bisa letih, bekerja terus-menerus juga bisa membuat jiwa kita lelah. Sekali-kali berhentilah sejenak dan carilah kegiatan yang dapat menyegarkan kembali pikiran dan hati kita. Berjalan-jalan ke ruang terbuka hijau, rekreasi ke alam bebas seperti gunung atau pantai, atau sekedar beristirahat membaca buku ringan sambil minum secangkir kopi, dapat membuat suasana hati dan jiwa kita fresh kembali. Tentu setiap orang punya masing-masing cara dalam mengisi ‘me time’-nya. Yang perlu diperhatikan, semua ini masih dalam koridor aktivitas positif dan tidak berlebih-lebihan.

  1. Bersikap Fleksibel Namun Tetaplah Berusaha Disiplin

Membuat jadwal yang terlalu ketat seringkali membuat kita tertekan. Jadwal bukannya membantu kita menata hari, namun sebaliknya, membuat pikiran kita stres karena sering berjalan tidak sesuai rencana.

Bersikaplah fleksibel dan jangan terlalu menuntut terlalu tinggi terhadap diri sendiri. Kita boleh berpikir perfect namun berikan ruang untuk kegagalan-kegagalan kecil. Berikan juga hadiah-hadiah kecil jika kita mampu mencapai target. Misal, jika kita berhasil menyelesaikan bab 2 skripsi sampai tenggat yang ditentukan, maka kita akan membeli es krim kesukaan untuk dinikmati bersama saudara atau teman.

  1. Menghisab Diri Atas Waktu Yang Telah Digunakan

Para salafush shalih terbiasa menghisab atau memeriksa perbuatan mereka selama seharian, sesaat sebelum tidur. Atas kesalahan dan kekhilafannya mereka beristighfar memohon ampun kepada Allah.

Bagi kita yang kadar keshalihan dan pemanfaatan waktunya masih sangat jauh dari kualitas orang-orang shalih terdahulu, tentu banyak sekali hal yang perlu kita perbaiki. Semua itu dimulai dari me-review berbagai aktivitas harian sebelum tidur, dan kembali menata ulang rencana untuk keesokan harinya. Jika hari ini target yang dicanangkan tak tercapai, cek lagi apakah besok masih ada waktu untuk mengejarnya. Begitu pula dengan berbagai pekerjaan yang belum terselesaikan.

Membiasakan diri memeriksa amal kita dalam sehari akan membantu kita menetapkan goal untuk hari esok. Dengan begitu setiap kekurangan dan kekeliruan yang terjadi dapat segera kita perbaiki, dan kebaikan yang kita raih dapat terus dipertahankan.

Menjadi muslimah produktif memang terasa melelahkan. Namun yakinlah, kita hanya perlu meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, agar Allah Sang Sebaik-baik Pembalas memberikan balasan terbaik atas segala jerih-payah kita. Sekali lagi, kita patut bersyukur atas kesibukan yang terjadi, karena dengan begitu Allah menjaga kita agar tak terjerumus dalam kesia-siaan.

Jadi, mari susun lagi rencana dengan rapi, dan melangkahlah dengan lebih bersemangat untuk hari esok yang lebih baik.

Artikel Menarik Lainnya







comments